Mengenal Allah adalah perkara yang sangat penting bagi setiap hamba. Karena Allah subhanahu wata’alaa adalah Dzat yang menciptakan alam semesta berserta isinya dan memberikan rezeki bagi makhluk-makhluk-Nya. Allah subhanahu wata’alaa memiliki nama-nama yang husna serta sifat-sifat yang sempurna. Di antara asmaul husna yaitu al-Lathif. Apa manfaat mengimani nama Allah al-Lathif?
- Semakin Cinta Kepada Allah
Akan muncul kecintaan kepada Allah dan merasa nyaman.
Karena kita menyadari bahwa Allah bersikap lembut kepada orang-orang beriman dan selalu berbuat baik kepada mereka dan Allah tidak segera menimpakan hukuman.
JIka Allah langsung menimpakah hukuman kepada hamba ketika melakukan dosa maka tidak akan ada manusia yang bisa hidup.
Namun Allah menunda hukuman atas dosa yang dikerjakan sebagai bentuk kelembutan Allah. Sebagaimana anak akan sayang kepada orang tua yang sering memaafkan dan menunda hukuman.
Allah menunda hukuman sebagai kasih sayang dan kelembutan dengan tujuan manusia mau bertaubat dan memperbaiki diri. Jangan sampai salah persepsi ketika berbuat dosa dan tidak ada musibah, itu bukan karena Allah tidak tau dan tidak mencatat dosa-dosa kita.
Ketika kita tau kelembutan ini maka akan menimbulkan rasa cinta.
Dan diantara kelembutan Allah kepada kita adalah Allah mengaruniakan nikmat dari arah yang kita sangka dan tidak disangka.
Bahkan kadang-kadang Allah mengkaruniakan nikmat melalui jalan yang tidak kita sukai.
Kisah, ada seorang pria yang berpenghasilan pas-pasan dan sudah menikah serta mempunyai anak. Maka sering kekurangan biaya hidup. Suatu saat dia bercerita kepada temannya tentang kondisi hidupnya. Maka temannya memberi ide supaya mencari penghasilan tambahan berupa membantu orang yang punya urusan di kantor pemerintahan. Mengurus KTP, sertifikat tanah dan lain-lain yang membuthkan waktu.
Dan alhamdulillah penghasilannya bertambah. Sampai suatu saat ada kliennya seorang janda yang kaya. Yang menghadapi banyak persoalan terkait birokrasi. Dan dibantu menyelesaikan urusan-urusannya. Amanah dalam menunaikan tugasnya.
Janda ini terkesan dengan kejujuran pria ini. Dan menawarkan diri untuk menikahinya. Dan diterima.
Kemudian timbul masalah dari istri pertama yang menteror istri kedua. Berjalan satu tahun dan Allah mentakdirkan pria dan istri keduanya kecelakaan dan istri keduanya meninggal. Yang meninggalkan warisan yang sangat banyak.
Pria ini dirawat selama tiga pekan dan akhirnya meninggal, kemudian warisan ini jatuh kepada istri pertama dan anak-anaknya.
Catatan kisah,
Bagaimana Allah memberikan karunia melalui jalan yang tidak disukai oleh istri pertama.
Rizki Allah bisa dari jalan yang kita sangka, tidak kita sangka dan tidak kita sukai.
Rasa cinta kepada Allah seharusnya menumbukan keinginan untuk terus beribadah kepada Allah.
Kecintaan kita kepada Allah membuat kita punya perasaan malu kepada Allah jika melanggar aturan Allah.
Dan bukti kecintaan yang lainnya adalah menjadi lebih semangat untuk berdakwah dan berjuang dijalan Allah, lebih ringan mengorbankan apapun yang kita miliki untuk meraih kecintaan Allah.
- Semakin tenang menjalani hidup
Karena ketika meyakini Allah Maha Lembut dan Maha Halus. Ketika mengalami hal yang tidak kita sukai maka pasti ada kebaikan yang Allah kehendaki.
Misal anak susah diatur. Maka kita tersadar dan kemudian berdoa kepada Allah. Kemudian kita belajar cara mendidik anak yang baik, mendengar kajian tentang pendidikan anak.
Ini adalah kebaikan yang Allah datangkan melalui hal yang tidak kita sukai.
Maka kita akan tenang dan selalu berpikiran positif karena pasti ada hikmah dibalik semua kejadian.
- Tawakal Hanya Kepada Allah dan Ridho dengan pilihan Allah
Karena kita yakin Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hamabaNya yang beriman, maka kayak kita gantungkan segala sesuatu kepada ALlah karena kita yakin Allah akan memberikan yang terbaik.
Dan sering-seringlah membaca doa istikhoroh meminta petunjuk kepada Allah.
Karena Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Yang terbaik adalah pilihan Allah untuk kita.
- Selalu berhati-hati karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu
Berhati-hati dalam berucap, berbuat, berfikir, berprasangka. Karena Allah tau semua itu.
Sekecil dan serahasia apapun yang ada dalam hati kita Allah Maha Tau.
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (Al-Mulk: 14)
- Berusaha bersikap lembut kepada sesama
Karena Allah Maha Lembut maka Allah mencintai kelembutan. Allah menyukai kelembutan dalam segala urusan.
Berusahalah merubah sikap-sikap kasar kepada orang-orang terdekat kita.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah hadits no.6927 bahwa Rasulullah bersabda.
يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ “
Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”
JIka tidak bisa berbuat baik maka jangan membuat orang lain bersedih.
Muslim yang hakiki adalah muslim yang tidak pernah menyakiti musliim lain dengan tangan atau lisannya. Terkusus untuk orang-orang terdekat yaitu istri, suami, anak, orang tua dll.














