Virus Merah Jambu (VMJ) – Ustadz dr. Raehanul Bahraen – 5 Menit yang Menginspirasi

Fitnah adalah ujian yang menimpa hati dan fisik pada seseorang. Dalam tema ini khususnya tentang syahwat. Pengertian syahwat atau contoh fitnah yang dimaksudkan ialah fitnah lawan jenis. Bagaimanakah cara menghadapi fitnah tersebut? Fitnah yang bernama Virus Merah Jambu ini tidak hanya menyerang orang-orang awam saja, bahkan mereka yang sering ta’lim, rentan untuk terjangkit virus yang mematikan ini, lalu berangsur-angsur melemahkan semangat beramal para aktivis dakwah!

Cantik nama virusnya, akan tetapi hakikatnya ia adalah pengantar kepada zina. Zina adalah perbuatan asusila yang ditolak keberlangsungannya oleh warga kolong langit yang masih bersih fitrahnya. Paling banter … zina mata. Jika dahulu seseorang bertemu lawan jenisnya di luar rumah, kini dengan kemudahan teknologi, tinggal touch and swipe up (sentuh layar dan menuju laman web yang dimaksud); semua gambar dari seluruh negara dapat mudah sampai ke tangan kita. Wanas’alullah salamah wal afiah …

Petaka ini bermula dari kurang men jaga pandangan atau dikenal dalam istilah anak-anak ngaji dengan nama ghadul bashar. Saat ikhtilath, seseorang dituntut untuk menundukkan pandangannya. Mengapa bisa demikian? Mari kita tengok pengertian ikhtilath; ikhtilath artinya bercampurnya laki-laki dan perempuan dalam satu ruang. Seperti Super Market, mini market, kantor fasilitas umum, dan tempat-tempat keramaian lainnya.

Ikhtilath ini adalah musibah yang tidak terelakkan, sebagaimana yang pernah disinggung oleh Fadhilatus Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. Jadi, adanya ikhtilath, bukan berarti boleh dan kita duduk berlama-lama dalam suatu tempat tanpa adanya kebutuhan. Akan tetapi, sikap yang benar ialah seseorang segera pulang ke rumahnya jika sudah selesai hajatnya. Example nih: seorang mahasiswa, jika selesai kuliah langsung pulang dan tidak “nongkrong” di pelataran kampus, sebab akan mengundang TePe-TePe (Tebar Pesona) dan CCPM (Curi Curi Pandang Mesra) kepada seseorang yang belum jelas halal untuknya. Stop Berkhayal!

Dalam kajian keutamaan menundukkan pandangan disebutkan bahwa cara menjaga kehormatan ialah dengan melaksanakannya. Seseorang yang hanif tidak liar pandangan matanya meski ia bermata Elang. Ia menjaga hatinya agar tidak terkena Virus Merah Jambu aktivis Dakwah atau aktivis lainnya. Video berikut ini menghaturkan kepada Anda; cara menghindari pacaran dan sekelumit motivasi belajar sekaligus mengenali faktor penghambat prestasi belajar.

Salah satu cara mengekang hawa nafsu ialah dengan puasa sebagaimana penunjukkan ayat dan hadits tentang puasa; Puasa itu wija’ (tameng). Dan sisi lainnya, puasa dapat mencegah dari fitnah wanita (baca: memikirkan pesona wanita). Dan bila masanya tiba, segera panjatkan doa ketika jatuh cinta dalam Islam dan mengetahui sikap yang benar saat jatuh cinta dalam Islam menyapa ruang Anda …