Kajian Tafsir Al Qur’an Surat Al A’la : Ayat 1 (Bag 1) – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA.

سَبِّحِ ٱسۡمَ رَبِّكَ ٱلۡأَعۡلَى

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

-Sura Al-A’la, Ayah 1

Sucikanlah nama Tuhan mu. ayat ini mengandung perintah mensucikan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala dan juga dzat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

mensucikan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala.
Contoh mensucikan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala.
tidak boleh untuk menamai sesembahan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala.
kaum musyrikan kaum jahiliyah melakukannya. menamai berhala-berhala mereka diambil dari nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berhala latta, uzza dan mannat. Latta diambil dari kata illah. uzza diambil dari al azziz. manat dari al mannan.

dengan tidak menggunakan sebagai bahan candaan.
menulis nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala ditempat yang tidak layak.

tidak membawa masuk sesuatu yang ada nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketempat yang banyak najis.
imam tirmidzi dalam hadits anas bin malik Rasulullah jika masuk ke WC beliau melepas cincinnya. karena ada tulisan Muhammad Shallallahu ‘alaihiwasallam Shallallahu ‘alaihiwasallam Rasulullah.

memuliakan kertas yang ada tulisan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
tulisan dalam undang dan yang semisal, jika tidak terpakai hendaknya dibakar atau dikubur ditempat yang bersih.

kisah bisr ibnul harits ulama salaf, dahulu orang yang biasa saja kemudian menjadi terkenal. disebutkan dalam kitab hiltatul auliya.

beliau pernah ditanya mengapa namamu bisa seharum itu. beliau berkata suatu hari sedang berjalan dan menemukan kertas bertuliskan bismillahirrahmanminrrohim. kemudian aku ambil dan aku bersihkan serta aku masukkan dalam saku. dan dalam saku aku hanya punya uang 2 dirham dan membeli parfum untuk mewangikan kertas tersebut. malamnya beliau bermimpi dam mendengar suara engkau telah menyelamatkan nama KU maka AKU pasti akan harumkan namamu di dunia dan akhirat.

Mensucikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Maksudnya adalah jauhkan dari pemikiran kita dan hati kita hal-hal yang tidak pantas dengan kesucian Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Contohnya aib, kekurangan, sifat yang buruk, berburuk sangka.

jika muncul perasaan dalam hati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak adil maka buang perasaan tersebut.

jangan seperti orang yahudi yang mengatakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pelit.

Dan orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terbelenggu.”
Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu, padahal kedua tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. All Maidah : Ayat 64)

Karena ucapan ini mereka dilaknat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Orang kafir mengatakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. mempunyai anak dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala membantah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. Al Mu’minun : Ayat 91)