Al-Qur’an senantiasa menakjubkan di setiap ayatnya. Tidak peduli seberapa panjang atau pendeknya sebuah surah, firman-Nya menyimpan rahasia keagungan yang luar biasa. Lihatlah Surah Al-Ikhlas; barisnya begitu ringkas dan ayat-ayatnya telah melekat di ingatan kita. Namun, pernahkah kita sejenak merenung: apa yang membuat surah pendek ini begitu istimewa? Bisa jadi, selama ini kita mencintai Surah Al-Ikhlas hanya karena mudah dibaca, tanpa menyadari kemuliaan tauhid yang dikandungnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Qul huwallahu ahad (Surat Al-Ikhlas) setara dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Muslim).
Penyusun rahimahullah Ta’ala, membawakan hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ini
tentang keutamaan Surat Al-Ikhlas, “Qul huwallahu ahad.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Qul huwallahu ahad setara dengan sepertiga Al-Qur’an.”
Ini merupakan keutamaan yang sangat agung dan mulia yang dikhususkan bagi surat ini,
yaitu bahwa Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Telah diriwayatkan dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak hadis yang menyebutkan bahwa Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Dalam hadis-hadis tersebut, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan
bahwa surat yang agung dan penuh keberkahan ini setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Disebutkan dalam Sahih Muslim, dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berkumpullah!” Maksudnya, berkumpullah kalian! Beliau memerintahkan para sahabat untuk berkumpul.
“Berkumpullah, karena sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga Al-Qur’an.”
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum pun berkumpul.
Maka berkumpullah siapa saja yang dapat berkumpul.
Setelah para sahabat berkumpul, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan membaca, “Qul huwallahu ahad.”
Kemudian beliau ‘alaihish shalatu was salam masuk ke rumahnya.
Nabi berkata kepada para sahabat, bahwa beliau akan membacakan kepada mereka sepertiga Al-Qur’an.
Namun beliau hanya membaca “Qul huwallahu ahad”, kemudian masuk ke rumahnya.
Maka sebagian sahabat berkata kepada sebagian yang lain, “Sepertinya ada berita dari langit yang datang kepada beliau.”
Mereka mengira beliau ‘alaihish shalatu was salam masuk ke rumah karena berita tersebut,
sementara mereka masih menunggu beliau membacakan sepertiga Al-Qur’an. Semoga selawat, keselamatan, dan keberkahan Allah tercurah kepada beliau.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka, dan bersabda:
“Sesungguhnya aku tadi berkata kepada kalian bahwa aku akan membacakan sepertiga Al-Qur’an.
Ketahuilah, sesungguhnya Surat Al-Ikhlas itu setara dengan sepertiga Al-Qur’an.
Diriwayatkan pula dalam Sahih Muslim, dari hadis Abu Darda radhiyallahu ‘anhu,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah salah seorang di antara kalian tidak sanggup membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam?”
Para sahabat bertanya, “Bagaimana seseorang dapat membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam?”
Beliau ‘alaihish shalatu was salam menjawab, “Qul huwallahu ahad setara dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Muslim).
Diriwayatkan pula dalam Sahih Al-Bukhari, dari hadis Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
bahwa seorang lelaki mendengar lelaki lain membaca “Qul huwallahu ahad” berulang-ulang,
pada malam hari, yakni dalam Salat Malam.
Ia tidak membaca selain “Qul huwallahu ahad”, ia terus mengulang-ulangnya.
Keesokan harinya, lelaki tersebut mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu,
seakan-akan ia menganggap bacaan tersebut terlalu sedikit.
Ia menganggap bacaan itu terlalu sedikit,
sebab orang tersebut hanya membaca “Qul huwallahu ahad” dan mengulang-ulangnya dalam Salat Malamnya.
Lelaki itu lalu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal tersebut,
seakan-akan ia menganggap bacaan tersebut terlalu sedikit.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya Surat Al-Ikhlas itu benar-benar setara dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari).
Berkaitan dengan hadis ini, yaitu hadis Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu,
aku ingin menceritakan kepada kalian sebuah kisah yang berfaedah.
Pernah, bertahun-tahun yang lalu, seusai salah satu kajian ini,
datang kepadaku seorang pengunjung yang sudah lanjut usia dari salah satu negara Arab.
Ia mengucapkan salam kepadaku, ketika itu para penuntut ilmu berada di sekelilingku, lalu ia berkata:
“Wahai Syaikh, aku tidak hafal kecuali Surat Al-Fatihah dan Qul huwallahu ahad…
Demi Allah, aku tidak menghafal selain keduanya,” ucapnya sambil menangis.
Ia kembali berkata, “Demi Allah, aku tidak menghafal selain keduanya.”
Lalu ia melanjutkan, “Setiap malam aku mengerjakan Salat Malam selama dua jam…
Aku Salat Malam selama dua jam dengan membaca Al-Fatihah dan mengulang-ulang Qul huwallahu ahad. Aku tidak hafal surat yang lain,” ucapnya sambil menangis.
Maka aku menyebutkan hadis ini kepadanya dan berkata:
“Sungguh beruntung Anda dengan kebaikan ini!”
Aku berkata kepadanya, “Ada orang pada zaman kita yang hafal Al-Qur’an seluruhnya,
tetapi ia justru bermasalah dengan Salat Subuh.
Ia bermasalah dengan Salat Subuh, sering kali Salat Subuh terlewat olehnya.
Sedangkan Anda berada dalam kebaikan yang sangat besar.
Anda berada dalam kebaikan yang sangat besar.
Allah telah memuliakan Anda dengan kemuliaan yang besar,
dan Allah menganugerahkan kepada Anda karunia yang agung: Dia mengaruniakan surat ini kepada Anda,
yaitu surat yang sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an,
dan dengannya Anda mengerjakan Salat Malam selama dua jam setiap malam.
Sungguh beruntung Anda dengan kebaikan ini,
yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan Anda.”
Di antara hadis tentang keutamaan surat ini adalah hadis yang terdapat dalam Ash-Shahihain,
dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seorang lelaki dalam sebuah ekspedisi militer,
dan lelaki itu menjadi imam salat bagi rekan-rekannya.
Setelah membaca Al-Fatihah, ia membaca ayat atau surat yang mudah baginya dari Al-Qur’an,
kemudian selalu menutup bacaannya dengan “Qul huwallahu ahad” pada setiap rakaat.
Ia selalu menutup bacaannya dengan “Qul huwallahu ahad”.
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagi para sahabat yang bersamanya,
karena mereka pernah salat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi tidak pernah melihat Nabi melakukan hal tersebut.
Ketika mereka kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menceritakan kepada beliau perihal lelaki tersebut.
Mereka berkata, “Ia membaca surat, kemudian pada setiap rakaat selalu menutup bacaannya dengan Qul huwallahu ahad.”
Nabi bersabda, “Tanyakanlah kepadanya, mengapa ia melakukan hal itu? Apa sebabnya?”
Lelaki itu menjawab, “Karena di dalam surat tersebut terdapat sifat Ar-Rahman, dan aku mencintai Ar-Rahman.”
Nabi ‘alaihish shalatu was salam bersabda, “Kabarkanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya.” (HR. An-Nasa’i).
Ia mencintai Surat Al-Ikhlas karena di dalamnya terdapat sifat Ar-Rahman.
Nabi bersabda, “Kabarkanlah kepadanya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintainya.”
Dalam lafaz riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kabarkanlah kepadanya, ‘Kecintaanmu kepada surat tersebut telah memasukkanmu ke dalam surga.’” (HR. Bukhari).
Kecintaannya kepada Surat Al-Ikhlas menjadi sebab ia masuk surga.
Kecintaannya kepada Surat Al-Ikhlas juga menjadi sebab Allah, Rabb semesta alam, mencintainya.
Banyak sekali hadis yang menyebutkan keutamaan surat ini.
Karena itu pula, di antara keutamaannya adalah disyariatkannya membaca surat ini berulang kali dalam sehari semalam.
Termasuk sunah adalah membacanya pada salat sunah dua rakaat sebelum Subuh, yaitu pada rakaat kedua,
juga pada salat sunah setelah Magrib, Salat Witir, serta seusai salat-salat fardu,
dan dalam zikir pagi dan petang: tiga kali pada pagi hari dan tiga kali pada petang hari.
Surat ini juga dibaca dalam zikir sebelum tidur.
Dengan demikian, seorang muslim membacanya berulang kali dalam sehari.
Zikir-zikir yang tadi aku sebutkan, apakah jumlahnya melebihi sepuluh kali atau tidak?
Apakah jumlahnya melebihi sepuluh kali? Ya, jumlahnya melebihi sepuluh kali.
Disebutkan dalam sebuah hadis yang dinilai hasan oleh sebagian ulama bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa membaca ‘Qul huwallahu ahad’ sepuluh kali dalam sehari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”
Seseorang yang membacanya seusai salat-salat fardu, itu sudah lima kali.
Juga membacanya pada zikir petang tiga kali, dan pada zikir pagi tiga kali.
Berapa jumlahnya? Sebelas kali.
Ditambah lagi dalam zikir sebelum tidur dan dalam salat sunah.
Jadi, surat ini disyariatkan untuk dibaca di dalam salat, dan setelah salat,
dibaca juga pada pagi dan petang, serta ketika hendak tidur.
Artinya, surat ini dibaca berulang kali.
Ini termasuk keutamaannya.
Surat Al-Ikhlas adalah surat yang agung dan memiliki kedudukan yang sangat agung.
Banyak keutamaan besar pada Surat Al-Ikhlas.
Karena itu, seorang muslim hendaknya memberikan perhatian yang besar kepada surat ini
dan juga bersungguh-sungguh memahaminya.
Perhatikan apa yang dikatakan oleh sahabat tadi, “Karena di dalam Surat Al-Ikhlas terdapat sifat Ar-Rahman.”
“Karena di dalam Surat Al-Ikhlas terdapat sifat Ar-Rahman.”
Surat ini dinamakan Surat Al-Ikhlas karena seluruh isinya memperkenalkan Ar-Rahman.
Jika seseorang bertanya, “Siapakah Allah? Siapakah Allah?” maka bacakanlah kepadanya Surat Al-Ikhlas.
“Katakanlah, ‘Dialah Allah Yang Maha Esa.
Allah adalah Ash-Shamad, tempat seluruh makhluk bergantung.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlas: 1–4)
Inilah Allah, Rabb semesta alam.
Surat ini sepenuhnya berisi penjelasan tentang sifat Rabb,
untuk memperkenalkan siapa Rabb itu, siapa Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itu, di dalam surat ini disebutkan nama-nama
dan sifat-sifat Allah yang menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kesempurnaan Rabb Subhanahu wa Ta’ala.
***
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ
أَوْرَدَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
فِي فَضْلِ سُورَةِ الْإِخْلَاصِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَهَذِهِ فَضِيلَةٌ عَظِيمَةٌ جَلِيلَةٌ اخْتُصَّتْ بِهَا هَذِهِ السُّورَةُ
أَنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَقَدْ وَرَدَ فِي ذِكْرِ أَنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ عَنْ نَبِيِّنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ
يُخْبِرُ فِيهَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِأَنَّ هَذِهِ السُّورَةَ الْعَظِيمَةَ الْمُبَارَكَةَ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
جَاءَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
احْشُدُوا أَيْ: تَجَمَّعُوا أَمَرَ الصَّحَابَةَ أَنْ يَتَجَمَّعُوا
احْشُدُوا فَإِنِّي سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
تَجَمَّعَ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ
فَحَشَدَ مَنْ حَشَدَ
ثُمَّ لَمَّا تَجَمَّعُوا خَرَجَ عَلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
ثُمَّ دَخَلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِلَى بَيْتِهِ
قَالَ لَهُمْ سَيَقْرَأُ عَلَيْهِمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فَقَطْ، وَدَخَلَ إِلَى بَيْتِهِ
فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَالَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ لِبَعْضٍ: هَذَا خَبَرٌ جَاءَ مِنَ السَّمَاءِ
فَدَخَلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، يَعْنِي بِسَبَبِ هَذَا الْخَبَرِ
فَكَانُوا يَنْتَظِرُونَ أَنْ يَقْرَأَ عَلَيْهِمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ وَبَرَاكَاتُهُ عَلَيْهِ
فَخَرَجَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَهُمْ
إِنِّي قُلْتُ لَكُمْ: سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
أَلَا إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَجَاءَ أَيْضًا فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ؟
قَالُوا: وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ؟
فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَجَاءَ فِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا
يَعْنِي فِي اللَّيْلِ فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ
لَا يَقْرَأُ إِلَّا قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا
فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ
كَأَنَّهُ يَتَقَالُّهَا
يَرَاهَا شَيْئًا قَلِيلًا
وَذَاكَ إِنَّمَا كَانَ يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فِي صَلَاتِهِ مِنَ اللَّيْلِ
فَجَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ
كَأَنَّهُ يَتَقَالُّهَا
فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
بِمُنَاسَبَةِ هَذَا الْحَدِيثِ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
أَرْوِي لَكُمْ قِصَّةً مُفِيدَةً
مَرَّةً مِنْ سَنَوَاتٍ طَوِيلَةٍ، عَلَى أَثَرِ أَحَدِ هَذِهِ الدُّرُوسِ
جَاءَنِي رَجُلٌ مِنَ الزُّوَّارِ كَبِيرُ السِّنِّ مِنْ إِحْدَى الدُّوَلِ الْعَرَبِيَّةِ
وَسَلَّمَ عَلَيَّ وَحَوْلِي الطُّلَّابُ، وَقَالَ لِي
يَا شَيْخُ، أَنَا مَا أَحْفَظُ إِلَّا الْفَاتِحَةَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
وَاللهِ مَا أَحْفَظُ غَيْرَهَا وَيَبْكِي
قَالَ: وَاللهِ مَا أَحْفَظُ غَيْرَهَا
قَالَ: وَأَنَا أُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ سَاعَتَيْنِ كُلَّ لَيْلَةٍ
أُصَلِّي سَاعَتَيْنِ، أَقْرَأُ بِالْفَاتِحَةِ وَأُكَرِّرُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، مَا عِنْدِي غَيْرُهَا، وَيَبْكِي
فَذَكَرْتُ لَهُ هَذَا الْحَدِيثَ وَقُلْتُ لَهُ
هَنِيئًا لَكَ هَذَا الْخَيْرُ
قُلْتُ لَهُ: بَعْضُ النَّاسِ فِي زَمَانِنَا يَحْفَظُ الْقُرْآنَ كَامِلًا
وَعِنْدَهُ مُشْكِلَةٌ مَعَ صَلَاةِ الْفَجْرِ
عِنْدَهُ مُشْكِلَةٌ مَعَ صَلَاةِ الْفَجْرِ، يُغْلَبُ عَلَيْهَا
أَنْتَ فِي خَيْرٍ عَظِيمٍ
أَنْتَ فِي خَيْرٍ عَظِيمٍ
أَكْرَمَكَ اللهُ بِكَرَامَةٍ عَظِيمَةٍ
وَمَنَّ عَلَيْكَ بِمِنَّةٍ عَظِيمَةٍ، أَنْ أَعْطَاكَ هَذِهِ السُّورَةَ
الَّتِي تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ
وَتَقُومُ بِهَا كُلَّ لَيْلَةٍ سَاعَتَيْنِ
هَنِيئًا لَكَ هَذَا الْخَيْرُ
الَّذِي أَكْرَمَكَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِهِ
وَمِمَّا جَاءَ فِي فَضْلِ هَذِهِ السُّورَةِ مَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا فِي سَرِيَّةٍ
وَكَانَ يُصَلِّي بِهِمْ
وَيَقْرَأُ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
ثُمَّ يَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ
يَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
فَالَّذِينَ مَعَهُ مِنَ الصَّحَابَةِ اسْتَشْكَلُوا ذَلِكَ
لِأَنَّهُمْ صَلَّوْا وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَوْهُ يَفْعَلُ ذَلِكَ
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرُوا لَهُ خَبَرَ هَذَا الرَّجُلِ
قَالُوا: يَقْرَأُ وَفِي كُلِّ رَكْعَةٍ يَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
قَالَ: اسْأَلُوْهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَفْعَلُ ذَلِكَ؟ مَا السَّبَبُ؟
قَالَ ذَلِكَ الرَّجُلُ: لِأَنَّ فِيهَا صِفَةَ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ الرَّحْمَنَ
قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ
يُحِبُّ سُورَةَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ لِأَنَّ فِيهَا صِفَةَ الرَّحْمَنِ
قَالَ: أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَجَاءَ فِي لَفْظٍ آخَرَ لِلْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
أَخْبِرُوهُ أَنَّ حُبَّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ، أَنَّ حُبَّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ
حُبُّهُ لِسُورَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ
حُبُّهُ لِسُورَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ كَانَ سَبَبًا لِحُبِّ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَجَاءَ فِي فَضْلِ هَذِهِ السُّورَةِ أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ جِدًّا
وَلِهَذَا أَيْضًا جَاءَ فِي فَضَائِلِهَا مَشْرُوعِيَّةُ قِرَاءَتِهَا فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ مَرَّاتٍ
يَعْنِي مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَقْرَأَهَا فِي رَكْعَتَيِ النَّافِلَةِ فِي الْفَجْرِ، الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ
وَأَيْضًا فِي نَافِلَةِ الْمَغْرِبِ، فِي صَلَاةِ الْوِتْرِ، وَأَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَةِ
وَفِي أَذْكَارِ الصَّبَاحِ وَالْمَسَاءِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فِي الصَّبَاحِ وَثَلَاثَ مَرَّاتٍ فِي الْمَسَاءِ
وَجَاءَتْ أَيْضًا فِي أَذْكَارِ النَّوْمِ
فَهِيَ تَتَكَرَّرُ مَعَ الْمُسْلِمِ فِي الْيَوْمِ مَرَّاتٍ
هَذِهِ الْأَذْكَارُ الَّتِي أَشَرْتُ إِلَيْهَا تَزِيدُ عَلَى عَشَرَةٍ أَوْ لَا تَزِيدُ؟
تَزِيدُ عَلَى عَشَرَةِ مَرَّاتٍ أَوْ لَا تَزِيدُ؟ نَعَمْ، تَزِيدُ عَلَى عَشْرِ مَرَّاتٍ
وَجَاءَ فِي حَدِيثٍ حَسَّنَهُ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فِي يَوْمٍ عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
هَذَا الَّذِي يَقْرَؤُهَا أَدْبَارَ الصَّلَوَاتِ، هَذِهِ خَمْسٌ
وَفِي أَذْكَارِ الْمَسَاءِ ثَلَاثٌ، وَالصَّبَاحِ ثَلَاثٌ،
هَذِهِ كَمْ؟ إِحْدَى عَشْرَةَ
وَفِي أَذْكَارِ النَّوْمِ، وَفِي صَلَاةِ النَّافِلَةِ
فَهِيَ مَشْرُوعَةٌ فِي الصَّلَاةِ، وَبَعْدَ الصَّلَاةِ
وَفِي الصَّبَاحِ وَفِي الْمَسَاءِ، وَعِنْدَ النَّوْمِ
يَعْنِي تُقْرَأُ قِرَاءَةً مُتَكَرِّرَةً
وَهَذَا مِنْ فَضَائِلِهَا
فَهِيَ سُورَةٌ عَظِيمَةٌ، عَظِيمَةُ الشَّأْنِ
وَرَدَ فِيهَا فَضَائِلُ عَظِيمَةٌ كَثِيرَةٌ
فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ تَعْظُمَ عِنَايَتُهُ بِهَذِهِ السُّورَةِ
وَأَنْ أَيْضًا يَعْتَنِيَ بِفَهْمِهَا
لَاحِظِ الصَّحَابِيَّ مَاذَا قَالَ: لِأَنَّ فِيهَا صِفَةَ الرَّحْمَنِ
لِأَنَّ فِيهَا صِفَةَ الرَّحْمَنِ
هَذِهِ السُّورَةُ تُسَمَّى سُورَةَ الْإِخْلَاصِ لِأَنَّهُ لَا شَيْءَ فِيهَا إِلَّا التَّعْرِيفُ بِالرَّحْمَنِ
لَوْ قَالَ قَائِلٌ: مَنْ هُوَ اللهُ؟ مَنْ هُوَ اللهُ؟ اقْرَأْ لَهُ سُورَةَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
اللهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
هَذَا هُوَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
أُخْلِصَتْ لِصِفَةِ الرَّبِّ
لِلتَّعْرِيفِ بِالرَّبِّ مَنْ هُوَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
فَجَاءَ فِيهَا ذِكْرُ أَسْمَاءٍ لَهُ
وَصِفَاتٍ تَدُلُّ عَلَى عَظَمَةِ الرَّبِّ وَجَلَالِهِ وَكَمَالِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
(
/ @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
(
/ @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:
/ yufid.tv
Instagram:
/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:
/ kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!












