Bagi umat Islam diperintahkan supaya memulai segala urusan dengan doa. Karena doa merupakan bentuk memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’alaa. Dengan begitu, ia bisa memperoleh kebaikan dan keselamatan.

وَمِنْ أَعْظَمِ الْحَسَنَاتِ الَّتِي يُؤْتَاهَا الْمَرْءُ فِي الدُّنْيَا
مَا ذَكَرَهُ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ
فَإِنَّهُ لَمَّا قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
قَالَ حَسَنَةُ الدُّنْيَا أَنْ يُؤْتِيَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْعَبْدَ الْعِلْمَ وَالْعِبَادَةَ
إِذًا فَبِدُعَائِكَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
تَقُولُ يَا رَبِّ آتِنِي أُمُورَ الدُّنْيَا الَّتِي تَنْفَعُنِي وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِمَا يُصْلِحُنِي
وَآتِنِي يَا رَبِّ عِبَادَةً وَعِلْمًا
عِبَادَةً تَرْضَى بِهَا
وَعِلْمًا يَجْعَلُ الْعِبَادَةَ عَلَى هُدًى وَاسْتِقَامَةٍ
وَلِذَلِكَ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
أَمَّا الْمَذْمُوْمُ فَإِنَّهُ يَقُولُ آتِنَا فِي الدُّنْيَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
يَسْأَلُ تَفَاصِيلَ الْأُمُورِ وَدَقَائِقَهَا
وَلَا يَكِلُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اِخْتِيَارَ الْأَفْضَلِ

***

Di antara kebaikan terbesar yang dikaruniakan kepada seseorang di dunia
adalah apa yang disebutkan oleh al-Hasan al-Basri.
Ketika beliau membaca ayat ini (yang artinya), “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (al-Baqarah: 201)
Beliau berkata, “Kebaikan dunia adalah bila Allah ‘Azza wa Jalla memberikan ilmu dan ibadah bagi seorang hamba.”
Jadi dengan kamu berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia…”
seakan-akan kamu berdoa, “Ya Tuhanku, berikan kepadaku perkara-perkara dunia yang bermanfaat bagiku, dan Engkau Maha Mengetahui apa yang baik bagiku…
Dan berikan juga kepadaku—ya Tuhanku—ibadah dan ilmu…
Ibadah yang membuat Engkau rida…
dan ilmu yang menjadikan ibadah itu di atas petunjuk dan keistiqamahan.
Oleh sebab itu, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia…”
Adapun yang tercela adalah dengan berucap, “Berikanlah kepadaku di dunia! Berikanlah kepadaku di dunia!”
Dia meminta segala hal dengan detail dan terperinci,
tapi tidak menyerahkan pilihan yang terbaik kepada Allah ‘Azza wa Jalla.