Membangun rumah tangga yang solid memerlukan kesungguhan dalam mengelola sudut pandang agar tidak mudah goyah diterpa badai perbedaan. Sering kali, konflik meninggi hanya karena kita terlalu fokus pada satu titik kekurangan pasangan tanpa menyadari hamparan kebaikan yang selama ini ia berikan. Padahal, rahasia kebahagiaan para pasangan yang langgeng terletak pada kemampuan mereka untuk melihat sisi positif di tengah kekecewaan yang muncul.
“…Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah), karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19).
Di antara “kebaikan yang banyak” itu adalah ketika suami atau istri melihat akhlak yang mulia pada pasangannya.
Serta melihat adanya kesalehan dalam beragama pada dirinya.
Termasuk kebaikan yang banyak itu adalah ketika istrinya melahirkan anak-anak yang saleh baginya.
Saudara-saudaraku, ada tipe wanita yang memang dianugerahi kesuburan untuk memiliki banyak anak.
Dan bisa jadi akan melahirkan orang-orang besar (tokoh-tokoh umat).
Di antara kebaikan lainnya adalah perlakuan baik sang istri kepada kedua orang tua suaminya.
Ini merupakan poin penting yang harus diperhatikan oleh para istri.
Hari ini ia adalah seorang istri, tapi kelak ia akan menjadi seorang ibu.
Kelak, ia pun akan mengharapkan perlakuan baik dari menantunya (istri dari anak-anaknya).
Jika ia mengharapkan hal itu di masa depan, maka hendaklah ia memulainya sekarang terhadap mertuanya.
Betapa banyak suami yang tetap bersabar mendampingi istrinya—meski ia tidak mencintainya—
hanya karena sang istri begitu baik dalam memperlakukan kedua orang tua suaminya.
Oleh sebab itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (istri).
Jika ia tidak menyukai salah satu perangainya,
tentu ada perangai lain yang ia sukai.” (HR. Muslim).
Saudara-saudaraku, setiap orang harus memandang urusan ini dengan adil, baik ia sebagai suami maupun istri.
Apabila Apabila sisi kebaikannya
masih lebih banyak daripada keburukannya,
maka sepantasnya ia bersabar terhadap pasangannya tersebut.
Sebab standar kebenaran bukan sekadar pada apa yang Anda sukai atau benci.
Bisa jadi Anda menyukai sesuatu yang buruk, dan membenci sesuatu yang baik.
Berikan dalilnya!
“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci…”
“…dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu.”
“…dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216).
Maka, hasil akhir dari segala urusan ada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla, bukan di tangan manusia.
Manusia, Saudara-saudaraku, sering kali hanya melihat apa yang ada di depan mata.
Hanya terpaku pada saat ini saja.
Namun, saudara-saudara, sepantasnya kita bersikap tenang dan menunggu bagaimana akhir dari sebuah urusan.
Hendaknya setiap pasangan bersabar menghadapi satu sama lain.
Sebab, di dalam kesabaran itu terdapat kebaikan yang besar bagi keduanya.
***
فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
وَمِنَ الْخَيْرِ الْكَثِيرِ أَنْ يَرَى أَحَدُهُمَا مِنَ الْآخَرِ خُلُقًا طَيِّبًا
وَأَنْ يَرَى مِنْهُ صَلَاحًا فِي دِينِهِ
وَمِنَ الْخَيْرِ الْكَثِيرِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تُنْجِبَ لَهُ أَوْلَادًا صَالِحِينَ
فَبَعْضُ النِّسَاءِ يَا إِخْوَانِي وَلُودٌ
وَقَدْ تُنْجِبُ أَيْضًا رِجَالًا
وَمِنَ الْخَيْرِ حُسْنُ مُعَامَلَتِهَا لِوَالِدَيْهِ
أَيْضًا وَهَذِهِ نُقْطَةٌ مُهِمَّةٌ تَنْتَبِهُ لَهَا النِّسَاءُ
الْيَوْمَ هِيَ زَوْجَةٌ وَغَدًا سَتَكُونُ أُمًّا
وَغَدًا تَنْتَظِرُ أَيْضًا مِنْ نِسَاءِ أَوْلَادِهَا حُسْنَ الْمُعَامَلَةِ
فَإِذَا كَانَتْ تُرِيدُ هَذَا أَوْ سَتُرِيْدُهُ مُسْتَقْبِلًا فَلْتَعْمَلْهُ الْآنَ
وَكَمْ مِنَ الرِّجَالِ صَبَرَ عَلَى الْمَرْأَةِ وَهُوَ لَا يُحِبُّهَا
لِحُسْنِ مُعَامَلَتِهَا لِوَالِدَيْهِ
وَلِهَذَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرِكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً
إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا
رَضِيَ مِنْهَا خُلُقًا آخَرَ
يَنْبَغِي أَنْ يَنْظُرَ الْإِنْسَانُ بِعَدْلٍ يَا إِخْوَانُ إِلَى هَذِهِ الْأُمُورِ سَوَاءٌ الرَّجُلُ أَوِ الْمَرْأَةُ
فَإِذَا كَانَتْ مَحَاسِنُهُ
أَكْثَرَ مِنْ مَسَاوِئِهِ
فَيَنْبَغِي الصَّبْرُ مِنْهَا أَوْ مِنْهُ
وَالْمِعْيَارُ لَيْسَ فِي أَنْ تُحِبَّ أَوْ أَنْ تَكْرَهَ
فَقَدْ تُحِبُّ مَكْرُوهًا وَتَكْرَهُ مَاذَا؟ مَحْبُوبًا
أَعْطُونِي دَلِيلًا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ
وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ
فَالْعَوَاقِبُ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَيْسَتْ فِي أَيْدِ الْبَشَرِ
النَّاسُ يَا إِخْوَانُ دَائِمًا نَظْرَتُهُمْ نَظْرَةٌ يَعْنِي آنِيَةٌ
فِي اللَّحْظَةِ
لَكِنْ يَنْبَغِي يَا إِخْوَانِي التَّأَنِّي وَانْتِظَارُ عَوَاقِبِ الْأُمُورِ
فَيَصْبِرُ أَحَدُ الزَّوْجَيْنِ عَلَى الْآخَرِ
فَإِنَّ فِي الصَّبْرِ خَيْرًا لَهُمَا جَمِيعًا
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














