Bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita adalah perkara yang wajib. Sesungguhnya kita telah dikaruniai beragam nikmat yang jumlahnya sangat banyak. Saking banyaknya nikmat tersebut, kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Tahukah Anda nikmat apa yang paling berharga?
Tidak ada rezeki yang diberikan kepada seorang hamba di dunia ini,
yang lebih agung daripada hatinya yang dipenuhi oleh Allah ‘Azza wa Jalla
dengan iman, cinta, dan sangkaan baik kepada-Nya Subẖānahu wa Taʿālā,
karena sangkaan baik kepada Allah adalah bagian dari iman kepada-Nya,
yang juga termasuk amalan-amalan hati,
yang menjadi cabang keimanan.
Itulah kenapa, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman
dan sangkaan baik kepada-Nya yang Mahamulia lagi Mahatinggi,
sungguh dia adalah orang yang berbahagia,
karena, tidaklah hati seseorang dipenuhi dengan iman,
melainkan dia selalu berbaik sangka kepada-Nya Subẖānahu wa Taʿālā.
Jika Allah sudah memberikan kepada seorang hamba
dua perkara yang tidak terpisahkan ini:
iman dan sangkaan baik kepada-Nya Jalla wa ʿAlā,
Sungguh itu adalah kenikmatan yang tiada bandingannya dengan nikmat lain.
Bagaimana tidak, karena itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang beriman.
Sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Abdullah bin Mas’ud—semoga Allah meridainya—
pernah mengatakan, “Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia,
tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seorang hamba yang lebih baik
daripada sangkaan baik kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
dan demi Zat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia,
tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
kecuali Allah akan kabulkan baginya prasangkanya itu.
Itu karena sungguh semua kebaikan ada di tangan Allah Subẖābahu wa Ta’ālā.”
***
مَا رُزِقَ الْعَبْدُ أَمْرًا فِي الدُّنْيَا
هُوَ أَعْظَمُ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَلْبُهُ مَلِيْءً بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ
إِيمَانًا وَمَحَبَّةً وَحُسْنَ ظَنٍّ بِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
إِذْ حُسْنُ الظَّنِّ بِهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الْإِيمَانِ بِهِ
وَهُوَ مِنْ أَفْعَالِ الْقُلُوبِ
الَّتِي تَكُونُ تَابِعَةً لِلْإِيمَانِ
وَلِذَا فَإِنَّ مَنْ مُلِئَ قَلْبُهُ إِيمَانًا
وَحُسْنَ ظَنٍّ بِرَبِّهِ جَلَّ وَعَلَا… بِهِ جَلَّ وَعَلَا
فَإِنَّهُ سَعِيدٌ
وَمَا مُلِئَ قَلْبُ امْرِئٍ إِيمَانًا
إِلَّا وَلَازَمَهُ حُسْنُ الظَّنِّ بِاللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَإِذَا رَرَقَ اللهُ عَبْدًا مِنْ عِبَادِهِ
هَذَانِ الْأَمْرَانِ مُتَلَازِمَانِ
الْإِيمَانَ بِهِ وَحُسْنَ الظَّنِّ بِهِ جَلَّ وَعَلَا
فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ الَّتِي لَا يُدَانِيهَا نِعْمَةٌ
كَيْفَ لَا وَهِيَ الَّتِي لَا يُؤْتَاهَا إِلَّا مُؤْمِنٌ
جَاءَ أَنَّ عَبْدَ اللهِ ابْنَ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
كَانَ يَقُولُ وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ
مَا أُعْطِيَ عَبْدٌ مُؤْمِنٌ شَيْئًا خَيْرًا
مِنْ حُسْنِ الظَّنِّ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ
لَا يُحْسِنُ عَبْدٌ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ ظَنًّا
إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ظَنَّهُ
ذَلِكَ بِأَنَّ الْخَيْرَ بِيَدِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى














