Tidak selamanya seseorang memiliki badan yang sehat. Dan tidak selamanya pula seorang hamba hidup abadi di dunia. Terkadang penyakit datang secara tiba-tiba membuat badan lemas dan tidak bisa beraktifitas seperti sediakala. Oleh sebab itu selagi badan sehat dan nyawa masih dikandung badan hendaknya seorang muslim bergegas serta bersungguh-sungguh dalam beramal.
Saudaraku, ayo beramal, selagi kau sehat,
sebelum kau sakit!
Ayo beramal, selagi kau hidup, sebelum kau mati!
Beramallah, selagi kau masih bisa beramal!
Sebelum kau terhalang dari amalan tersebut,
(ketika kau sudah mati) dan hanya berharap kebaikan
atau doa dari seseorang yang masih hidup untukmu,
namun itu hanya sedikit saja.
Kemudian menimpa kita apa yang pernah menimpa
orang-orang yang dulu kita sering menyalatinya.
Lalu kita tinggalkan kehidupan ini,
untuk menjumpai apa yang telah tangan kita perbuat di dunia ini.
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)
“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 8)
***
أَخِي اعْمَلْ فِي صِحَّتِكَ
قَبْلَ سَقَمِكَ
وَاعْمَلْ فِي حَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
وَاعْمَلْ مَا دُمْتَ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَعْمَلَ
قَبْلَ أَنْ يُحَالَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْعَمَلِ
وَتَتَمَنَّى حَسَنَةً
أَوْ دَعْوَةً يَدْعُو بِهَا لَكَ أَحَدٌ فِي الدُّنْيَا
فَمَا هُوَ إِلَّا قَلِيلٌ
وَيَمُرُّ عَلَيْنَا مَا مَرَّ
عَلَى مَنْ نُصَلِّي عَلَيْهِمْ كُلَّ وَقْتٍ
ثُمَّ نُغَادِرُ الْحَيَاةَ
وَنَقْدُمُ عَلَى مَا قَدَّمَتْ أَيْدِيْنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ














