Waktu terus bergulir mengiringi setiap embusan napas kita menuju fisik yang semakin menua. Dalam setiap detiknya, kita melangkah tanpa mengetahui masa depan akan seperti apa. Namun yang terpenting adalah membekali diri dengan amal-amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa.
Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya,
“Seratus tahun lagi, tidak akan tersisa seorang pun di muka bumi dari mereka yang hidup di atasnya sekarang.” (Lihat HR. An-Nasa’i di Sunan Al-Kubra no. 5871 dengan perbedaan lafaz).
Beliau ‘alaihish shalatu was salam hendak menarik perhatian agar manusia memikirkan makna-makna semacam ini.
Maksudnya, misalnya, sekarang kita berada pada tahun Hijriah ini.
Hari ini, misalnya, tanggal 24 Sya’ban 1442 Hijriah.
Baiklah, pikirkan: akan seperti apa keadaanmu seratus tahun lagi?
Pada tahun 1542 Hijriah, di mana engkau berada?
Bagaimana keadaanmu?
Pada tahun 1542 Hijriah.
Mungkin saja semua orang yang sekarang berada di bumi telah meninggal dunia.
Jika hari kiamat belum terjadi, mereka sedang berada di alam barzakh,
entah dalam kenikmatan kubur atau azab kubur.
Mereka berangan-angan, sekiranya dahulu mereka beramal saleh.
Baiklah, pikirkan keadaan seratus tahun yang lalu,
yakni tahun 1342 Hijriah.
Di manakah orang-orang yang hidup seratus tahun yang lalu?
Apakah mereka masih ada sekarang?
Apakah masih ada seseorang dari mereka yang hidup pada tahun 1342 Hijriah?
Kalaupun ada yang hidup, itu sangat jarang.
Kalaupun ada yang hidup, yang umurnya 100 tahun atau lebih, itu sangat jarang
Namun mayoritas manusia telah meninggal dunia.
Ini menunjukkan betapa singkatnya usia manusia di dunia ini,
serta betapa singkat dan rendah nilainya dunia ini.
Dunia ini tidak layak mendapatkan segala kepayahan ini,
segala keletihan ini,
dan segala penderitaan ini.
Orang yang berbahagia adalah yang memanfaatkan setiap waktu dalam hidupnya
untuk sesuatu yang bermanfaat baginya setelah kematiannya.
Orang yang berbahagia adalah yang membekali diri dengan bekal takwa.
Jika tidak demikian, sungguh umur manusia di dunia ini singkat.
Oleh karena itu, kehidupan manusia yang hakiki hanyalah kehidupan di akhirat.
Karena itu, ketika manusia melihat kedahsyatan hari kiamat, apa yang ia katakan?
Ia berkata, “Duhai, sekiranya dahulu aku telah beramal untuk kehidupanku ini.” (QS. Al-Fajr: 24).
Baiklah, bukankah kehidupannya di dunia itu adalah kehidupan juga?
Ia sama sekali tidak menganggapnya sebagai kehidupan,
dibandingkan dengan apa yang dilihatnya di negeri akhirat.
Maka ia melihat bahwa kehidupan yang hakiki hanyalah kehidupan di negeri akhirat.
Itulah kehidupan yang kekal.
“Duhai, sekiranya dahulu aku telah beramal untuk kehidupanku ini.”
“Dan sungguh, negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 64)
***
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَمَا قَالَ لِأَصْحَابِهِ
لَا يَبْقَى عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ مِمَّنْ هُوَ عَلَيْهَا الْآنَ بَعْدَ مِئَةِ عَامٍ
أَرَادَ أَنْ يُلْفِتَ النَّظَرَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لِكَيْ يُفَكِّرَ الْإِنْسَانُ بِمِثْلِ هَذِهِ الْمَعَانِي
يَعْنِي مَثَلًا نَحْنُ الْآنَ فِي هَذَا الْعَامِ الْهِجْرِيِّ
نَحْنُ الْيَوْمَ مَثَلًا فِي ٢٤ مِنْ شَعْبَانَ ١٤٤٢ لِلْهِجْرَةِ
طَيِّبْ فَكِّرْ مَاذَا تَكُونُ بَعْدَ مِئَةِ سَنَةٍ
١٥٤٢ أَيْنَ أَنْتَ
مَا حَالُكَ
١٥٤٢
يَعْنِي رُبَّمَا أَنَّ الْمَوْجُودِينَ عَلَى الْأَرْضِ الْآنَ كُلَّهُمْ قَدْ مَاتُوا
فَإِنْ لَمْ تَقُمِ السَّاعَةُ فَهُمْ فِي الْبَرْزَخِ
إِمَّا فِي نَعِيمِ الْقَبْرِ أَوْ فِي عَذَابِهِ
يَتَمَنَّوْنَ أَنْ لَوْ عَمِلُوا صَالِحًا
طَيِّبْ فَكِّرْ قَبْلَ مِئَةِ سَنَةٍ مِنَ الْآنَ
يَعْنِي ١٣٤٢
أَيْنَ الْمَوْجُودِينَ قَبْلَ مِئَةِ سَنَةٍ
هَلْ هُمُ الْآنَ مَوْجُودُونَ الْآنَ
هَلْ يُوجَدُ أَحَدٌ مِمَّنْ كَانَ مَوْجُودًا عَامَ ١٣٤٢
إِنْ وُجِدَ أَحَدٌ فَهُوَ نَادِرٌ
إِنْ وُجِدَ أَحَدٌ يَعْنِي عُمْرُهُ مِئَةُ سَنَةٍ أَوْ أَكْثَرُ فَهُوَ نَادِرٌ
لَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ قَدْ مَاتُوا
وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى قِصَرِ عُمْرِ الْإِنْسَانِ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا
وَقِصَرِ هَذِهِ الدُّنْيَا وَحَقَارَتِهَا
وَأَنَّهَا لَا تَسْتَحِقُّ مِنَ الْإِنْسَانِ كُلَّ هَذَا الْعَنَاءِ
وَكُلَّ هَذَا النَّصَبِ
وَكُلَّ هَذَا الشَّقَاءِ
وَالسَّعِيدُ مَنِ اغْتَنَمَ سَاعَاتِ عُمْرِهِ
فِيمَا يَنْفَعُهُ بَعْدَ مَمَاتِهِ
السَّعِيدُ فِيمَنْ تَزَوَّدَ بِزَادِ التَّقْوَى
وَإِلَّا فَإِنَّ عُمْرَ الْإِنْسَانِ قَصِيرٌ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا
وَلِذَلِكَ حَيَاةُ الْإِنْسَانِ الْحَقِيقِيَّةُ إِنَّمَا هِيَ فِي الْآخِرَةِ
وَلِهَذَا الْإِنْسَانُ عِنْدَمَا يَرَى أَهْوَالَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَاذَا يَقُولُ
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
طَيِّبْ أَلَيْسَتْ حَيَاتُهُ فِي الدُّنْيَا حَيَاةً
لَا يَرَاهَا حَيَاةً أَصْلًا لَا يَرَاهَا شَيْئًا
مُقَارَنَةً بِمَا يَرَاهُ فِي الدَّارِ الْآخِرَةِ
فَيَرَى أَنَّ الْحَيَاةَ الْحَقِيقِيَّةَ إِنَّمَا هِيَ الْحَيَاةُ فِي الدَّارِ الْآخِرَةِ
هِيَ الْحَيَاةُ الْبَاقِيَةُ
يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
(
/ @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
(
/ @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:
/ yufid.tv
Instagram:
/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:
/ kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!














