Ceramah Motivasi Islam – Sinergi Kebaikan – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA.

Sebuah kisah menarik yang dinukil oleh Imam Adz Dzahabi di dalam kitab beliau tentang suasana kajian Imam Ahmad bin Hambal Rahimahulloh. Biasanya pengajian Imam Ahmad dihadiri oleh 5.000 orang atau lebih. Semuanya menyimak cuma yang menulis tidak semua. Yang membawa buku dan menulis tidak semua jamaah. Dari 5.000 yang hadir yang menulis cuma 500 orang (5%). Sisanya yang hadir untuk belajar adab dan etika dari Imam Ahmad dalam berdakwah.

Di zaman itu belum ada speaker, dan agar suaranya di dengar oleh jamaahnya menggunakan penyambung suara dari manusia. Berarti teknisnya ketika Imam Ahmad berbicara ada yang menyambungkan untuk jamaah sejumlah 5.000 orang. Jika satu penyambung yang mendengar 50 orang maka membutuhkan penyambung suara 100 orang.

Yang jadi pertanyaan adalah 100 orang yang bertugas sebagai penyambung suara Imam Ahmad itu apakah kita tahu daftar namanya? Tidak. Walaupun nama dan jasa dari penyambung suara ini tidak mencul di permukaan akan tetapi jasa mereka akan mendapatkan pahalanya.

Pelajaran yang dapat kita petik adalah,

Pelajaran Pertama, berjuang tidak harus terkenal.

Karena sejatinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan melihat apa yang sudah kita lakukan dalam hal-hal kebaikan. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat perbuatan-perbuatan buruk kita. Dakwah tidak semuanya harus muncul di meja. Tidak semua panitia sebuah kajian harus muncul di depan, ada yang di depan ada yang dibelakang. Bahkan bisa jadi yang di belakang layar lebih ikhlas dibanding di depan layar.

Pelajaran Kedua, berjuang itu harus sungguh-sungguh.

Berjuang dalam dakwah harus sungguh-sungguh jangan semaunya sendiri. Menjadi panitia kajian harus bersungguh-sungguh, fokus dalam menjalankan tugasnya.

Pelajaran Ketiga, berjuang itu harus ada sinerginya (kerjasama yang baik)

Karena tugas kita mengemban dakwah ini bukan tugas yang ringan tapi tugas yang berat. Sehingga butuh orang banyak dan orang banyak ini harus bersinergi/saling kerjasama.