Setiap kita memiliki cita-cita yang ingin digapai. Namun, semua itu tidaklah terwujud hanya dengan mengandalkan kekuatan pribadi semata. Karena selain ikhtiar, juga diperlukan iringan doa kepada Allah subhanahu wata’alaa. Karena hanya Allah saja yang dapat mengabulkan impian seorang hamba.
“… mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.” (QS. Al-Baqarah: 218)
Syaikh Abdurrahman memiliki ucapan yang bagus dalam hal ini, wahai saudara-saudara, dan saya anjurkan kepada kalian
untuk merujuk kitab ini. Bacalah kitab tersebut, semoga Allah memberkahi kalian.
Beliau—semoga Allah merahmatinya—berkata atau menyebutkan:
bahwa harapan tidak mungkin terwujud kecuali dengan apa?
Dengan menjalankan sebab-sebab yang membawa kepada kebahagiaan.
Adapun harapan yang tidak disertai dengan usaha,
maka itu adalah harapan orang-orang lemah dan yang tidak beramal.
Syaikh menambahkan, “Dia bagaikan orang yang mengharapkan anak, tetapi tidak menikah.”
Maka, wajib bagi seseorang untuk menjalankan sebab-sebab yang mendatangkan harapannya.
Dari mana Syaikh—semoga Allah merahmatinya—mengambil faedah ini?
Dari firman Allah tentang orang-orang yang melakukan sebab-sebab: mereka beriman, berhijrah, dan berjihad… (Lihat QS. Al-Baqarah: 218).
Kemudian Allah berfirman: “… mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.”
Lalu beliau menyebutkan faedah kedua dari ayat ini:
Sebanyak apa pun amal yang dikerjakan seseorang,
ia tetap tidak boleh bersandar atau bertumpu pada amalannya itu.
Namun, hendaklah ia hanya berharap rahmat Allah.
Dari mana faedah ini kita dapat, wahai saudara-saudara?
Yaitu dari kenyataan bahwa mereka telah beriman, berhijrah, dan berjihad.
Namun kendati demikian, mereka tetap hanya mengharapkan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.
“Mereka itulah yang mengharapkan…”
Mereka tidak dipastikan mendapat rahmat, wahai saudara-saudara!
Dari sini kita memahami bahwa jika seseorang mengerjakan amal saleh,
ia tidak boleh memastikan bahwa amalnya diterima, akan tetapi…
hendaklah ia berharap dengan harapan yang melahirkan sangkaan baik kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Benar! Ia berbaik sangka kepada Tuhannya,
bahwa jika ia mengerjakan amal saleh, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih pemurah daripada sekadar menerima amal itu.
Akan tetapi, ia tidak boleh meyakini bahwa cukup dengan beramal, lalu urusannya selesai.
Tidak!
Melainkan ia terus beramal, dan tetap dalam keadaan apa, wahai saudara-saudara?
Tetap berharap kepada Tuhannya Subhanahu wa bihamdihi.
***
أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ
الشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ لَهُ كَلَامٌ حَسَنٌ يَا إِخْوَانِي وَأَنَا أُوصِيْكُمْ
بِالرُّجُوعِ إِلَى هَذَا الْكِتَابِ اقْرَؤُوْهُ بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ
قَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى أَوْ ذَكَرَ
أَنَّ الرَّجَاءَ لَا يَكُونُ إِلَّا بِمَاذَا؟
بِفِعْلِ أَسْبَابِ السَّعَادَةِ
أَمَّا إِذَا كَانَ الرَّجَاءُ دُونَ أَسْبَابٍ
فَهُوَ رَجَاءُ الْعَاجِزِينَ وَالْبَطَّالِيْنَ
قَالَ وَهُوَ كَمَنَ يَرْجُو وَلَدًا دُونَ أَنْ يَتَزَوَّجَ
فَلَا بُدَّ مِنْ فِعْلِ أَسْبَابِ الرَّجَاءِ
مِنْ أَيْنَ أَخَذَ هَذَا رَحِمَهُ اللَّهُ؟
فَعَلُوا الْأَسْبَابَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا
ثُمَّ قَالَ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ
ثُمَّ ذَكَرَ لَطِيفَةً ثَانِيَةً فِي هَذِهِ الْآيَةِ
وَهِيَ أَنَّ الْإِنْسَانَ مَهْمَا عَمِلَ مِنَ الْأَعْمَالِ
فَلَا يُعَوِّلُ عَلَى عَمَلِهِ وَلَا يَرْكَنُ إِلَيْهِ
وَإِنَّمَا يَرْجُو
مِنْ أَيْنَ أَخَذْنَاهُ يَا إِخْوَانُ؟
أَنَّ هَؤُلَاءِ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا
وَمَعَ ذَلِكَ كَانُوا يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
أُولَئِكَ يَرْجُونَ
مَا قُطِعَ لَهُمْ يَا إِخْوَانِي بِالرَّحْمَةِ
وَفِيهِ أَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا عَمِلَ الْعَمَلَ الصَّالِحَ
لَا يَقْطَعُ لِنَفْسِهِ بِالْقَبُولِ وَلَكِنْ
يَرْجُو رَجَاءً يُورِثُهُ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
نَعَمْ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِرَبِّهِ
أَنَّهُ إِذَا عَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَكْرَمُ مِنْهُ
لَكِنْ لَا يَعْتَقِدُ أَنَّهُ خَلَاصٌ عَمِلَ وَانْتَهَى الْأَمْرُ
لَا
بَلْ يَعْمَلُ وَلَا يَزَالُ مَاذَا يَا إِخْوَانُ؟
رَاجِيًا لِرَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Laporan Produksi
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














