Beribadah kepada Allah subhanahu wata’alaa adalah tujuan utama diciptakannya manusia. Perintah tersebut harus dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan berdasarkan aturan yang telah Allah tetapkan. Kapanpun dan dalam kondisi apapun kita wajib bertakwa kepada-Nya.

Tafsir Ayat 8

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا

  1. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

Hisab adalah sebuah kejadian di padang mahsyar, yang mana semua manusia akan dikumpulkan. Kemudian Allah menurunkan matahari sampai orang-orang berkeringat dan ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri. Dan ada orang-orang yang diberi naungan oleh Allah dari panasnya matahari. Proses ini dalam jangka waktu yang panjang sehingga semua manusia gelisah dan bimbang menanti nasib mereka.

Kemudian manusia meminta tolong kepada para nabi agar berbicara kepada Allah untuk segera memulai proses hisab. Namun ternyata para nabipun tidak berani berbicara kepada Allah pada saat itu karena para nabi ini memiliki dosa.

Dan permintaan itu berujung pada Rasulullah, mereka meminta agar Rasulullah berbicara kepada Allah. Kemudian Rasulullah memuji Allah dan diperkenankan untuk mengajukan permintaan dan diizinkan untuk memberikan syafaat.

Rasulullah meminta syafaat agar proses hisab dimulai.

Definisi hisab, dari pernyataan imam al-qurtubi dll disimpulkan:
hisab adalah Allah memberitahu manusia dan mengingatkannya tentang perbuatan yang pernah dilakukan di dunia yang baik maupun yang buruk.

Dalil adanya hisab, surat al mujadalah ayat 6

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

  1. Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Allah mengingatkan segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita ketika di dunia. Harta, tubuh, kesehatan dll.

Surat At-Takatsur Ayat 6:

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

  1. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
    Para sahabat kebanyakan hidup sederhana, mereka bertanya kepada Rasulullah apa yang akan ditanya dari diri kami? Mereka hanya makan kurma dan minum air putih.

Kemudian Rasulullah berkata, kalian akan tetap ditanya.

Bagaimana lagi dengan kita yang hidupnya berlimpah rizki dari Allah. Bukan hanya harta namun juga kondisi fisik dan kesehatan kita akan ditanya oleh Allah.

Dari Abu Barzah Al-Aslami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Orang yang beriman akan dihisab dengan proses yang mudah, mereka orang-orang yang beriman dan menerima catatan amal dengan tangan kanan.

Proses hisab yang mudah ini dijelaskan Rasulullah ketika ditanya ‘aisyah. Beliau bersabda proses hisab yang mudah adalah proses ketika Allah mengingatkan orang yang beriman tentang dosa-dosa yang pernah dia kerjakan. Kemudian Allah memaafkan dosa-dosa tersebut.

HR. Bukhori Muslim, Rasulullah bercerita:
Dipadang mahsyar Allah akan memanggil orang beriman sedekat-dekatnya dan Allah menutupi dengan hijab dan membeberkan dosa-dosanya, kemudian Allah berfirman saat engkau di dunia dosa-dosa ini aku tutupi dan hari ini aku maafkan dan aku ampuni dosa-dosa tersebut.

#ustadzabdullahzaen #abdullahzaen #tafsiralquran #kajiantafsiralquran #tafsirjuzamma