Sebagian orang menjalani profesi meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam banyak kasus, meminta-minta justru membuat seseorang terjebak pada ketergantungan dan menjauh dari dorongan untuk berusaha dengan kemampuan yang Allah karuniakan. Padahal, bekerja dengan tangan sendiri, meski hasilnya sedikit, lebih mulia daripada berharap pada belas kasih manusia.
Suatu faedah dari doa Imam Ahmad.
Abdullah, putra Imam Ahmad bin Hambal, berkata:
“Dulu aku sering mendengar ayahku berdoa di akhir shalatnya:
‘Ya Allah, sebagaimana Engkau melindungi wajahku dari bersujud kepada selain Engkau,
maka lindungi pula wajahku dari meminta-minta kepada selain Engkau.’”
Ini adalah doa agung yang sering dibaca oleh Imam Ahmad.
“Ya Allah, sebagaimana Engkau melindungi wajahku dari bersujud kepada selain Engkau,
maka lindungi pula wajahku dari meminta-minta kepada selain Engkau.”
Orang muslim—alhamdulillah—dilindungi oleh Allah Ta’ala dari bersujud kepada selain-Nya.
Maka, hendaklah seorang muslim juga menjaga wajahnya agar tidak meminta-minta kepada selain Allah.
Bahkan jika ia memerlukan sesuatu, tetap menghindari meminta kepada manusia.
Karena meminta-minta mengandung kehinaan.
Tangan di atas—yaitu tangan yang memberi—lebih baik daripada tangan di bawah—yaitu tangan yang menerima.
Oleh sebab itu, beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbaiat kepada beliau untuk tidak meminta apa pun kepada manusia.
Bahkan ketika cambuk salah seorang dari mereka terjatuh, ia turun sendiri dari tunggangannya untuk mengambilnya,
tanpa meminta seorang pun mengambilkannya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah.”
Alangkah baiknya jika seorang muslim menjadikan hal ini sebagai prinsip hidupnya:
tidak meminta apa pun kepada manusia,
melainkan bersandar kepada Tuhannya Subhanahu wa Ta’ala, tanpa meminta apa pun kepada makhluk.
Hendaklah seseorang menumbuhkan rasa kehormatan diri dalam jiwanya.
Ada sebagian orang yang punya penyakit suka meminta-minta kepada orang lain,
bahkan terkadang ia sebenarnya kaya atau kondisinya lapang,
namun tetap saja meminta harta orang lain.
Meminta-minta harta manusia adalah perbuatan yang tercela.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa meminta harta manusia untuk memperbanyak kekayaannya,
maka sesungguhnya ia meminta bara api; terserah, sedikit atau banyak yang ia ambil.”
Oleh sebab itu, doa ini sangat agung, selayaknya bagi setiap muslim untuk menjaganya:
“Ya Allah, sebagaimana Engkau melindungi wajahku dari bersujud kepada selain Engkau,
maka lindungi pula wajahku dari meminta-minta kepada selain Engkau.”
***
فَائِدَةٌ مِنْ أَدْعِيَةِ الإِمَامِ أَحْمَدَ
قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنُ الْإِمَامِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ
كُنْتُ أَسْمَعُ أَبِي كَثِيرًا يَقُولُ فِي دُبُرِ صَلَاتِهِ
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وَجْهِي عَنِ السُّجُودِ لِغَيْرِكَ
فَصُنْ وَجْهِي عَنِ الْمَسْأَلَةِ لِغَيْرِكَ
هَذَا الدُّعَاءُ دُعَاءٌ عَظِيمٌ كَانَ يَدْعُو بِهِ الْإِمَامُ أَحْمَدُ كَثِيرًا
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وَجْهِي عَنِ السُّجُودِ لِغَيْرِكَ
فَصُنْ وَجْهِي عَنِ الْمَسْأَلَةِ لِغَيْرِكَ
فَالْمُسْلِمُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ صَانَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَنْ أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ
فَيَنْبَغِي كَذَلِكَ أَنْ يَصُونَ الْمُسْلِمُ وَجْهَهُ عَنْ أَنْ يَسْأَلَ غَيْرَ اللَّهِ
حَتَّى لَوْ احْتَاجَ لَا يَسْأَلُ غَيْرَهُ
إِنَّ السُّؤَالَ فِيهِ ذِلَّةٌ
وَالْيَدُ الْعُلْيَا وَهِيَ الْمُعْطِيَةُ خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى وَهِيَ الْآخِذَةُ
وَلِهَذَا بَايَعَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَايَعُوهُ عَلَى أَلَّا يَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا
فَكَانَ سَوْطُ أَحَدِهِمْ يَسْقُطُ فَيَنْزِلُ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَيَأْخُذُهُ
وَلَا يَطْلُبُ مِنْ أَحَدٍ أَنْ يُنَاوِلَهُ إِيَّاهُ
وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ
فَيَنْبَغِي أَنْ يَجْعَلَ الْمُسْلِمُ هَذَا مَبْدَأً لَهُ فِي الْحَيَاةِ
لَا يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا
يَلْجَأُ إِلَى رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَلَا يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا
يَنْبَغِي أَنْ يُرْبِيَ الْإِنْسَانُ مَعَانِيَ الْعِزَّةِ فِي نَفْسِهِ
بَعْضُ النَّاسِ مُبْتَلًى مُبْتَلًى بِسُؤَالِ غَيْرِهِ
وَرُبَّمَا يَكُونُ غَنِيًّا أَوْ أَحْوَالُهُ مَيْسُورَةً
وَمَعَ ذَلِكَ تَجِدُهُ يَسْأَلُ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ
فَسُؤَالُ النَّاسِ أَمْوَالَهُمْ مَذْمُومٌ
كَمَا قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ مَنْ سَأَلَ أَمْوَالَ النَّاسِ تَكَثُّرًا
فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ
وَلِهَذَا فَهَذَا الدُّعَاءُ دُعَاءٌ عَظِيمٌ يَنْبَغِي أَنْ يَحْرِصَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُ
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وَجْهِي عَنِ السُّجُودِ لِغَيْرِكَ
فَصُنْ وَجْهِي عَنِ الْمَسْأَلَةِ لِغَيْرِكَ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Laporan Produksi
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














