Fikih Menyaksikan Orang yang Meninggal Dunia – Ustadz Abu Qotadah – Konsultasi Syariah

Manusia hidup dan mati sebagai ketentuan yang berlaku dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada manusia yang hidup kekal abadi. Salah satu syariat ini mengajarkan untuk mentalqin seseorang yang tengah menjumpai sakaratul maut. Talqin adalah suatu bentuk pengajaran yang diberikan kepada orang yang hendak meninggal dunia dengan ucapan Laa ilaaha illallah. Talqin mayit dan terjemahnya banyak kami kutip dari penjelasan web Konsultasi Syariah.

Orang biasa mendengar; Innalillahiwainnailaihirojiun Arab (dalam lafadz Arab) dan lafadz ini sering diucapkan secara berulang oleh pembawa berita lelayu (kematian) di sebuah masjid. Video ini memaparkan kepada Anda Fikih Menyaksikan orang yang meninggal dunia baik sebelum atau sesudah seseorang yang ia lihat wafat. Bacaan talqin dzikir yang benar adalah ucapan Laa ilaaha illallah, bukan Allah, hu, atau laa ilaaha saja. Adakah doa untuk orang yang meninggal dunia yang dituntunkan syariat? Ada … kita disyariatkan untuk mendoakan kaum muslimin yang telah wafat dalam shalat jenazah.

Melihat orang meninggal bisa beragam bentuknya; bisa jadi ia menyaksikan dan berada di sampingnya atau ia berada jauh darinya, jadi membutuhkan rincian. Sebagian kalangan akrab dengan kirim alFatihah ke ahli kubur dengan keyakinan bacaan tersebut sebagai penolong baginya? Benarkah demikian? Memang hal ini yakni bacaan AlQuran untuk orang meninggal menjadi polemik tersendiri di tengah-tengah kaum muslimin. Perlu adanya upaya pendekatan / konsolidasi ke arah yang lebih baik.

Doa untuk orang yang meninggal sesuai sunnah di antaranya; Allahumma firlahu warhamhu …, itulah doa untuk mayit sesuai sunnah. Dan biasanya dirumah dhamir (kata ganti orang) menjadi hu (untuk laki-laki) dam menjadi ha (untuk perempuan). Sebut saja doa orang meninggal Allahumaghfirlahu atau Allahumaghfirlaha. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits tentang musibah dan pada bacaan talqin mayat lengkap mengandungi doa istirja dan lafadz talqin yang disyariatkan di muka.