Ada ironi yang mendalam saat makhluk yang sejatinya tak memiliki apa-apa justru memilih untuk bersikap sombong. Dalam perjalanan hidup, kita kerap menyaksikan berbagai bentuk kezaliman, mulai dari mengabaikan perintah syariat hingga sikap semena-mena terhadap sesama. Padahal sebenarnya tidak ada satu pun alasan bagi manusia untuk membusungkan dada. Kita semua adalah hamba yang bergantung sepenuhnya pada rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wata’alaa.
Hadis ke-24 dari kumpulan hadis yang dibawakan dalam pembahasan ini merupakan hadis qudsi yang diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Di dalamnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meriwayatkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada hamba-hamba-Nya tentang kezaliman, petunjuk, rezeki, ampunan, serta balasan atas amal perbuatan.
Allah Ta’ala mengharamkan kezaliman atas diri-Nya dan menjadikannya haram di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu, manusia diperintahkan untuk tidak saling menzalimi. Allah Ta’ala juga menjelaskan bahwa seluruh manusia berada dalam keadaan tersesat kecuali orang yang diberi petunjuk oleh-Nya. Oleh sebab itu, seorang hamba hendaknya memohon petunjuk kepada Allah agar diberikan hidayah.
Dalam hadis ini juga dijelaskan bahwa manusia membutuhkan Allah dalam berbagai keadaan. Mereka membutuhkan makanan dan pakaian, sehingga hendaknya meminta semuanya kepada Allah Ta’ala. Demikian pula ketika melakukan kesalahan pada malam dan siang hari, seorang hamba diperintahkan untuk memohon ampun kepada Allah. Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang memohon ampun kepada-Nya.
Allah Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan manfaat dari makhluk-Nya dan tidak pula dapat dimudaratkan oleh mereka. Seandainya seluruh manusia dan jin memiliki hati seperti orang yang paling bertakwa, hal tersebut tidak menambah kerajaan Allah sedikit pun. Sebaliknya, seandainya mereka semua memiliki hati seperti orang yang paling durhaka, hal itu juga tidak mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun.
Demikian pula apabila seluruh manusia dan jin berkumpul di satu tempat kemudian memohon kepada Allah dan Dia memenuhi seluruh permintaan mereka, hal tersebut tidak mengurangi apa yang ada di sisi-Nya sedikit pun. Dalam hadis ini disebutkan perumpamaan berkurangnya apa yang ada di sisi Allah seperti berkurangnya air laut ketika sebuah jarum dicelupkan ke dalamnya lalu diangkat.
Pada bagian akhir hadis, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa amal-amal manusia dihitung dan akan disempurnakan balasannya. Siapa yang mendapatkan kebaikan hendaknya memuji Allah, sedangkan siapa yang mendapatkan selain itu, janganlah ia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim. Semoga pembahasan hadis qudsi ini menambah pemahaman kita tentang hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya serta pentingnya memperhatikan amal yang dikerjakan.
#nasehatulama #amal #fakir #haditsarbain
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
(
/ @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
(
/ @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:
/ yufid.tv
Instagram:
/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:
/ kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!














