Bulan Ramadan telah berada di hari-hari terakhirnya. Bulan yang mulia ini kini hanya menyisakan dua atau tiga hari saja. Di bulan suci Ramadan terdapat banyak keutamaan, salah satunya sebagai bulan diturunkannya al-Qur’an. Oleh sebab itu, membaca al-Qur’an merupakan ibadah yang istimewa dan melimpah pahalanya. Allah subhanahu wata’alaa berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah: 185).
Sebagai seorang muslim tentu kita memiliki mushaf al-Qur’an. Karena al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan.
Bagaimana cara agar pahala lebih besar saat membaca al-Quran?
Pertama,
di antara keistimewaan al-Quran
adalah bernilai ibadah meski hanya dengan membaca lafaznya.
Baik itu kamu membacanya dengan pemahaman maupun tidak.
Baik itu dengan tadabur maupun tidak.
Inilah salah satu keistimewaan al-Quran.
Keistimewaan ini tidak dimiliki kitab lain selain al-Quran.
Jadi al-Quran bernilai ibadah hanya dengan membaca lafaznya.
Namun, jika kamu ingin agar pahala dan ganjarannya lebih besar,
maka hendaklah membaca al-Quran disertai dengan tadabur
dan berusaha memahami makna-makna al-Quran
serta berusaha menghayatinya.
Sebagai contoh, kamu membaca suatu ayat
yang menyebutkan surga dan ciri-cirinya
maka mohonlah kepada Allah karunia-Nya,
atau kamu mengulang-ulang bacaan ayat ini
dan kamu membayangkan kenikmatan surga serta menghayatinya.
Demikian juga saat disebutkan tentang neraka, kamu memohon perlindungan kepada Allah darinya.
Dan kamu membaca doa yang disebutkan dalam al-Quran dan as-Sunnah
dengan doa “Aku berlindung kepada Allah dari neraka.”
“Ya Tuhanku lindungi aku dari neraka. Ya Tuhanku jauhkan dariku azab neraka.”
Juga doa semisalnya.
Inilah di antara amalan yang dapat memperbesar pahala membaca al-Quran.
Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Salat Malam,
jika beliau membaca ayat yang menyebutkan tasbih, beliau bertasbih.
Jika beliau membaca ayat yang menyebutkan doa, beliau berdoa.
Jika membaca ayat tentang memohon perlindungan, beliau memohon perlindungan.
Jadi, pahala membaca al-Quran semakin besar dengan tadabur,
menghayati ayat-ayatnya,
dan mencermatinya.
Bahkan itu juga salah satu hal yang dapat menambah keimanan.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, iman mereka bertambah” (QS. al-Anfal: 2)
Ayat ini tentang mendengar al-Quran, maka bagaimana dengan membacanya?!
Seorang muslim akan bertambah imannya dengan mendengar al-Quran
dan dengan membacanya.
***
كَيْفَ يَعْظُمُ الْأَجْرُ عِنْدَ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ؟
أَوَّلًا
مِنْ خَصَائِصِ الْقُرْآنِ
أَنَّهُ يُتَعَبَّدُ بِمُجَرَّدِ تِلَاوَةِ أَلْفَاظِهِ
سَوَاءٌ قَرَأْتَ الْقُرْآنَ بِفَهْمٍ أَوْ بِغَيْرِ فَهْمٍ
بِتَدَبُّرٍ أَوْ بِغَيْرِ تَدَبُّرٍ
وَهَذَا مِنْ خَصَائِصِ الْقُرْآنِ
وَهَذِهِ الْخَصِيصَةُ لَيْسَتْ بِغَيْرِ القُرْآنِ
فَالْقُرْآنُ يُتَعَبَّدُ بِمُجَرَّدِ تِلَاوَةِ أَلْفَاظِهِ
لَكِنْ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَعْظُمَ الْأَجْرُ وَالثَّوَابُ
يَنْبَغِي أَنْ يَقْتَرِنَ بِالتِّلَاوَةِ التَّدَبُّرُ
وَالْفَهْمُ لِمَعَانِي الْقُرْآنِ
وَالْوُقُوفُ عِنْدَهَا
فَإِذَا مَرَرْتَ مَثَلًا بِآيَةٍ
فِيهَا ذِكْرُ الْجَنَّةِ وَأَوْصَافُ الْجَنَّةِ
فَاسْأَلِ اللهَ مِنْ فَضْلِهِ
وَرُبَّمَا يَعْنِي أَنَّكَ تُعِيْدُ هَذِهِ الآيَاتِ وَتُكَرِّرُهَا
وَتَتَصَوَّرُ نَعِيمَ الْجَنَّةِ وَتَتَأَمَّلُ فِيهِ
وَهَكَذَا أَيْضًا إِذَا وَرَدَ ذِكْرُ النَّارِ تَسْتَعِيْذُ بِاللهِ مِنْهَا
وَتَأْتِي بِمَا وَرَدَ فِي الْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ النَّارِ
رَبِّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ رَبِّ اصْرِفْ عَنِّي عَذَابَ جَهَنَّمَ
وَنَحْوِ ذَلِكَ
فَهَذَا مِمَّا يَعْظُمُ بِهِ الْأَجْرُ عِنْدَ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ
وَقَدْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ
إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ
وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا سُؤَالٌ سَأَلَ
وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَعَوُّذٌ تَعَوَّذَ
فَإِذًا يَعْظُمُ أَجْرُ التِّلَاوَةِ بِالتَّدَبُّرِ
وَالْوُقُوفِ عِنْدَ الْآيَاتِ
وَالتَّأَمُّلِ فِيهَا
بَلْ إِنَّ هَذَا مِنْ أَسْبَابِ زِيَادَةِ الْإِيْمَانِ
كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا
يَعْنِي هَذَا فِي الِاسْتِمَاعِ لِلْقُرْآنِ فَكَيْفَ بِتِلَاوَتِهِ؟
فَإِذًا الْمُسْلِمُ يَزِيدُ إِيْمَانُهُ بِالِاسْتِمَاعِ لِلْقُرْآنِ
وَبِتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ














