Sebagai seorang insan yang terlahir dari keluarga muslim, kita diajarkan berbagai macam adab yang baik semenjak kecil. Di antara adab-adab yang tentunya sudah kita ketahui yaitu adab buang hajat. Sebelum masuk ke kamar mandi, kita diperintahkan untuk berdoa. Sedangkan saat masuk kamar mandi kita diajarkan agar kaki kiri didahulukan daripada kaki kanan. Dan saat keluar kamar mandi, kaki kanan didahulukan daripada kaki kiri.
Apa hukum kencing dengan berdiri?
Kencing dengan posisi berdiri dibolehkan dengan dua syarat:
[SYARAT PERTAMA]
Tidak dikhawatirkan auratnya akan terlihat orang lain.
[SYARAT KEDUA]
Tidak dikhawatirkan akan terkena najis.
Jika seseorang yang kencing berdiri merasa aman dari auratnya terlihat orang lain,
semisal ia kencing di toilet.
Merasa aman juga dari terkena najis.
Maka ia boleh kencing berdiri.
Disebutkan dalam hadis Hudzaifah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi pembuangan sampah suatu kaum.
Lalu beliau kencing di tempat itu dengan berdiri.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
***
مَا حُكْمُ الْبَوْلِ قَائِمًا؟
الْبَوْلُ قَائِمًا يَجُوزُ بِشَرْطَيْنِ
الشَّرْطُ الْأَوَّلُ أَمْنُ انْكِشَافِ الْعَوْرَةِ
وَالشَّرْطُ الثَّانِي أَمْنُ تَلْوِيْثِ النَّجَاسَةِ
فَإِذَا كَانَ إِذَا بَالَ قَائِمًا أَمِنَ مِنْ أَنْ تَنْكَشِفَ عَوْرَتُهُ
مَثَلًا بِأَنْ يَكُونَ دَاخِلَ دَوْرَةِ الْمِيَاهِ مَثَلًا
وَأَمِنَ أَيْضًا مِنْ تَلْوِيْثِ النَّجَاسَةِ
فَلَا بَأْسَ بِأَنْ يَبُولَ قَائِمًا
وَقَدْ جَاءَ فِي حَدِيثِ حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ
فَبَالَ فِيهَا قَائِمًا
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ














