Mengenal Allah menjadi modal dasar untuk beribadah. Karena ibadah itu memerlukan ketundukan dan kesungguhan. Tentunya semakin baik seorang hamba mengenal Allah maka akan semakin berkualitas ibadahnya. Allah memiliki nama-nama yang indah akan tetapi banyak di antara manusia yang melupakannya. Di antara nama Allah adalah al-Muqoddim Dan al-Muakhir.
Nama Al-Muqoddim dan Al-Muakhir nama yang tidak seyogyanya dipisahkan, namun harus digandengkan.
- Bergantung dan bertawakkal hanya kepada Allah
Nasib kita bergantung oleh Allah, bukan ditentukan oleh makhluk. Maka jangan mengorbankan prinsip agama demi urusan dunia yang tidak ada artinya. Karena Allah-lah yang menentukan semuanya. Yang membuat kita berhasil (muqoddim) atau gagal (muakhir) adalah Allah.
Maka apapun urusan dunia kita gantungkan akhir semuanya hanya kepada Allah.
Yang mengimani nama Allah ini akan mempunyai ketergantungan kepada Allah, bukan kepada makhluk apalagi curhat di medsos.
Dan bertawakkal hanya kepada Allah karena jika Allah telah mentakdirkan kesukesan seseorang maka tidak akan ada yang bisa menghalangi dan sebaliknya.
Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.’”
(HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).
Keyakinan ini akan membersihkan hati kita dari perasaan takut kepada makhluk dan terlalu berharap kepada makhluk.
- Kemajuan sejati adalah saat semakin taat kepada Allah.
Kebanyakan manusia berbicara kesuksesan diukur dengan materi dunia.
Kemajuan dan kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika kita semakin taat kepada Allah dan sebaliknya kemunduran atau kegagalan adalah ketika kita semakin jauh dengan Allah.
Sesungguhnya kesuksesan yang hakiki adalah yang bermanfaat ketika semakin taat kepada Allah. Dan kita semakin mendekati surga dan semakin mendekati ridho Allah.
Dan ketika mengalami kemunduran dalam masalah ibadah, itu adalah kemunduran dan tercela.
Adapun kemajuan atau kemunduran dalam urusan duniawi bukan ukuran kemajuan atau kemunduran hakiki.
- Meyakini ke-Maha BIjaksanaan Allah
Kekuasaan, kehendak, kebijaksanaan. Ini adalah point utama yang terkandung dalam nama Allah Al Muqodim dan Al-Muakhir.
Ketka Allah menunda dan mendahulukan sesuatu baik itu urusan dunia maka ini adalah sesuai dengan kekuasaan Allah.
Keyakinan kemaha bijaksaaan Allah akan membuat seseorang ikhlas, rela dan ridho dengan ketetapan Allah. Karena yang dipilihkan Allah pasti yang terbaik dan merupakan kasih sayang Allah.
- Mendahulukan yang didahulukan oleh Allah
Contoh, dikisahkan umar ketika menjadi kholifan ada pembesar-pembesar kurais yang ingin bertemu umar. Mereka masuk islam belakangan. Diwaktu yang sama ada mantan budak yang juga ingin bertemu dengan umar, dan mereka masuk islam terlebih dulu. Maka yang didahulukan oleh umar adalah mantan budak ini.














