Agama Islam penuh dengan kemudahan. Di samping keharusan menunaikan kewajiban syariat, terdapat keringanan yang ditawarkan. Salat termasuk ibadah wajib sebagai rukun Islam. Kita tidak boleh meninggalkan salat tetapi boleh mengambil keringanan. Dalam keadaan safar, seorang muslim dipersilakan menunaikan salat dengan cara menjamak.

Syaikh kami, ia ingin penjelasan rinci mengenai tenggat waktu yang membolehkan seorang musafir untuk menjamak dan mengqashar shalatnya.
Hukum asal shalat adalah dilaksanakan secara sempurna.
Setiap shalat ditunaikan pada waktunya masing-masing.
Hal ini berdasarkan firman Allah Jalla wa ‘Ala:
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.” (QS. An-Nisa: 103).
Dengan demikian, wajib bagi setiap insan untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya,
dan tidak diperbolehkan menunda shalat atau menjamak dua shalat sekaligus, tanpa (ada uzurnya).
Setiap insan harus tetap mengupayakan shalat pada waktunya,
serta menjalankannya dengan rakaat yang sempurna.
Jika hal ini telah dipahami, maka seseorang diperbolehkan mengqashar shalat dalam beberapa kondisi.
Kondisi pertama: Saat ia berpindah dari satu daerah ke daerah lain sebagai seorang musafir.
Berdasarkan firman Allah Jalla wa ‘Ala: “Apabila kamu bepergian di bumi,
maka tidak ada dosa bagimu untuk mengqashar shalat,
jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (QS. An-Nisa: 101).
Kondisi kedua:
Jika seseorang menetap sementara di tempat tujuan selama satu, dua, tiga, atau empat hari.
Maka saat itu ia boleh mengambil rukhshah (keringanan) untuk menjamak dan mengqashar shalatnya.
Adapun jika ia menetap sementara lebih dari batas waktu itu (lebih dari 4 hari),
maka ia wajib menyempurnakan shalatnya (sesuai waktu dan rakaat aslinya).
Demikian pula jika ia menetap di suatu tempat, tanpa tahu
berapa lama ia akan menetap dan kapan akan berakhir urusannya,
ia menunggu suatu urusan yang ia harap bisa selesai setiap harinya,
maka dalam kondisi ini ia pun diperbolehkan mengambil keringanan safar.
Sedangkan orang yang menetap sementara, tapi mengetahui berapa lama durasinya,
dan itu lebih dari empat hari,
maka ia wajib menyempurnakan shalatnya (sesuai waktu dan jumlah rakaat aslinya), karena ia tidak lagi dianggap sebagai orang yang sedang bepergian.
Sebab Allah Ta’ala berfirman: “Apabila kamu bepergian di bumi,
maka tidak ada dosa bagimu untuk mengqashar shalat…”
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang yang sudah tidak lagi dalam keadaan bepergian,
maka ia berdosa jika tetap mengqashar shalatnya.

***

سَأَلَتْ شَيْخَنَا تُرِيدُ التَّفْصِيلَ فِي الْمُدَّةِ الَّتِي يَجُوزُ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يَجْمَعَ وَيَقْصُرَ الصَّلَوَاتِ
الْأَصْلُ فِي الصَّلَاةِ أَنْ تُؤَدَّى تَامَّةً
كُلُّ صَلَاةٍ فِي وَقْتِهَا
لِقَوْلِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
وَبِالتَّالِي الْوَاجِبُ عَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَقُومَ بِأَدَاءِ الصَّلَوَاتِ فِي أَوْقَاتِهَا
وَلَا يَجُوزُ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يُؤَخِّرَ الصَّلَاةَ أَوْ أَنْ يَجْمَعَ الصَّلَاتَيْنِ بِدُونِ أَنْ
بَلْ لَا بُدَّ أَنْ يُؤَدِّيَ كُلَّ صَلَاةٍ فِي وَقْتِهَا
وَأَنْ يُؤَدِّيَهَا تَامَّةً
إِذَا تَقَرَّرَ هَذَا فَإِنَّ الْإِنْسَانَ يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَقْصُرَ الصَّلَاةَ فِي أَحْوَالٍ
الْحَالَةُ الْأُولَى عِنْدَ انْتِقَالِهِ مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ آخَرَ مُسَافِرًا
لِقَوْلِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ
إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا
الْحَالَةُ الثَّانِيَةُ
إِذَا أَقَامَ الْإِنْسَانُ إِقَامَةً مُؤَقَّتَةً لِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ أَوْ أَرْبَعَةٍ
جَازَ لَهُ حِينَئِذٍ أَنْ يَأْخُذَ بِالرُّخْصَةِ وَأَنْ يَجْمَعَ وَأَنْ يَقْصُرَ
أَمَّا إِذَا زَادَتْ إِقَامَتُهُ الْمُؤَقَّتَةُ عَلَى هَذَا الْمِقْدَارِ
وَجَبَ عَلَيْهِ إِتْمَامُ الصَّلَاةِ
وَهَكَذَا إِذَا أَقَامَ إِقَامَةً لَا يَدْرِي
مَا مَدَى هَذِهِ الْإِقَامَةِ وَلَا مَتَى سَتَنْتَهِي
يَنْتَظِرُ أَمْرًا يَرْجُو خَلَاصَهُ فِي كُلِّ يَوْمٍ
فَهَذَا أَيْضًا يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَتَرَخَّصَ بِرُخَصِ السَّفَرِ
وَأَمَّا مَنْ أَقَامَ إِقَامَةً مُؤَقَّتَةً يَعْلَمُ مَدَاهَا
وَيَكُونُ أَمَدُهَا زَائِدًا عَنْ أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ
فَإِنَّهُ يَجِبُ عَلَيْهِ إِتْمَامُ الصَّلَاةِ لِكَوْنِهِ لَمْ يَعُدْ ضَارِبًا فِي الْأَرْضِ
وَاللَّهُ تَعَالَى قَالَ وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ
فَفُهِمَ مِنْهُ أَنَّ مَنْ لَمْ يَضْرِبْ فِي الْأَرْضِ
فَعَلَيْهِ جُنَاحٌ مَتَى قَصَرَ الصَّلَاةَ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)