Dalam mengarungi kehidupan, tidak ada seorang pun manusia yang benar-benar luput dari masa-masa yang sulit. Ketika ujian berat itu datang menyapa, kita biasa menyebutnya dengan istilah tertimpa musibah. Menariknya, jika dipandang dari kacamata Islam, hadirnya kesulitan hidup bisa jadi merupakan sebuah teguran dari Allah atas tumpukan dosa yang pernah kita perbuat. Namun, bagi jiwa-jiwa yang beriman, musibah justru mendongkrak derajat mereka ke posisi yang lebih mulia.
Bagaimana seseorang yang tertimpa musibah mengetahui bahwa ia sedang diuji untuk mengangkat derajatnya, bukan karena dosa-dosanya?
Ujian adalah bagian dari perbuatan Allah ‘Azza wa Jalla,
dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak melakukan sesuatu melainkan mengandung hikmah.
Tidaklah suatu musibah menimpa seorang mukmin,
melainkan di dalamnya terdapat hikmah-hikmah yang hanya diketahui oleh Allah.
Musibah itu bisa jadi merupakan peringatan karena kelalaian,
yakni ketika seseorang telah menjauh dari pintu Allah,
dan lalai menunaikan hak Allah ‘Azza wa Jalla,
maka Allah menurunkan musibah kepadanya untuk menyadarkannya dari kelalaian itu,
agar ia kembali kepada Rabbnya Subhanahu wa Ta’ala.
Bisa jadi pula musibah itu menjadi penghapus dosa.
Seorang hamba berbuat dosa, lalu Allah menimpakan musibah kepadanya untuk menggugurkan dosa tersebut.
Bisa jadi juga sebagai pengangkat derajat.
Allah menghendaki seorang hamba meraih kedudukan tertentu di surga, tapi ia tidak dapat mencapainya hanya dengan amalannya,
maka Allah menimpakan ujian kepadanya agar ia meraih kedudukan itu di surga.
Ketika musibah datang, para ulama berkata:
“Seorang mukmin hendaklah berbaik sangka kepada Rabbnya, dan berburuk sangka kepada dirinya sendiri.”
Ia berbaik sangka kepada Rabbnya,
sebab Allah sesuai dengan sangkaan hamba-Nya kepada-Nya.
Dan ia berburuk sangka kepada dirinya, dengan mengatakan: “Musibah ini tidak menimpaku melainkan karena dosaku.”
Ia pun mengintrospeksi dirinya
dan mengevaluasi dirinya, agar kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Musibah itu, wahai saudara-saudaraku, bisa jadi juga sebagai penghapus dosa-dosa.
Bagaimanapun keadaannya,
tidaklah musibah menimpa seorang mukmin melainkan untuk mewujudkan kemaslahatan baginya,
atau untuk menolak kemudaratan darinya.
Maka, ujian dari Allah terjadi karena hikmah-hikmah yang agung.
Namun seseorang tidak perlu sibuk untuk mencari tahu apakah musibah ini karena sebab ini atau itu.
Yang perlu ia lakukan hanyalah berbaik sangka kepada Rabbnya,
dan berburuk sangka kepada dirinya sendiri,
agar semua itu menjadi sebab datangnya kebaikan baginya dan jalan kembalinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
***
كَيْفَ يَعْرِفُ الْمُبْتَلَى أَنَّهُ ابْتِلَاء (ابْتُلِيَ) رِفْعَةً لِلدَّرَجَاتِ وَلَيْسَ بِذُنُوبِهِ؟
الِابْتِلَاءُ مِنْ أَفْعَالِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَفْعَلُ إِلَّا لِحِكْمَةٍ
وَلَا يَنْزِلُ بَلَاءٌ بِمُؤْمِنٍ
إِلَّا وَفِيهِ مِنَ الْحِكَمِ مَا اللَّهُ بِهِ عَلِيمٌ
فَقَدْ يَكُونُ الْبَلَاءُ تَنْبِيهًا مِنْ غَفْلَةٍ
فَيَكُونُ الْإِنْسَانُ بَعُدَ عَنْ بَابِ اللَّهِ
وَقَصَّرَ فِي حَقِّ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
فَيُنْزِلُ اللَّهُ بِهِ بَلَاءً يُنَبِّهُهُ بِهِ مِنْ هَذِهِ الْغَفْلَةِ
لِيَعُودَ إِلَى رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
قَدْ يَكُونُ تَكْفِيرًا لِذَنْبٍ
فَيَكُونُ الْعَبْدُ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَيُنْزِلُ اللَّهُ بِهِ الْبَلَاءُ تَكْفِيرًا لِذَنْبِهِ
وَقَدْ يَكُونُ رِفْعَةً لِلدَّرَجَةِ
فَيَكُونُ اللَّهُ أَرَادَ بِالْعَبْدِ مَنْزِلَةً فِي الْجَنَّةِ فَلَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ
فَيُنْزِلُ بِهِ الْبَلَاءُ لِيَبْلُغَ تِلْكَ الدَّرَجَةَ فِي الْجَنَّةِ
وَإِذَا نَزَلَ الْبَلَاءُ يَقُولُ الْعُلَمَاءُ
الْمُؤْمِنُ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِرَبِّهِ وَيُسِيءُ الظَّنَّ بِنَفْسِهِ
يُحْسِنُ الظَّنَّ بِرَبِّهِ
وَاللَّهُ عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِهِ بِهِ
وَيُسِيءُ الظَّنَّ بِنَفْسِهِ يَقُولُ مَا نَزَلَ بِي هَذَا الْبَلَاءُ إِلَّا مِنْ ذَنْبِي
وَيُرَاجِعُ نَفْسَهُ
وَيَتَفَقَّدُ حَالَهُ لِيَرْجِعَ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَالْبَلَاءُ يَا إِخْوَةُ أَيْضًا قَدْ يَكُونُ تَكْفِيرًا لِلسَّيِّئَاتِ
وَعَلَى كُلِّ حَالٍ
لَا يَنْزِلُ بَلَاءٌ بِالْمُؤْمِنِ إِلَّا لِتَحْقِيقِ مَصْلَحَةٍ لَهُ
أَوْ دَفْعِ مَفْسَدَةٍ عَنْهُ
فَالِابْتِلَاءُ مِنَ اللَّهِ لِحِكَمٍ عَظِيمَةٍ
لَكِنْ لَا يَعْتَنِي الْإِنْسَانُ بِأَنْ يَعْرِفَ هَلْ هَذَا الْبَلَاءُ لِكَذَا أَوْ لِكَذَا
وَإِنَّمَا يُحْسِنُ الظَّنَّ بِرَبِّهِ
وَيُسِيءُ الظَّنَّ بِنَفْسِهِ
حَتَّى يَكُونَ ذَلِكَ سَبَبًا لِخَيْرِهِ وَرُجُوعِهِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














