Allah subhanahu wata’alaa adalah Dzat yang memiliki asmaul husna. Arti asmaul husna adalah nama-nama terbaik. Dan di antara nama-nama Allah yaitu as-Sami’. Lantas apakah arti as Sami’? Asmaul husna as Sami’ artinya maha mendengar.

Buah Manis Mengimani Nama Allah As-Sami’

Kesimpulan tentang Maha Mendengarnya Allah, maknanya ada dua:

  1. Mendengar segala suara
  2. Allah mengabukan doa para hambanNya.

Allah mengabulkan doa dan memberi pahala atas doa yang kita panjatkan. Kita mendapat dua keuntungan dari berdoa. Walaupun doa tidak dikabulkan maka kita tetap mendapatkan pahala dari doa yang kita panjatkan.

Para ulama tidak mementingkan pengabulan doa mereka, tapi mereka mementingkan prosesi doa mereka. Karena Allah memberikan dan menakdirkan yang terbaik. Jika dikabulkan maka itu yang terbaik, jika tidak dikabulkan maka itu juga yang terbaik.

Buah mengimani mana Allah As-Sami’:

  1. Meyakini bahwa Allah memiliki pendengaran yang sempurna.
    Pendengaran yang sesuai dengan keagungan Allah. Dan keimanan tentang pendengaran Allah tidak boleh dibayangkan seperti apa pendengaran Allah atau tidak boleh menyamakan dengan pendengaran makhluk. Dan tidak merubah-rubah makna Allah Maha Mendengar.
  2. Selalu menjaga lisan
    Merasa diawasi oleh Allah dalam setiap ucapan yang keluar dari lisan kita. Baik bicara dengan suara lirih ataupun keras. Baik didepan orang banyak atau bicara sendiri. Maka kita selayaknya merasa takut untuk berbicara sesuatu yang tidak diridhoi Allah seperti mengghibah dan yang semisal.
  3. Selalu berdoa dan meminta kepada Allah dalam setiap kebutuhan
    Keyakinan bahwa Allah Maha Mengabulkan akan membuahkan perilaku dimana kita akan selalu meminta segala sesuatu kepada Allah. Dan ini harus dilatih dalam diri kita.

Para ulama berkata, siapakah diantara kita yang ketika ada keperluan sebelum minta kepada manusia dia meminta dulu kepada Allah.

Imam Ahmad berkata hari yang paling membahagiakan adalah ketika saya tidak punya uang. Karena saat itu akan melipat gandakan tawakal, doa dan ketergantungan kepada Allah. Saat ini nuansa keimanan akan memuncak.

Keimanan kita bahwa Allah Maha mengabulkan doa akan menumbuhkan perasaan tenangan dalam hati. Karena Allah Maha Kaya, Maha Dermawan dan Maha Mengabulkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan
[1] sehat badannya
2] aman pada keluarganya,
[3] dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu,
maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.”
(HR. Ibnu majah, no: 4141, dihasankan oleh syaikh al-albani di dalam shahih al-jami’ush shaghir no. 5918)

Dan prasangka baik kepada Allah, ketika doa belum dikabulkan. Karena Alla Maha Tau apa yang terbaik buat kita. Jika kita berdoa maka ada tiga kemungkinan:

  1. Dikabulkan
  2. Diganti dengan yang semisal
  3. Disimpan sebagai pahala.

Maka kita selalu berharap kepada Allah dan tidak bosan untuk berdoa.

#ustadzabdullahzaen #abdullahzaen #asmaulhusna #allahmahamendengar #kajainsunnah #kajianislam