Dari sekian banyak ucapan yang keluar dari lisan kita setiap hari, ada satu kalimat yang sangat istimewa. Kalimat itu adalah Laa ilaaha illallah. Kalimat ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan kalimat yang menjadi fondasi bagi seorang muslim. Laa ilaaha illallah juga berperan sebagai kunci utama menuju surga Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian,
dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim: 7).
Maka Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika melihat nikmat Allah yang dianugerahkan kepadanya,
dan bahwa ia wajib bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut,
Nabi Musa berkata, “Wahai Rabbku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya aku dapat berzikir dan berdoa kepada-Mu.”
Allah berfirman, “Wahai Musa, ucapkanlah: La ilaha illallah.”
Maka Allah mengajarinya sesuatu yang dengannya ia berzikir dan bersyukur kepada Allah, yaitu kalimat:
“Ucapkanlah: La ilaha illallah.”
Maknanya: Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah ‘Azza wa Jalla.
Konsekuensinya adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah, dan di antara bentuk ibadah itu adalah bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
“Yang dengannya aku dapat berzikir dan berdoa kepada-Mu.”
Allah berfirman, “Wahai Musa, ucapkanlah: La ilaha illallah.”
Maka kalimat ini adalah kalimat teragung untuk bersyukur kepada Allah Jalla wa ‘Ala,
dan kalimat teragung untuk berzikir kepada Allah Jalla wa ‘Ala.
Kalimat ini merupakan wujud syukur kepada Allah dan zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla: “Ucapkanlah: La ilaha illallah.”
Ketika itu Musa berkata… Beliau belum mengetahui keutamaan kalimat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa bahkan para nabi dan rasul pun
terkadang belum mengetahui sebagian keutamaan, lalu Allah mengajarkannya kepada mereka.
Nabi Musa berkata, “Wahai Rabbku, seluruh hamba-Mu mengucapkan kalimat ini.”
Maksudnya, “Aku ingin Engkau mengkhususkanku dengan sesuatu yang membedakanku dari mereka dalam bersyukur kepada-Mu,
karena Engkau telah mengkhususkanku dengan nikmat istimewa yang tidak diperoleh selainku,”
yaitu Allah Jalla wa ‘Ala berbicara langsung kepada Nabi Musa.
Maka Allah menjelaskan kepadanya kedudukan dan keagungan kalimat ini, serta mengajarkan hal tersebut kepadanya.
Allah berfirman, “Wahai Musa, seandainya ketujuh langit beserta para penghuninya selain-Ku…”
Yakni makhluk-makhluk yang ada di dalamnya, berupa para malaikat dan selain mereka.
“Yang tujuh,” yakni ketujuh langit beserta para penghuninya,
serta berbagai makhluk yang tidak diketahui kecuali oleh Allah.
Adapun firman-Nya, “selain-Ku,” maknanya bahwa Dia Subhanahu berada di ketinggian dan berada di atas langit.
Bahwa Allah Jalla wa ‘Ala berada di atas langit.
“Apakah kalian merasa aman dari Dia yang di atas langit bahwa Dia akan membenamkan bumi bersama kalian, lalu tiba-tiba bumi itu berguncang?” (QS. Al-Mulk: 16).
Dia adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah mengabarkan tentang diri-Nya bahwa Dia berada di atas langit,
karena Allah memiliki ketinggian yang mutlak: ketinggian Zat, ketinggian kedudukan, dan ketinggian penguasaan.
“Beserta para penghuninya selain-Ku,” yakni para malaikat dan makhluk yang ada di dalamnya.
Ini menunjukkan betapa berat langit-langit itu beserta para penghuninya.
“Beserta para penghuninya selain-Ku berada di satu daun timbangan,” yakni semua itu berada di salah satu dari dua daun timbangan,
sedangkan La ilaha illallah berada di daun timbangan yang lain.
Ini merupakan dalil bahwa amalan, baik ucapan maupun perbuatan, akan ditimbang pada hari Kiamat.
Yakni, sebagai suatu permisalan untuk mendekatkan pemahaman,
seandainya langit-langit diletakkan di satu daun timbangan, beserta bumi-bumi dan para penghuninya,
yakni ketujuh bumi (dan ini menunjukkan bahwa bumi berjumlah tujuh sebagaimana langit berjumlah tujuh),
beserta seluruh makhluk yang ada di dalamnya, berupa jin, manusia, hewan, daratan, lautan, dan pepohonan,
semuanya diletakkan di satu daun timbangan, yaitu daun timbangan yang kedua,
niscaya La ilaha illallah lebih berat daripada semuanya.
Ini merupakan dalil tentang keutamaan tauhid.
Inilah sisi kesesuaian hadis ini dengan judul bab yang ditulis oleh Syaikh rahimahullah,
“Bab Keutamaan Tauhid.” Di antara keutamaan itu adalah apabila kalimat tauhid diletakkan di satu daun timbangan,
sedangkan makhluk-makhluk tersebut berada di daun timbangan yang lain,
niscaya La ilaha illallah lebih berat daripada semuanya.
Hal ini menunjukkan keutamaan tauhid yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang.
Bahkan Nabi Musa ‘alaihis salam pun belum mengetahui hal ini hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan kepadanya keutamaan kalimat yang agung ini.
Hal itu karena dengan kalimat inilah langit dan bumi tegak, dengannya pula timbangan ditegakkan dan catatan amal dibentangkan, dan lain sebagainya.
HADIS LENGKAP
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Musa berkata, ‘Wahai Rabbku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya aku dapat berzikir dan berdoa kepada-Mu.’
Allah berfirman, ‘Wahai Musa, ucapkanlah: La ilaha illallah.’
Musa berkata, ‘Wahai Rabbku, seluruh hamba-Mu mengucapkan kalimat ini.’
Allah berfirman, ‘Ucapkanlah: La ilaha illallah.’
Musa berkata, ‘Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau. Sesungguhnya aku menginginkan sesuatu yang Engkau khususkan untukku.’
Allah berfirman, ‘Wahai Musa, seandainya ketujuh langit beserta para penghuninya selain Aku, dan ketujuh bumi, diletakkan di satu daun timbangan, sedangkan La ilaha illallah di daun timbangan yang lain, niscaya La ilaha illallah lebih berat daripada semuanya.’”
(HR. An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra no. 10602, Ibnu Hibban no. 6218).

***

قَالَ سُبْحَانَهُ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
فَمُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لَمَّا رَأَى نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ
وَأَنَّ الْوَاجِبَ أَنْ يَشْكُرَ اللَّهَ عَلَيْهَا
قَالَ: يَا رَبِّ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوكَ بِهِ
قَالَ: يَا مُوسَى قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
فَعَلَّمَهُ مَا يَذْكُرُ اللَّهَ وَيَشْكُرُهُ بِهِ وَهُوَ هَذِهِ الْكَلِمَةُ
قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَمَعْنَاهَا: لَا مَعْبُودَ بِحَقٍّ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
وَمُقْتَضَاهَا إِخْلَاصُ الْعِبَادِةِ لِلَّهِ وَمِنْهَا الشُّكْرُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوكَ بِهِ
قَالَ: يَا مُوسَى قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
فَهَذِهِ الْكَلِمَةُ هِيَ أَعْظَمُ كَلِمَةٍ يُشْكَرُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا بِهَا
وَأَعْظَمُ كَلِمَةٍ يُذْكَرُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا بِهَا
فَهِيَ شُكْرٌ لِلَّهِ وَذِكْرٌ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ مُوسَى… إِنَّهُ لَمْ يَعْرِفْ فَضْلَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ
دَلَّ هَذَا عَلَى أَنَّ… حَتَّى الْأَنْبِيَاءَ وَالْمُرْسَلِينَ
قَدْ يَجْهَلُونَ شَيْئًا مِنَ الْفَضَائِلِ وَاللَّهُ يُعَلِّمُهُمْ ذَلِكَ
قَالَ مُوسَى: يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُولُ هَذَا
بِمَعْنَى أَنَّنِي أُرِيدُ أَنْ تَخُصَّنِي بِشَيْءٍ أَنْفَرِدُ بِهِ عَنْهُمْ مِنْ شُكْرِكَ
لِأَنَّكَ خَصَصْتَنِي بِنِعْمَةٍ خَاصَّةٍ لَمْ يَنَلْهَا غَيْرِي
وَهِيَ تَكْلِيمُ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا لَهُ
فَبَيَّنَ اللَّهُ لَهُ مَنْزِلَةَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ وَعِظَمَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ وَعَلَّمَهُ ذَلِكَ
قَالَ: يَا مُوسَى لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي
أَيْ مَنْ فِيهِنَّ مِنَ الْمَخْلُوقَاتِ مِنَ الْمَلَائِكَةِ وَغَيْرِهِمْ
السَّبْعَ سَبْعَ السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِيهِنَّ مِنَ السُّكَّانِ
وَمِنَ الْمَخْلُوقَاتِ الَّتِي لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ
وَأَمَّا قَوْلُهُ: غَيْرِي فَمَعْنَاهُ أَنَّهُ فِي الْعُلُوِّ سُبْحَانَهُ وَأَنَّهُ فِي السَّمَاءِ
أَنَّهُ جَلَّ وَعَلَا فِي السَّمَاءِ
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
وَهُوَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَأَخْبَرَ عَنْ نَفْسِهِ أَنَّهُ فِي السَّمَاءِ
لِأَنَّ لَهُ الْعُلُوَّ الْمُطْلَقَ عُلُوَّ الذَّاتِ وَعُلُوَّ الْقَدْرِ وَعُلُوَّ الْقَهْرِ
وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي أَيْ مَنْ فِيهِنَّ مِنَ الْمَلَائِكَةِ وَالْمَخْلُوقَاتِ
فَهَذَا يُبَيِّنُ عِظَمَ ثِقَلِ هَذِهِ السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِيهِنَّ
وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي كَانَتْ فِي كِفَّةٍ يَعْنِي هَذِهِ الْأَشْيَاءَ فِي كِفَّةٍ مِنْ كِفَّتَيِ الْمِيزَانِ
وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فِي كِفَّةٍ
هَذَا دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْأَعْمَالَ وَالْأَقْوَالَ وَالْأَفْعَالَ تُوزَنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
يَعْنِي لَوْ أَنَّ هَذَا مِنْ بَابِ الْفَرْضِ وَالتَّقْرِيبِ
لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ وُضِعَتْ فِي كِفَّةٍ وَالْأَرَضِينَ وَمَنْ فِيهِنَّ أَيْ وَعَامِرَهُنَّ
الْأَرَضِينَ السَّبْعَ وَفِيهِ أَنَّ الْأَرَضِينَ سَبْعٌ كَمَا أَنَّ السَّمَاوَاتِ سَبْعٌ
وَعَامِرَهُنَّ مِنَ الْمَخْلُوقَاتِ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالْحَيَوَانَاتِ وَالْبَرَارِي وَالْبِحَارِ وَالْأَشْجَارِ
وُضِعَتْ فِي كِفَّةٍ الْكِفَّةِ الثَّانِيَةِ
مَالَتْ بِهِنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
فَهَذَا فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى فَضْلِ التَّوْحِيدِ
وَهَذَا هُوَ مُطَابَقَةُ الْحَدِيثِ لِلتَّرْجَمَةِ الَّتِي قَالَ فِيهَا الشَّيْخُ رَحِمَهُ اللَّهُ
بَابُ فَضْلِ التَّوْحِيدِ وَمِنْ ذَلِكَ أَنَّ كَلِمَةَ التَّوْحِيدِ إِذَا وُضِعَتْ فِي كِفَّةٍ
وَهَذِهِ الْمَخْلُوقَاتُ فِي كِفَّةٍ
مَالَتْ بِهِنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
فَهَذَا يَدُلُّ عَلَى فَضْلِ التَّوْحِيدِ الَّذِي قَدْ لَا يَعْرِفُهُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
حَتَّى إِنَّ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَجْهَلُ هَذَا حَتَّى عَلَّمَهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَضْلَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ الْعَظِيمَةِ
وَذَلِك لِأَنَّهُ بِهَا قَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَبِهَا نُصِبَتِ الْمَوَازِينُ وَالدَّوَاوِينُ وَغَيْرُ ذَلِكَ
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
قَالَ مُوسَى: يَا رَبِّ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَذْكُرُكَ بِهِ وَأَدْعُوكَ بِهِ
قَالَ: يَا مُوسَى قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
قَالَ: يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُولُ هَذَا
قَالَ: قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ إِنَّمَا أُرِيدُ شَيْئًا تَخُصُّنِي بِهِ
قَالَ: يَا مُوسَى لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ فِي كِفَّةٍ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ فِي كِفَّةٍ مَالَتْ بِهِنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!