Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah subhanahu wata’alaa. Namun, bukan berarti ujian tersebut tidak ada jalan keluarnya. Bahkan Allah subhanahu wata’alaa telah menegaskan bahwa di setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Allah subhanahu wata’alaa berfirman:

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 6)

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam,
yang telah memberi harapan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman,
dengan kebaikan yang agung dan pahala yang berlimpah.
Kita memuji-Nya, Maha Suci Dia, karena Dia telah memberi kita anugerah yang banyak,
dan mengaruniakan kepada kita karunia yang banyak.
Maka hanya bagi-Nya segala puji dan sanjungan.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Allah Jalla wa ‘Ala menyebut Nabi Muhammad dalam firman-Nya,
di surat Adh-Dhuha:
“Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.”
“Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.”
“Dan sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu engkau menjadi puas.” (QS. Adh-Dhuha: 3-5).
Semoga selawat dan salam selalu tercurah kepada beliau, kepada keluarga, para sahabat, dan para pengikut beliau, serta semoga salam sejahtera yang melimpah menyertai mereka.
Amma ba’du (Adapun setelah itu):
Di antara pembahasan tentang hati, hendaklah seseorang,
hatinya selalu penuh dengan harapan
terhadap karunia Allah Jalla wa ‘Ala,
serta menanti jalan keluar dari-Nya, Maha Suci Dia.
Sebab Allah-lah yang menggerakkan seluruh alam semesta.
Di tangan-Nya-lah segala urusan.
Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata: “Jadilah!” maka terjadilah.
Betapa sering keadaan terasa begitu sempit,
dan urusan menjadi sulit dan rumit,
lalu Allah ‘Azza wa Jalla mendatangkan solusi yang begitu dekat,
yang tidak diduga oleh para hamba-Nya,
dari pintu yang tidak mereka perkirakan,
dan mereka pun tak menyangka bahwa solusi akan datang dari sana.
Oleh karena itu, sepatutnya kita menggantungkan harapan kita
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena barang siapa menggantungkan harapannya kepada Allah,
maka pasti akan datang jalan keluar (pertolongan) baginya.
Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam hadis Qudsi,
“Aku berdasarkan sangkaan hamba-Ku kepada-Ku,
maka hendaklah ia bersangka kepada-Ku sebagaimana yang ia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban).
Apabila seorang hamba telah beriman dengan keimanan yang kuat dan teguh
terhadap kebenaran janji Allah ‘Azza wa Jalla,
ketika Allah menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman
untuk mengabulkan doa mereka, sebagaimana firman-Nya:
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian.” (QS. Ghafir: 60).
Juga ketika Allah menjanjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman
berbagai kebaikan, pertolongan, dan keberhasilan,
serta kemenangan di dunia dan akhirat.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Sungguh, Kami pasti menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia ini,
dan pada hari ketika para saksi berdiri (di hadapan Allah).” (QS. Ghafir: 51).
Juga sebagaimana firman-Nya: “Dan adalah hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Rum: 47).
Juga sebagaimana firman-Nya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian.” (QS. Ghafir: 60).
Juga firman-Nya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka.” (QS. At-Thalaq: 2-3).
Maka kita meyakini sepenuhnya bahwa janji Allah pasti terjadi, tanpa keraguan sedikit pun.
Kita percaya kepada Allah dan percaya kepada janji-Nya
Kita tidak pula hanya percaya pada diri kita sendiri, melainkan kita hanya percaya kepada Tuhan kita Jalla wa ‘Ala.
Bagaimana mungkin kita tidak percaya kepada Allah,
padahal kita tahu bahwa Dia-lah yang mengatur alam semesta,
dan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
serta Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya,
dan Dia adalah Yang Maha Benar dalam janji-Nya.
“Dan siapakah yang lebih benar ucapannya daripada Allah? (QS. An-Nisa: 122).
Bagaimana mungkin kita tidak percaya kepada Allah,
dan tidak menggantungkan harapan kita kepada-Nya, Maha Suci Dia,
padahal kita menyaksikan kesudahan yang baik bagi para wali-Nya,
dan para nabi-Nya sejak generasi-generasi terdahulu,
yang Allah ‘Azza wa Jalla selamatkan mereka dari para musuh yang membuat makar terhadap mereka,
dengan segala bentuk makar yang besar,
yang seandainya diberikan kepada gunung-gunung, niscaya akan runtuh.
Dengan demikian, kita hanya percaya kepada Allah Ta’ala,
dan tidak percaya kepada selain-Nya.
Sekian. Wallahu a’lam.
Semoga selawat selalu tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau.

***

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
أَمَّلَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ
بِالْخَيْرِ الْعَظِيْمِ وَالثّوَابِ الْجَزِيْلِ
نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ فَقَدْ أَعْطَانَا فَأَجْزَلَ
وَوَهَبْنَا فَأَكْثَرَ
فَلَهُ الْحَمْدُ وَالثَّنَاءُ
وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
ذَكَرَهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا بِقَوْلِهِ
فِي سُورَةِ الضُّحَى
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى (الضحى: ٣-٥)
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا
أَمَّا بَعْدُ:
فَإِنَّ مِنْ حَدِيثِ الْقَلْبِ أَنْ يَكُونَ الْإِنْسَانُ
مُمْتَلِئَ الْقَلْبِ بِالْأَمَلِ
فِي فَضْلِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا
وَانْتِظَارِ الفَرَجِ مِنْهُ سُبْحَانَهُ
فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى هُوَ الْمُحَرِّكُ لِلْكَوْنِ
وَبِيَدِهِ أَزِمَّةُ الْأُمُورِ
وَإِذَا أَرَادَ شَيْئًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
وَكَمْ مِنْ مَرَّةٍ تَكُونُ الْحَلَقَاتُ قَدْ تَضَيَّقَتْ
وَتَكُونُ الْأُمُورُ قَدْ تَعَسَّرَتْ
فَيَأْتِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِفَرَجٍ قَرِيبٍ
لَمْ يَتَوَقَّعْهُ الْعِبَادُ
مِنْ بَابٍ لَا يَحْتَسِبُونَهُ
وَلَا يَتَصَوَّرُوْنَ أَنَّ الْفَرَجَ مِنْهُ
وَلِذَلِكَ لِيَكُنْ مِنْ شَأْنِنَا أَنْ نُعَلِّقَ رَجَاءَنَا
بِاللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
فَإِنَّ مَنْ عَلَّقَ رَجَاءَهُ بِاللَّهِ
فَسَيَأْتِيْهِ الْفَرَجُ
كَمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ (رواه ابن حبان)
وَإِذَا كَانَ الْعَبْدُ قَدْ آمَنَ إِيْمَانًا قَاطِعًا جَازِمًا
بِصِدْقِ وَعْدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
حِينَمَا وَعَدَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِيْنَ
بِإِجَابَةِ دُعَائِهِمْ فِي قَوْلِهِ
وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: ٦٠)
وَحِينَمَا وَعَدَ اللَّهُ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِينَ
بِالْخَيْرَاتِ وَالنَّصْرِ وَالْفَلَاحِ
وَالْفَوْزِ دُنْيًا وَآخِرَةً
كَمَا قَالَ تَعَالَى:
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (غافر: ٥١)
وَكَمَا قَالَ: وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (الروم: ٤٧)
وَكَمَا قَالَ: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: ٦٠)
وَكَمَا قَالَ: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ (الطلاق: ٢-٣)
فَإِنَّنَا نَجْزِمُ بِأَنَّ وَعْدَ اللَّهِ وَاقِعٌ لَا مَحَالَةَ
نَثِقُ فِي اللَّهِ وَنَثِقُ فِي وَعْدِهِ
وَلَا نَثِقُ فِي أَنْفُسِنَا وَإِنَّمَا نَثِقُ فِي رَبِّنَا جَلَّ وَعَلَا
وَكَيْفَ لَا نَثِقُ فِي اللَّهِ
وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ هُوَ الْمُتَصَرِّفُ فِي الْكَوْنِ
وَأَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
وَأَنَّهُ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
وَأَنَّهُ صَادِقُ الْوَعْدِ
وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا (النساء: ١٢٢)
وَكَيْفَ لَا نَثِقُ فِي اللَّهِ
وَلَا نُعَلِّقُ رَجَاءَنَا فِيهِ سُبْحَانَهُ
وَنَحْنُ نُشَاهِدُ الْعَاقِبَةَ الْحَمِيدَةَ لِأَوْلِيَائِهِ
وَأَنْبِيَائِهِ مِنَ الْعُصُورِ الْأُولَى
يُنَجِّيهِمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَعْدَائِهِمْ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ بِهِمْ
أَنْوَاعَ الْمَكْرِ الْكُبَّارِ
الَّذِي لَوْ عُرِضَ عَلَى الْجِبَالِ لَأَسْقَطَهَا
فَحِينَئِذٍ نَثِقُ فِي اللَّهِ تَعَالَى
وَلَا نَثِقُ فِي غَيْرِهِ
هَذَا وَاللَّهُ أَعْلَمُ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)