Sering kali seorang manusia gelisah memikirkan rezekinya. Bagaimana cara agar usaha lancar? Bagaimana cara cepat mendapatkan uang? Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis menjadi hal yang selalu dipikirkan siang dan malam. Padahal selama hati diselimuti kerisaun, hidup menjadi tidak tenteram. Untuk itu seorang muslim harus menyadari bahwa rezeki telah diatur oleh Dzat yang maha memberi rezeki yaitu Allah subhanahu wata’alaa.

Surat Al-Maidah 114:

وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.

Allahlah pemberi reziki terbaik dan semnpurna, maka jangan sampai kita meminta kepada selain Allah.

Ar-Rozaq

Adzariyat 58

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Dalam ayat ini Allah menggabungkan pemberi rizki dan pemilik kekuatan. Korelasinya tidak mungkin ada sosok yang menanggung rizki seluruh makhluk jika dia tidak memiliki kekuatan.

Hanya yang maha kuat yang mampu menanggung rizki seluruh makhluk. Mulai dari terciptanya alam semesta sampai kelak di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa.

Hadits:
Hadits imam ahmad dan abu dawud,

إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad 12591, Abu Daud 3451, Turmudzi 1314, Ibnu Majah 2200, dan dishahihkan Al-Albani).
Allah yang mengatur rizki bagi setiap hambanya, melapangkan dan menyempitkan. Sehingga kehidupan ini bisa berjalan dengan teratur. Ada orang kaya yang jadi pemilik usaha dan ada yang miskin menjadi pekerja.

Makna Ar-Rozaq dan Ar-Roziq

Maknanya adalah yang menanggung rizki dari seluruh yang bernyawa, seluruh makhluk hidup dengan sesuatu yang bisa membuat dia hidup.

Kebutuhan setiap makhluk berbeda.

Rizki dan Rahmat Allah mencakup seluruh makhluk.

Rizki terbagi menjadi dua:

Pertama, rizki yang bersifat umum

Riski yang bersifat umum adalah rizki jasmani. Rizki yang Allah berikan kepada semua manusia baik yang baik maupun yang jahat. Yang muslim maupun kafir. Baik yang awal maupun yang akhir.

Rizki ini berupa jasmani; makanan, minuman, udara.

Dunia ini tidak ada harganya disisi Allah, sehingga Allah memberikan kepada siapapun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Kedua, rizki yang bersifat khusus

Rizki yang bersifat khusus adalah rizki rohani.

Rizki rohani yaitu rizkinya hati dan makanan hati. Ilmu agama dan keimanan. Yang hanya Allah berikan kepada hamba-hamba pilihanNya. Dan juga makanan yang halal.

Rizki yang halal dikategorikan rizki rohani karena akan membantu kita dalam beribadah kepada Allah.

Rizki ini hanya Allah berikan kepada kaum muminin saja. Berbeda-beda rizki tergantung dari kebijaksanaan Allah.