Sering Terjatuh Ke Dalam Dosa – Ustadz Abuz Zubair Hawaary

Hadits tentang dosa dan kemaksiatan mengajarkan kita untuk senantiasa berhati-hati dan mawas diri agar tidak terjatuh ke dalam dosa. Perhatikan syarat taubat, mengapa Anda selalu berulang kali jatuh ke dalam maksiat. Bisa jadi syarat-syaratnya belum terpenuhi. Mari kita mengenal macam macam taubat, baik secara syari (taubat nasuha) maupun tobat sambel alias tidak sungguh-sungguh berhenti. Berbuat dosa setelah taubat, bukanlah sifat yang baik. Yang demikian menandakan pelakunya sedang lemah iman. Banyak orang taubat dari zina, disebabkan rahmat dari Allah. Rahmat Allah adalah kasih sayang yang tercurah untuk hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya. Barangkali ada yang kurang ‘ngeh’ (belum sadar) kalau dirinya terjatuh ke dalam maksiat. Apa itu maksiat? Suatu bentuk kelalaian dalam mengingat Allah adalah maksiat kecuali yang diperbolehkan oleh syariat dan ini ada batasannya (seperti bercanda dengan anak dan istri). Contoh maksiat yang banyak merebak telah dipaparkan dalam hadits tentang maksiat. Seperti jenis maksiat yang berupa maksiat hati (suatu hal yang kadang menjalar dalam aliran darah). Inilah hikmah Islam terkait hadits tentang kebaikan dan keburukan, semua ada hikmahnya. Dan adakah mandi taubat ? Atau kapan waktu sholat taubat nasuha yang tepat ? Dan bagaimana tata cara shalat tasbih itu ? Keutamaan taubat tidak disangsikan lagi, bahwasanya taubat mampu meleburkan dosa yang melekat di hati. Cara bertaubat nasuha dan taubat dalam Islam telah dikenal dalam pembahasan kitab raqa’iq (pelembut hati) dan kitab tazkiyatun nufus (penyucian hati). Dalam kitab tersebut dijelaskan bagaimana cara meninggalkan maksiat dan hasungan untuk berdoa; doa menghindari maksiat.