Tidak semua rasa takut itu menyiksa. Ada satu jenis takut yang justru menghadirkan ketenangan, menumbuhkan harapan, dan menuntun jiwa menuju kebahagiaan sejati. Itulah rasa takut kepada Allah. Rasa takut tersebut akan menjaga seseorang di jalan kebaikan, menjauhi dosa, dan membuat hidup terasa lebih ringan.

Bab yang pertama adalah bab tentang rasa takut kepada Allah Jalla wa ‘Ala. Ini adalah bab yang sangat penting. Banyak ayat Al-Qur’an yang menyoroti tentang ini.
Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan bagi orang yang takut akan kebesaran Tuhannya, ada dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46).
Bukankah Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia telah berfirman:
“Adapun orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41)
Ada banyak sekali nash lain yang menunjukkan eratnya hubungan hati dengan rasa takut kepada Rabb Yang Maha Perkasa dan Mulia.
Semua itu menunjukkan bahwa masuk surga bisa diraih dengan rasa takut kepada Rabb Yang Maha Perkasa dan Mulia.
Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti melalui para pengikutnya… karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar orang beriman.” (QS. Ali Imran: 175)
“…yakni: menakut-nakuti kalian melalui para pengikutnya (dari kalangan orang musyrik).”
Maka Allah memerintahkan kalian untuk mengkhususkan rasa takut hanya kepada-Nya, Maha Suci dan Maha Tinggi Dia.
Berapa banyak rasa takut yang bersarang dalam hatimu? Apakah kalian takut kepada negara-negara besar atau tidak? Kalian takut kepada Iran dan negara lainnya atau tidak? Kalian takut kepada pencuri atau tidak? Kalian takut kepada hewan-hewan buas atau tidak? Jadi, kalian memang takut? Mengapa kalian takut?
Apakah mungkin engkau melakukan sesuatu di alam semesta ini yang tidak dikehendaki oleh Allah?
Berarti, kita mengalami kekurangan dalam menumbuhkan rasa takut kepada Allah.
Janganlah takut kepada serigala ataupun singa. Namun takutlah kepada Allah yang mampu menjadikanmu diserang oleh binatang-binatang itu.
Karena, demi Allah! Sekali lagi, demi Allah! Engkau tidak akan keluar dari takdir Allah, walau hanya seruas jari!
Karena itu, janganlah takut kecuali hanya kepada Allah.
Tidakkah engkau mendengar firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan mereka takut hanya kepada-Nya… dan mereka tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 39).
Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian adalah orang-orang yang beriman.
Berapa tingkatan rasa takut kepada Allah yang telah kalian capai? Sungguh, kekurangannya besar. Sangat besar!
Kita takut kepada makhluk, dan kita lupa bahwa Allah Sang Pencipta adalah satu-satunya yang mengaturnya.
Maka takutlah kepada Allah, dan jangan takut kepada makhluk.
Sekiranya para hamba takut kepada Allah, demi Allah, niscaya keberkahan yang banyak akan turun kepada mereka, dan keadaan mereka akan menjadi baik.
Keadilan akan menggantikan kezaliman, dan kebaikan akan menggantikan keburukan.
Sekiranya seorang suami takut kepada Allah dalam memperlakukan istrinya, apakah dia akan menzalimi istrinya? Apakah suami akan mengurangi hak-hak istrinya?
Sekiranya seorang istri takut kepada Allah, apakah dia akan berani menyelisihi perintah dan syariat Allah dalam memenuhi hak suaminya?
Jadi, kita memiliki masalah besar dalam hal ini, yaitu lemahnya rasa takut kepada Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia.
Mengapa kita harus takut kepada Allah? Bukankah Allah-lah yang mengatur seluruh alam semesta?
Beberapa hari yang lalu kalian merasakan hawa panas. Berapa derajat suhu ketika itu? Berapa derajat suhu tertingginya?
Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia mampu menjadikannya 70, 80, 100, 150, bahkan 1000 derajat! Apakah Allah mampu atau tidak?
Lantas, mengapa kalian tidak takut jika Allah menimpakan panas itu kepada kalian?
Padahal Allah telah menimpakannya kepada kaum Nabi Syu’aib.
“Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan…” (QS. Asy-Syu’ara: 189)
Apa maksud azab di hari ketika mereka dinaungi awan itu? Mereka didatangi hawa yang sangat panas. Kemudian Allah mengirimkan awan kepada mereka.
Lalu mereka berkumpul di bawah awan itu, untuk mendapat naungan. Maka Allah mengirim suara yang sangat keras, sehingga mereka mati dalam satu waktu.
Apakah kalian merasa aman jika Allah menimpakan azab semacam itu kepada kalian?
Bagaimana menurut kalian?
Apakah kalian merasa aman tidak mengalami hal seperti para pasien di rumah sakit, yang hanya bisa menggerakkan matanya, sementara tubuhnya tak mampu digerakkan?
Allah bisa saja mengirimkan mikroba yang hanya terlihat melalui mikroskop, dan mikroba itu dapat melumpuhkan seluruh tubuhmu dalam sekejap.
Allah bisa menjatuhkanmu di tangga masjid hingga kamu mengalami kelumpuhan total.
Apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mampu? Demi Allah, tidak ada yang sulit bagi-Nya. Allah Maha Kuasa atas segalanya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah, padahal kita tahu bahwa sebentar lagi kita akan berdiri di hadapan-Nya, dan Allah akan bertanya kepada kita tentang seluruh amal kita, baik yang sedikit maupun yang banyak.
Tidak seorang pun dari kalian kecuali akan diajak berbicara langsung oleh Tuhannya, tanpa ada penerjemah.
Lalu ia melihat ke arah kanannya, dan ia tidak melihat kecuali amalnya. Ia melihat ke arah kirinya, dan tidak melihat kecuali amalnya.
Ia melihat ke arah depan, dan tidak melihat kecuali neraka. Maka jagalah diri kalian dari neraka, meskipun hanya dengan menyedekahkan sepotong kurma.
Apakah salah seorang dari kalian sanggup duduk di bawah terik matahari selama satu jam setelah Salat Zuhur?
Padahal matahari itu sangat jauh. Mengapa kalian merasa kasihan pada diri sendiri untuk sekadar duduk di bawah terik matahari, tetapi kalian tidak merasa kasihan pada diri sendiri jika harus masuk ke dalam neraka Jahannam?
Takutlah kepada Allah, agar Allah tidak memasukkanmu ke dalam neraka Jahannam. Takutlah kepada Allah, agar Allah tidak memasukkanmu ke dalam neraka Jahannam karena perbuatanmu.
Rasa takut kepada Allah adalah kedudukan yang sangat agung dan mengandung pahala yang besar.
Bagaimana mungkin engkau tidak takut kepada Allah, padahal Allah selalu mengawasimu?
Apakah Allah mengawasi kalian atau tidak?
“Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik di bumi maupun di langit.” (QS. Ali Imran: 5)
Allah menyebutkan sifat-Nya dengan berfirman:
“Allah mengetahui (pandangan) mata yang khianat, dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mu’min: 19)
Apa yang ada di hatimu, janganlah pernah menyangka bahwa Allah tidak mengetahuinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala, “…mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” (QS. Thaha: 7)
Karena itu, takutlah kepada Allah. Selain itu, Allah juga menugaskan malaikat untuk mencatat amalmu, baik yang sedikit maupun yang banyak.
“Sesungguhnya bagi kalian ada malaikat-malaikat yang mengawasi… yang mulia dan mencatat amal perbuatan… mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Infithar: 10–12).
Jadi, ini merupakan kedudukan yang agung, yaitu kedudukan rasa takut kepada Allah.
Di akhir surat Al-Bayyinah, ketika Allah menyebutkan balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh:
“…surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya… Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya… Untuk siapa balasan ini? Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah: 8).
Yaitu orang yang takut kepada Allah.

***

الباب الأول، باب الخوف من الله جل وعلا، وهذا الباب عظيم جدًا، وقد تظاهرت النصوص على ذكره.
أليس الله سبحانه قد قال:
﴿وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ﴾ [الرحمن: ٤٦]؟
أليس الله العزيز الجليل قال:
﴿وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ﴾ [النازعات: ٤٠-٤١]؟
نصوص كثيرة جدًا تربط بين القلب وبين الخوف من الله العزيز الجليل، كل هذا يدل على أن دخول الجنة يكون بالخوف من الله عز وجل.
قال الله جل وعلا:
﴿إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ﴾ [آل عمران: ١٧٥].
أي: يخوفكم بأوليائه (من المشركين)، فأمر الله أن يُخص الخوف به سبحانه وتعالى.
كم في قلبك من خوف؟ هل تخاف من الدول الكبرى؟ هل تخاف من إيران وغيرها؟ هل تخاف من اللصوص؟ هل تخاف من السباع؟ إذًا أنت خائف؟ لماذا تخاف؟
هل تستطيع أن تعمل شيئًا في الكون لم يرده الله؟ إذًا فينا نقص في باب الخوف من الله عز وجل.
لا تخف من الذئب، ولا من الأسد، لكن خف من الله الذي يسلطه عليك.
فوالله، ثم والله، لا تخرج عن قدر الله قيد أنملة.
فلا تخف إلا من الله عز وجل.
ألم تسمع قول الله عز وجل:
﴿ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ﴾ [الأحزاب: ٣٩]؟
فلا تخافوهم وخافون إن كنتم مؤمنين.
كم درجة الخوف من الله عندكم؟ فيها تقصير، فيها تقصير كثير جدًا.
نخاف من المخلوق وننسى أن الله هو الذي يسيره.
فخف من الله ولا تخف من المخلوق.
لو أن العباد يخافون من الله، والله لنزلت عليهم البركات، وصلحت أحوالهم، واستقام أمرهم، ولزال الظلم وجاء العدل، وزالت الشرور وجاءت الخيرات.
لو أن الزوج يخاف من الله في تعامله مع زوجته، هل يظلمها؟ هل ينقصها حقوقها؟
لو أن المرأة تخاف من الله، هل تعصي زوجها في ما أمر الله؟
إذًا نحن عندنا خلل عظيم في هذا الباب، وهو ضعف الخوف من الله العزيز الجليل.
لماذا نخاف من الله؟ لأن الله هو المتصرف في هذا الكون.
قبل أيام شعرتم بالحر، كم كانت درجة الحرارة؟
الله سبحانه وتعالى يستطيع أن يجعلها سبعين، ثمانين، مئة، مئة وخمسين، ألف.
هل الله يستطيع أو لا يستطيع؟ إذًا لماذا لا تخاف أن يصيبك الله بذلك؟
فقد سلط الله هذا على قوم شعيب.
﴿فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ﴾ [الشعراء: ١٨٩].
ما هو عذاب يوم الظلة؟ جاءهم حر شديد، ثم أرسل الله عليهم ظلة، فاجتمعوا تحتها.
فأرسل الله عليهم الصيحة فماتوا جميعًا في وقت واحد.
هل تأمن أن يصيبك الله بذلك؟
ماذا لو أصبحت مثل أولئك الذين في المستشفى لا يستطيعون تحريك أجسادهم إلا أعينهم؟
ميكروب صغير لا يُرى إلا بالمجهر قد يشل حركتك بالكامل.
وقد تسقط من درج المسجد وتُشل بالكامل.
هل الله لا يقدر؟ والله، لا يعجزه شيء، وهو على كل شيء قدير.
كيف لا تخاف من الله وأنت تعلم أنك ستقف بين يديه، ويسألك عن كل أعمالك؟
ما منكم من أحد إلا وسيكلمه ربه ليس بينه وبينه ترجمان،
فينظر عن يمينه فلا يرى إلا عمله، وينظر عن شماله فلا يرى إلا عمله، وينظر تلقاء وجهه فلا يرى إلا النار، فاتقوا النار ولو بشق تمرة.
هل تستطيع أن تجلس تحت حر الشمس بعد الظهر ساعة؟
والشمس بعيدة، فلماذا ترحم نفسك عن الجلوس في الشمس ولا ترحم نفسك من نار جهنم؟
خف من الله أن يدخلك جهنم، خف من الله أن يدخلك جهنم بأعمالك.
الخوف من الله منزلة عظيمة، وأجرها كبير.
كيف لا تخاف من الله والله يراقبك؟
هل الله يراك أم لا؟
﴿إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ﴾ [آل عمران: ٥].
﴿يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ﴾ [غافر: ١٩].
ما في صدرك يعلمه الله عز وجل، بل قال الله:
﴿يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخْفَى﴾ [طه: ٧].
فخف من الله، وأيضًا جعل الله عليك ملائكة يكتبون أعمالك، قليلها وكثيرها.
﴿وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ • كِرَامًا كَٰتِبِينَ • يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ﴾ [الانفطار: ١٠–١٢].
فهذه منزلة عظيمة، منزلة الخوف من الله.
في آخر سورة البينة، لما ذكر الله جزاء الذين آمنوا وعملوا الصالحات، قال:
﴿جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُۥ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ﴾ [البينة: ٨].

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)