Bercanda adalah salah satu hal yang bisa mencairkan suasana. Namun bercanda di dalam Islam ada aturannya. Bercanda berlebihan hukumnya terlarang. Apalagi bercanda yang di dalamnya terdapat unsur kebohongan atau mengelabui orang.

Hukum memberi sesuatu kepada kawan
dengan niat bercanda.
Ini adalah bercanda yang tercela!
Jika Anda melakukan kebaikan, jangan menyakiti dengannya,
walaupun hanya bercanda.
Kebanyakan penyebab terjadinya
masalah dan permusuhan antar teman
adalah karena candaan.
Orang jauh yang bukan teman dekat
akan memberikan sikap khusus terhadap orang lain,
dia akan bergaul “secara formal”, seperti kata orang.
Namun seorang teman terkadang terlalu bebas
dan berlebihan bercanda dengan temannya
hingga memunculkan kejengkelan,
atau bahkan menimbulkan permusuhan.
Padahal Allah Taʿālā Berfirman,
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang terbaik,
karena sesungguhnya setan akan memunculkan perselisihan di antara mereka.” (QS. Al-Isra’: 53)
Setan akan memanfaatkan kesempatan-kesempatan seperti ini
untuk menebar perselisihan antar manusia.

***

حُكْمُ الْمَنِّ عَلَى الْأَصْدِقَاءِ
عَلَى سَبِيلِ الْمِزَاحِ
هَذَا مِنَ الْمِزَاحِ الْمَذْمُومِ
إِذَا فَعَلْتَ مَعْرُوفًا لَا تَمْتَنْ بِهِ
وَلَوْ عَلَى سَبِيلِ الْمِزَاحِ
وَأَكْثَرُ مَا تَقَعُ
الْمَشَاكِلُ بَيْنَ الْأَصْدِقَاءِ وَالْعَدَاوَاتُ
بِسَبَبِ الْمِزَاحِ
الْبَعِيدُ الَّذِي لَيْسَ بِالصَّدِيقِ
يَتَعَامَلُ الْإِنْسَانُ مَعَهُ مُعَامِلَةً خَاصَّةً
يَتَعَامَلُ مَعَهُ يَعْنِي كَمَا يُقَالُ مُعَامَلَةً رَسْمِيَّةً
لَكِنَّ الصَّدِيقَ رُبَّمَا يَتَبَسَّطُ مَعَهُ كَثِيرًا
وَرُبَّمَا يَتَوَسَّعُ مَعَهُ فِي الْمِزَاحِ
فَتَقَعُ بَيْنَهُمَا شَحْنًا
وَرُبَّمَا تَقَعُ الْعَدَاوَةُ
وَاللهُ تَعَالَى يَقُولُ
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ
الشَّيْطَانُ يَشْتَغِلُ مِثْلَ هَذِهِ الْمَوَاقِفِ
لِلنَّزْغِ بَيْنَ النَّاسِ