Jujur merupakan sifat mulia yang diajarkan di dalam Islam. Kejujuran sangat dibutuhkan dalam bermuamalah dengan sesama. Salah satu contoh sikap yang mencerminkan kejujuran yaitu menepati janji.
Menjadikan nama Allah dan nama Rasulullah sebagai jaminan perjanjian.
Dalil 1, An Nahl 91:
وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُوا۟ ٱلْأَيْمَٰنَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ ٱللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
Janji yang dimaksud di sini ada dua:
- Perjanjian dalam muamalah keseharian, misal perjanjian bisnis.
- Sumpah, biasanya melibatkan diri sendiri.
Menepati janji hukumnya wajib, apalagi setelah penegasan menggunakan nama Allah.
Kesimpulan:
Haram hukumnya melanggar akad perjanjian dan sumpah sebab itu pertanda tidak mengagungkan Allah.
Melanggar perjanjian = muamalah
Bersumpah dengan nama Allah = Akidah
Rapuhnya Akidah kepada Allah akan membuat seseorang mudah dalam melanggar muamalah sesama makhluk / manusia.
Dalil 2:
Dari Buraidah Rasulullah jika akan mengangkat komandan perang beliau memberi nasehat: berperanglah kalian dengan mana Allah (bismillah) dan di jalan Allah (fii sabilillah).
Bismillah, Fii sabilillah intinya adalah harus ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah
Rasulullah bersabda, perangilah orang-orang kafir. Berperanglah dan jangan mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi. Jangan berbuat curang, jangan memutilasi lawan perang. Jangan membunuh anak kecil.
JIka mau perang dan bertemu orang kafir maka beri tiga pilihan:
- Ajak masuk islam, jika mereka mau masuk islam maka terima dan jangan perangi. Kemduai ajak untuk hijrah ke madinah seperti kaum muhajirin..jika tidak mau hijrah maka disikapi seperti orang badui.
- Perintahkan untuk membayar jizyah jika tidak mau masuk islam. Jika membayar jizyah maka akan mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin.
- Jika menolak masuk islam dan menolak membayar jizyah, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. Jika mengepung sebuah benteng kemudian mereka tidak bisa bertahan dan mereka ingin membuat perjanjian dan memberi syarat agar menjadikan nama Allah dan Rasul sebagai jaminan.Maka jangan kalian terima permintaan mereka, jika ingin jaminan maka namanya adalah namamu dan teman-teman kalian. Karena seandainya kalian melanggar perjanjian yang jaminannya nama sendiri lenbih ringan dari melanggar perjanjian yang menjadikan nama Allah dan Rasul sebagai jaminan.
Kesimpulan:
Wajib menepati perjanjian terlebih perjanjian yang menjadikan nama Allah dan nama Rasulullah sebagai jaminannya. Sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.














