Manusia adalah makhluk yang diberikan kewajiban untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata’alaa. Ibadah yang kita kerjakan menjadi sebab datangnya rahmat dan pertolongan Allah. Ibadah ada banyak macamnya salah satunya doa.

Yakni doa yang digandengkan dengan kehendak Allah ʿAzza wa Jalla
dengan seseorang berkata, “Ya Allah, ampuni aku jika Engkau Berkehendak.”
“Ya Allah, Rahmati aku jika Engkau Berkehendak.”
Doa semacam ini terdapat dalil tegas yang melarangnya,
yang tersebut dalam kitab Sahih bahwa Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa Sallam bersabda,
“Janganlah kalian berkata, ‘Ya Allah, Ampuni aku jika Engkau Berkehendak,’
melainkan harus mantap memintanya.”
Yang paling tepat dari dua pendapat ulama, bahwa larangan ini
bermakna haram sehingga haram hukumnya seseorang menggandengkan
doanya dengan kehendak Allah.
Hal ini haram karena dua hal:
Pertama, bahwa doa seperti ini berkonotasi
ketidaksempurnaan kemampuan Allah.
Ini yang diisyaratkan Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa Sallam dalam sabdanya,
“… sesungguhnya Allah tidak Berkeberatan dengan sesuatu pun.”
Kedua, bahwa doa seperti ini berkonotasi
lemahnya harapan orang yang berdoa.
Ini yang diisyaratkan Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa Sallam dalam sabdanya,
“… harus mantap memintanya.”
Artinya, dia harus berdoa dengan penuh keyakinan.
Inilah dua sebab kenapa doa semacam ini haram.

***

وَهُوَ الدُّعَاءُ الْمُعَلَّقُ عَلَى مَشِيئَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
فِي قَوْلِ الْقَائِلِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ
وَهَذَا الْقِسْمُ جَاءَ الدَّلِيلُ الصَّرِيحُ بِالنَّهْيِ عَنْهُ
وَهُوَ مَا جَاءَ فِي الصَّحِيحِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَا يَقُلْ أَحَدُكُمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ
وَلِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ
وَهَذَا النَّهْيُ فِي أَصَحِّ قَوْلَيْ أَهْلِ الْعِلْمِ
لِلتَّحْرِيمِ فَيَحْرُمُ أَنْ يُعَلِّقَ الْإِنْسَانُ
دُعَاءَهُ بِالْمَشِيئَةِ
وَإِنَّمَا حَرُمَ ذَلِكَ لِأَمْرَينِ
أَحَدُهُمَا مَا يُوهِمُهُ هَذَا الدُّعَاءُ
مِنْ عَدَمِ كَمَالِ قُدْرَةِ اللهِ
وَإِلَيْهِ أَشَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ
فَإِنَّ اللهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيءٌ
وَالْآخَرُ مَا يُوْهِمُهُ هَذَا الدُّعَاءُ
مِنْ ضَعْفِ رَغْبَةِ الدَّاعِي
وَإِلَيْهِ أَشَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ
وَلِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ
أَيْ لِيَكُنْ عَاقِدًا لَهَا بِوَجْهِ يَقِينٍ
فَلِأَجْلِ هَذَيْنِ الْوَجْهَينِ صَارَ الدُّعَاءُ بِذَلِكَ مُحَرَّمًا