Kita sering kali percaya bahwa perencanaan yang matang dan perhitungan yang presisi merupakan jaminan menuju pintu keberhasilan. Segala daya telah dikerahkan dan setiap potensi risiko pun telah diperhitungkan tetapi seketika impian itu runtuh karena garis akhirnya justru melenceng jauh dari apa yang diimpikan. Di titik itulah penyesalan hadir disertai bisikan yang mempertanyakan di mana letak kekeliruan.

Jika sesuatu menimpamu, janganlah berkata, “Seandainya aku melakukan ini, tentu akan begini dan begitu.”
Maksudnya, setelah engkau bersungguh-sungguh, mengerahkan usaha, memohon pertolongan kepada Allah, dan terus berusaha,
kemudian hasilnya ternyata tidak sesuai dengan yang engkau inginkan, jangan berkata, “Seandainya aku melakukan ini, tentu akan begini.”
Sebab, perkara itu berada di luar kehendakmu.
Engkau telah melakukan apa yang diperintahkan kepadamu, tetapi Allah ‘Azza wa Jalla Maha Berkuasa atas urusan-Nya,
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Contohnya, seseorang melakukan perjalanan, misalnya, ia melakukan perjalanan untuk menunaikan umrah,
namun di tengah perjalanan mobilnya mogok, sehingga ia pun kembali.
Lalu ia berkata, “Seandainya aku menggunakan mobil yang satunya, tentu lebih baik dan tidak akan mengalami mogok seperti ini.”
Kita katakan kepadanya, “Jangan berkata demikian, karena engkau telah mengerahkan usaha.
Sekiranya Allah ‘Azza wa Jalla menghendakimu sampai untuk menunaikan umrah, niscaya Allah akan memudahkan urusan itu bagimu.
Akan tetapi, Allah tidak menghendaki hal itu.”
Maka, apabila seseorang telah mengerahkan segala yang ia mampu
sesuai dengan yang diperintahkan kepadanya, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan,
maka saat itulah ia menyerahkan urusannya kepada Allah, karena ia telah melakukan apa yang mampu ia lakukan.
Karena itu, Nabi bersabda, “Jika sesuatu menimpamu…”
yakni setelah mengerahkan usaha dan memohon pertolongan kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
“janganlah berkata, ‘Seandainya aku melakukan ini, tentu akan begini dan begitu.’” (HR. Muslim)
Semoga Allah membalas Nabi kita dengan sebaik-baik balasan atas jasa beliau kepada kita.
Beliau telah menjelaskan hikmah di balik larangan tersebut. Beliau bersabda, “Karena kata ‘seandainya’ membuka pintu amalan setan.”
Kata itu membuka pintu waswas, kesedihan, penyesalan, dan kegundahan bagimu.
“Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini. Seandainya aku melakukan itu, tentu akan begini.”
Jangan berkata demikian! Perkaranya sudah selesai dan tidak mungkin lagi mengubah apa yang telah terjadi.
Semua itu merupakan ketetapan yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz, lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.
Hal itu akan terjadi pada waktu yang telah ditetapkan, apa pun yang engkau lakukan.
Karena itu, Nabi bersabda, “Tetapi katakanlah, ‘Qodarullaah’.” Maksudnya, inilah takdir Allah, yakni ketetapan dan keputusan Allah.
“Dan apa yang Allah kehendaki, Allah lakukan.” Apa pun yang Allah ‘Azza wa Jalla kehendaki, Allah melakukannya.
Sesungguhnya Rabbmu Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki.
Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya untuk melakukan apa pun yang Dia kehendaki dalam kerajaan-Nya. Apa yang Allah kehendaki, Dia lakukan.
Namun, kita harus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Bihamdihi tidak melakukan sesuatu melainkan karena suatu hikmah,
baik hikmah itu tersembunyi dari kita maupun tampak bagi kita.
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Dan kalian tidak dapat menghendaki kecuali apabila Allah menghendakinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Insan: 30)
Ayat ini menunjukkan bahwa kehendak Allah selalu disertai hikmah dan ilmu-Nya.
Betapa banyak kejadian yang tidak disukai seseorang, tetapi akhirnya justru menjadi kebaikan baginya.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Sungguh, telah terjadi banyak peristiwa yang membuktikan makna ayat ini.
Beberapa tahun yang lalu, sebuah pesawat lepas landas dari Riyadh menuju Jeddah.
Di dalamnya terdapat banyak penumpang, lebih dari tiga ratus orang.
Ada seorang penumpang yang telah terdaftar dalam penerbangan tersebut sedang berada di ruang tunggu.
Rasa kantuk mengalahkannya hingga ia tertidur.
Pengumuman keberangkatan pesawat pun disampaikan, dan para penumpang berangkat untuk menaiki pesawat.
Ternyata lelaki itu baru terbangun setelah pintu pesawat ditutup. Ia pun sangat menyesal.
Bagaimana mungkin ia sampai ketinggalan pesawat?
Kemudian Allah, dengan hikmah-Nya, menakdirkan pesawat tersebut terbakar bersama para penumpangnya.
Subhanallah! Bagaimana lelaki ini bisa selamat?
Semula ia tidak suka karena ketinggalan pesawat, tetapi ternyata hal itu merupakan kebaikan baginya.
Benar-benar menjadi kebaikan baginya.
Maka, apabila engkau telah mengerahkan usaha dan memohon pertolongan kepada Allah,
kemudian hasilnya ternyata tidak sesuai dengan keinginanmu, janganlah menyesal!
Janganlah berkata, “Seandainya aku melakukan ini, tentu akan begini.”
Jika engkau berkata demikian, akan terbuka bagimu berbagai waswas, penyesalan, dan kesedihan yang akan mengganggu kesabaranmu.
Perkaranya sudah selesai. Semuanya telah berlalu.
Serahkan urusan itu kepada Allah, Al-Malik Al-Jabbar ‘Azza wa Jalla.
Katakan, “Qodarullaah wa maa syaa-a fa’al (ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan).”
Demi Allah, sekiranya kita menjalani hidup sesuai petunjuk hadis ini, niscaya hidup kita akan jauh lebih tenang.
Namun, engkau mendapati sebagian dari kita:
pertama, tidak bersungguh-sungguh mengejar apa yang bermanfaat baginya.
Siang dan malamnya berlalu tanpa manfaat, waktunya terbuang sia-sia.
Kedua, apabila ia ternyata telah bersungguh-sungguh dalam perkara yang bermanfaat baginya,
tetapi kemudian perkara itu luput dan hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan, engkau mendapatinya menyesal,
“Seandainya dahulu aku tidak melakukan ini. Seandainya aku melakukan itu, tentu akan begini.”
Sikap seperti ini tidak benar.
Engkau telah menunaikan apa yang menjadi kewajibanmu. Setelah itu, serahkanlah urusan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

***

فَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا وَكَذَا
يَعْنِي بَعْدَ أَنْ تَحْرِصَ وَتَبْذُلَ الْجُهْدَ وَتَسْتَعِينَ بِاللهِ وَتَسْتَمِرَّ
ثُمَّ يَخْرُجُ الْأَمْرُ عَلَى خِلَافِ مَا تُرِيدُ، لَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا
لِأَنَّ هَذَا أَمْرٌ فَوْقَ إِرَادَتِكَ
أَنْتَ فَعَلْتَ الَّذِي تُؤْمَرُ بِهِ، وَلَكِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
مِثَالُ ذَلِكَ: رَجُلٌ سَافَرَ يُرِيدُ الْعُمْرَةَ مَثَلًا
لَكِنَّهُ فِي أَثْنَاءِ الطَّرِيقِ تَعَطَّلَتِ السَّيَّارَةُ ثُمَّ رَجَعَ
فَقَالَ: لَوْ أَنِّي أَخَذْتُ السَّيَّارَةَ الْأُخْرَى لَكَانَ أَحْسَنَ، وَلَمَا حَصَلَ عَلَيْهِ التَّعَطُّلُ
نَقُولُ: لَا تَقُلْ هَكَذَا، لِأَنَّكَ أَنْتَ بَذَلْتَ الْجُهْدَ
وَلَوْ كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أَرَادَ أَنْ تَبْلُغَ الْعُمْرَةَ لَيَسَّرَ لَكَ الْأَمْرَ
وَلَكِنَّ اللهَ لَمْ يُرِدْ ذَلِكَ
فَالْإِنْسَانُ إِذَا بَذَلَ مَا يَسْتَطِيعُ
مِمَّا أُمِرَ بِبَذْلِهِ وَأَخْلَفَتِ الْأُمُورُ
فَحِينَئِذٍ يُفَوِّضُ الْأَمْرَ إِلَى اللهِ لِأَنَّهُ فَعَلَ مَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ
وَلِهَذَا قَالَ: وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ
يَعْنِي بَعْدَ بَذْلِ الْجُهْدِ وَالِاسْتِعَانَةِ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ
فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا وَكَذَا
جَزَى اللهُ عَنَّا نَبِيَّنَا خَيْرًا
بَيَّنَ الْحِكْمَةَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
تَفْتَحُ عَلَيْكَ الْوَسَاوِسَ وَالْأَحْزَانَ وَالنَّدَمَ وَالْهُمُومَ
لَوْ أَنِّي سَوَّيْتُ لَكَانَ كَذَا، لَوْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا
لَا تَقُلْ هَكَذَا الْأَمْرُ انْتَهَى، وَلَا يُمْكِنُ أَنْ يَتَغَيَّرَ عَمَّا وَقَعَ
هَذَا أَمْرٌ مَكْتُوبٌ فِي اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ قَبْلَ أَنْ تُخْلَقَ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
سَيَكُونُ عَلَى هَذَا الْوَقْتِ مَهْمَا عَمِلْتَ
وَلِهَذَا قَالَ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ، أَيْ هَذَا قَدَرُ اللهِ أَيْ تَقْدِيرُ اللهِ وَقَضَاؤُهُ
وَمَا شَاءَ فَعَلَ، مَا شَاءَ عَزَّ وَجَلَّ فَعَلَهُ
إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ
لَا أَحَدَ يَمْنَعُهُ أَنْ يَفْعَلَ فِي مُلْكِهِ مَا يَشَاءُ، مَا شَاءَ فَعَلَ عَزَّ وَجَلَّ
وَلَكِنْ يَجِبُ أَنْ نَعْلَمَ أَنَّهُ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ لَا يَفْعَلُ شَيْئًا إِلَّا لِحِكْمَةٍ
خَفِيَتْ عَلَيْنَا أَوْ ظَهَرَتْ لَنَا
وَالدَّلِيلُ عَلَى هَذَا قَوْلُهُ تَعَالَى: وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
فَبَيَّنَ أَنَّ مَشِيئَتَهُ مَقْرُونَةٌ بِالْحِكْمَةِ وَالْعِلْمِ
وَكَمْ مِنْ شَيْءٍ كَرِهَ الْإِنْسَانُ وُقُوعَهُ فَصَارَتِ الْعَاقِبَةُ خَيْرًا لَهُ
كَمَا قَالَ تَعَالَى: وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
وَلَقَدْ جَرَتْ حَوَادِثُ كَثِيرَةٌ تَدُلُّ عَلَى هَذِهِ الْآيَةِ
قَبْلَ كَمْ سَنَةٍ أَقْلَعَتْ طَائِرَةٌ مِنَ الرِّيَاضِ مُتَّجِهَةً إِلَى جُدَّةَ
وَفِيهَا رُكَّابٌ كَثِيرٌ فَوْقَ ثَلَاثِمِائَةِ رَاكِبٍ
وَكَانَ أَحَدُ الرُّكَّابِ الَّذِينَ سَجَّلُوا فِي هَذِهِ الطَّائِرَةِ فِي قَاعَةِ الِانْتِظَارِ
فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى نَامَ
وَأُعْلِنَ عَنْ إِقْلَاعِ الطَّائِرَةِ، وَذَهَبَ الرُّكَّابُ وَرَكِبُوا
فَإِذَا بِالرَّجُلِ يَسْتَيْقِظُ بَعْدَ أَنْ أُغْلِقَ الْبَابُ فَنَدِمَ نَدَامَةً شَدِيدَةً
كَيْفَ فَاتَتْهُ الطَّائِرَةُ؟
ثُمَّ إِنَّ اللهَ قَدَّرَ بِحِكْمَتِهِ أَنْ تَحْتَرِقَ الطَّائِرَةُ وَرُكَّابُهَا
فَسُبْحَانَ اللهِ! كَيْفَ نَجَا هَذَا الرَّجُلُ؟
كَرِهَ أَنَّهُ فَاتَتْهُ الطَّائِرَةُ، وَلَكِنْ كَانَ ذَلِكَ خَيْرًا لَهُ
كَانَ ذَلِكَ خَيْرًا لَهُ
فَأَنْتَ إِذَا بَذَلْتَ الْجُهْدَ وَاسْتَعَنْتَ بِاللهِ
وَصَارَ الْأَمْرُ عَلَى خِلَافِ مَا تُرِيدُ، لَا تَنْدَمْ
لَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا
إِذَا قُلْتَ هَذَا، انْفَتَحَ عَلَيْكَ مِنَ الْوَسَاوِسِ وَالنَّدَمِ وَالْأَحْزَانِ مَا يُكَدِّرُ عَلَيْكَ الصَّبْرَ
انْتَهَى الْأَمْرُ رَاحَ
سَلِّمِ الْأَمْرَ لِلْمَلِكِ الْجَبَّارِ عَزَّ وَجَلَّ
قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
وَاللهِ لَوْ أَنَّنَا سِرْنَا عَلَى هَدْيِ هَذَا الْحَدِيثِ لَاسْتَرَحْنَا كَثِيرًا
لَكِنْ تَجِدُ الْإِنْسَانَ مِنَّا
أَوَّلًا، مَا يَحْرِصُ عَلَى مَا يَنْفَعُهُ
تَمْضِي أَوْقَاتُهُ لَيْلًا وَنَهَارًا بِدُونِ فَائِدَةٍ تَضِيعُ عَلَيْهِ سُدًى
ثَانِيًا، إِذَا قُدِّرَ أَنَّهُ اجْتَهَدَ فِي أَمْرٍ يَنْفَعُهُ
ثُمَّ فَاتَ الْأَمْرُ وَلَمْ يَكُنْ عَلَى مَا تَوَقَّعَ تَجِدُهُ يَنْدَمُ
يَا لَيْتَنِي مَا سَوَّيْتُ كَذَا، وَلَوْ أَنِّي سَوَّيْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا
هَذَا مَا هُوَ صَحِيحٌ
أَنْتَ أَدَّيْتَ مَا عَلَيْكَ، ثُمَّ بَعْدَ هَذَا فَوِّضِ الْأَمْرَ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:

/ @yufid
(

/ @yufid )
YUFID EDU:

/ @yufidedu
(

/ @yufidedu )
YUFID KIDS:

/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:

/ yufid.tv
Instagram:

/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:

/ kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!