Segala bentuk kenikmatan yang kita rasakan adalah karunia dari Allah subhanahu wata’alaa. Mensyukuri nikmat Allah merupakan perkara yang wajib. Namun tak sedikit manusia yang kufur atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan.
Kekuasaan dan kedudukan telah membuat Fir’aun lupa diri sehingga segala cara dilakukan untuk mempertahankannya, tidak peduli meski harus mengorbankan banyak nyawa. Betapa banyak anak laki yang sudah dibunuh atas perintahnya hanya karena khawatir kekuasaannya akan digoyang oleh calon generasi penerus itu. Tidak hanya sampai disitu, bahkan sampai-sampai dia mengaku dirinya sebagai tuhan yang harus disembah.
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ﴿٢٣﴾فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
Lalu dia mengumpulkan (pembesar-pembesar), lalu berseru memanggil kaumnya. (seraya) berujar, ’Akulah ilahmu (sesembahanmu) yang paling tinggi.’ [An-Nâzi’ât/79:23-24]
Kedatangan nabi Musa Alaihissallam dengan saudaranya nabi Harun Alaihissallam tidak mampu menyadarkan Fir’aun dari kekufuran dan kesombongannya. Padahal, dakwah nabi Musa Alaihissallam dan saudaranya itu sudah dilakukan dengan cara terbaik yaitu dengan lemah lembut, sebagaimana perintah Allâh Azza wa Jalla :
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
Berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. [Thaha/20:44]
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam juga melakukan dialog dengan cara baik dan menunjukkan bukti kebenaran risalah yang beliau bawa berupa mu’jizat. Akan tetapi mu’jizat yang Allâh Azza wa Jalla berikan kepada nabi-Nya Musa Alaihissallam justru dianggap sebagai sihir. Bertolak dari anggapan keliru ini, Fir’aun, si raja zhalim tersebut mengerahkan pada penyihir di negaranya untuk mengalahkan mu’jizat yang dibawa oleh Nabiyullah Musa Alaihissallam dan mereka yakin akan berhasil mengalahkan nabi Musa Alaihissallam. Namun faktanya, para tukang sihir itu menjadi sadar dan yakin bahwa apa yang ditunjukkan oleh Musa Alaihissallam bukanlah sihir. Oleh karena itu, mereka mengikrarkan keimanan mereka kepada Musa Alaihissallam dihadapan Fir’aun, meski mereka diancam siksa. Peristiwa ini menjadi sebuah tamparan keras yang seharusnya bisa menyadarkannya dan membuatnya berpikir. Namun ternyata tidak juga.
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
(
/ @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
(
/ @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:
/ yufid.tv
Instagram:
/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:
/ kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














