Keselamatan yang hakiki adalah tatkala seorang hamba masuk surga dan terbebas dari siksa neraka. Surga tidaklah diraih dengan malas-malasan. Demikian pula neraka, untuk menghindarinya diperlukan kesungguhan dalam meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “70 ribu orang.”
Namun karunia Allah amat luas.
Mungkin ada yang berkata, “Baiklah, selesai sudah. Jumlah 70 ribu orang ini sudah habis.”
Kita katakan, keutamaan Allah amat luas, alhamdulillah.
Nabi bersabda—sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad—
beliau bersabda, “Maka aku meminta jumlah itu ditambah.”
Yakni karena kasih sayang dan kelembutan Nabi bagi umatnya, beliau meminta tambahan kepada Allah Ta’ala.
Beliau bersabda, “Maka Allah menambahnya untukku, bersama setiap seribu orang ada 70 ribu orang lainnya.”
Perhatikanlah! Bersama setiap seribu orang, ada 70 ribu orang lainnya.
Yakni kalikan saja seribu dengan 70 ribu, jumlah yang sangat besar!
Lalu ada hadis lain juga yang diriwayatkan imam at-Tirmidzi dan Ahmad,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan juga (ditambah) tiga cakupan dari cakupan-cakupan-Nya.”
Dan cakupan yakni seperti ini: dua telapak tangan yang ditadahkan.
Jadi, tiga cakupan dari cakupan-cakupan Allah adalah hal yang tidak bisa dibayangkan oleh akal.
Tiga cakupan dari cakupan-cakupan Allah Jalla Jalaluhu, yakni jumlah yang besar.
Dan ini dapat membuka pintu harapan dalam hati seorang mukmin,
sehingga ia berusaha memenuhi kesempurnaan tauhidnya dan menghadap kepada Allah Ta’ala,
sehingga ia menjadi termasuk para hamba-Nya yang bersegera menuju kebaikan dan didekatkan kepada-Nya.

***

النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعُونَ أَلْفًا
وَفَضْلُ اللهِ تَعَالَى وَاسِعٌ
قَدْ يَقُولُ قَائِلٌ طَيِّبٌ سَبْعُونَ أَلْفًا خَلَاصٌ انْتَهَى هَذَا الْعَدَدُ
نَقُولُ لَا فَضْلُ اللهِ وَاسِعٌ الْحَمْدُ لِلهِ
يَقُولُ كَمَا ثَبَتَ عِنْدَ أَحْمَدَ
قَالَ فَاسْتَزَدْتُ
يَعْنِي النَّبِيُّ مِنْ رَحْمَتِهِ وَشَفَقَتِهِ عَلَى أُمَّتِهِ طَلَبَ الزِّيَادَةَ مِنَ اللهِ تَعَالَى
قَالَ فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعِينَ أَلْفًا
تَأَمَّلْ فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعِينَ أَلْفًا
يَعْنِي تَضْرِبُ أَلْفًا فِي سَبْعِينَ أَلْفًا فَعَدَدٌ هائِلٌ
ثُمّ أَيْضًا جَاءَ حَدِيثٌ أَيْضًا عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ وَأَحْمَدَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَثَلَاثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِهِ
وَالْحَثِي هَكَذَا يَعْنِي جَمْعَ الْكَفَّيْنِ
فَثَلَاثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِهِ يَعْنِي هَذَا أَمْرٌ لَا يَتَصَوَّرُهُ الْعَقْلُ
ثَلَاثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِ اللهِ جَلَّ جَلَالُهُ يَعْنِي عَدَدٌ عَظِيمٌ
فَهَذَا يَفْتَحُ بَابَ الرَّجَاءِ فِي قَلْبِ الْمُؤْمِنِ
فَيُحَقِّقُ كَمَالَ التَّوْحِيدِ وَيُقْبِلُ عَلَى اللهِ تَعَالَى
حَتَّى يَكُونَ مِنْ عِبَادِهِ السَّابِقِينَ الْمُقَرَّبِيْنَ