Di siang hari manusia menjalankan aktivitas seperti bekerja, bersekolah, berbelanja, dan sebagainya. Adapun malam hari merupakan waktu untuk beristirahat sehingga manusia terlelap dalam tidurnya. Akan tetapi di sebagian malam hendaknya kita bangun untuk mendirikan salat malam.
Bagaimana cara seorang muslim membiasakan diri untuk Salat Malam?
Cara membiasakan dirinya untuk Salat Malam adalah:
Pertama, dengan memberi perhatian besar terhadap ibadah ini.
Memberi perhatian besar terhadapnya dan berusaha keras untuk mengerjakannya.
Serta melakukan hal-hal yang dapat membantunya untuk melakukannya.
Di antaranya adalah dengan tidur lebih awal,
memasang alarm agar membangunkannya untuk Salat Malam,
menghadirkan makna yang terkandung dalam Salat Malam, seperti pahala dan keutamaannya,
serta mengingat bahwa Salat Malam adalah munajat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, serta menghayati turunnya Allah Subhanah.
Sebagaimana sabda Nabi ‘alaihis shalatu wassalam, “Tuhan kita turun ke langit dunia…”
—dengan turun yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, tidak serupa dengan turunnya para makhluk—
“Tuhan kita turun ke langit dunia saat malam tersisa sepertiga akhirnya…
Lalu Allah berfirman, ‘Apakah ada yang berdoa untuk Aku kabulkan? Apakah ada yang meminta untuk Aku Beri?…
Apakah ada yang meminta ampun untuk Aku ampuni?’ Dan ini terjadi setiap malam.”
Hendaklah menghadirkan makna ini. Dengan demikian…
apabila dia mendirikan Salat Malam dan membiasakan dirinya
maka dirinya akan terbiasa melakukannya.
Di antara manfaat Salat Malam adalah dia akan mendirikan Salat Subuh berjamaah di masjid.
Karena jika dia mendirikan Salat Malam di akhir malam, maka hampir pasti dia dapat mendirikan Salat Subuh berjamaah di masjid.
Kalaulah manfaat Salat Malam hanya jaminan dapat Salat Subuh berjamaah di masjid, niscaya itu sudah cukup (menjadi motivasi).
Apalagi jika dia Salat Malam, bisa mendapat rahmat Allah ‘Azza wa Jalla,
dan mungkin juga doanya dikabulkan, yang dengannya Allah Ta’ala menetapkan kebaikan yang besar baginya.
***
كَيْفَ يُعَوِّدُ الْمُسْلِمُ نَفْسَهُ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ؟
يُعَوِّدُ نَفْسَهُ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ
بِالِاهْتِمَام أَوَّلًا بِهَذِهِ الْعِبَادَةِ
يَهْتَمُّ بِهَا وَيَحْرِصُ عَلَى تَحْقِيقِهَا
وَيَفْعَلُ أَوْ يَأْتِي بِالْوَسَائِل الْمُعِيْنَةِ لَهُ عَلَى فِعْلِهَا
وَمِنْ ذَلِكَ أَنْ يَنَامَ مُبَكِّرًا
وَيَضَعَ مُنَبِّهًا يُوقِظُهُ لِقِيَامِ اللَّيْلِ
وَيَسْتَحْضِرَ مَا وَرَدَ فِي قِيَامِ اللَّيْلِ مِنَ الْأُجُورِ وَالفَضَائِلِ
وَأَنَّ فِي ذَلِكَ مُنَاجَاةً لِلرَّبِّ عَزَّ وَجَلَّ وَيَسْتَحْضِرَ نُزُولَ الرَّبِّ سُبْحَانَهُ
كَمَا قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ يَنْزِلُ رَبُّنَا إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا
نُزُولًا يَلِيْقُ بِجَلَالِهِ وَعَظَمَتِهِ جَلَّ وَعَلَا لَيْسَ كَنُزُولِ الْمَخْلُوقِيْنَ
يَنْزِلُ رَبُّنَا إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرِ
فَيَقُولُ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ؟
هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ؟ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
يَسْتَحْضِرُ هَذَا الْمَعْنَى وَبِذَلِكَ
إِذَا قَامَ اللَّيْلَ يَعْنِي عَوَّدَ نَفْسَهُ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ
فَإِنَّ نَفْسَهُ تَرَتَاضُ وَتَتَعَوَّدُ عَلَى ذَلِكَ
وَمِنْ فَوَائِدِ قِيَامِ اللَّيْلِ أَنَّهُ يُؤَدِّي صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فِي الْمَسْجِدِ
لِأَنَّهُ إِذَا قَامَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ بِالضَّرُوْرَةِ سَوْفَ يُصَلِّي صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ الْجَمَاعَةِ فِي الْمَسْجِدِ
فَلَوْ لَمْ يَكُنْ مِنْ فَوَائِدِ قِيَامِ اللَّيْلِ إِلَّا أَنَّهُ يَضْمَنُ أَنَّهُ يُصَلِّي صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ جَمَاعَةٍ فِي الْمَسْجِدِ لَكَفَى
فَكَيْفَ وَهُوَ يَتَعَرَّضُ لِنَفَحَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَرُبَّمَا تُسْتَجَابُ لَهُ دَعْوَةٌ يَكْتُبُ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِسَبَبِهَا خَيْرًا عَظِيمًا














