Penyejuk Hati Orang-Orang Bertauhid #1 – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Dalam mentauhidkan Allah ada teori dan praktek. Teori tauhid ada 3. rububiyah, uluhiyah, asma wa sifat.

Rububiyah, asma wa sifat adalah teori dan uluhiyah adalah prakteknya.

Untuk praktek tauhid uluhiyah kita harus mengenal Allah terlebih dulu melalui rububiyah dan asma wa sifat.

Kita harus mengenal dulu siapakah Allah. orang yg beribadah tanpa ilmu atau. tidak mengenal Allah maka tidak akan bisa menikmati ibadah tersebut.

Kitab yang akan dibahas adalah tentang bagaimana beribadah kepada Allah.

Lahir tahun 1115 H syeikh muhammad bin Abdul wahhab bin sulaiman at tamimi.

Sebelum usia 10 telah hafal al quran.

syarah ditulis oleh syeikh aburrahman bin hasan bin muhammad bin abdil wahhab bin sulaiman at tamimi.

syeikh abdurrahman bin hasan adalah cucu dari syeikh muhammad bin abdul wahab. dilahirkan tahun 1193H. beliau dirawat oleh syeikh abdul wahhab.

Usia 9 tahun sudah hafal al quran.

Syeikh muhammad bin abdul wahhab mengawali kitabnya dengan Bismillahirrahmanirrahim dalam rangka meneladani rasuallah dalam mengawali surat.

Beliau memberi judul kitabnya dengan kitab tauhid. Pembahasan dalam kitab ini rata2 membahas tauhid uluhiyah.

Judul bab, Kitabutauhid

beliau. membawakan

Surat adzariyat ayat 5, Aku tidak menciptakan jin dan manusia…

Ayat kedua Allah berfirman, sungguh Kami telah mengutus seorang rosul untuk setiap umat untuk. menyeru sembahlah Allah dan menjauhid taughut.

semua rosul kapanpun dan dimanapun inti dakwahnya sama. Tauhid.

kemudian syeikh abdurrahman bin hasan menjelaskan surat adzariyat ayat 5 tentang beribadah hanya kepada Allah.

Makna ibadah sangat luas. beliau menukil perkataan syeikhul islam ibnu taimiyah. ibadah adalah setiap perkataan dan atau perkataan yang terlihat maupun tidak terlihat yang dicintai dan diridhoi oleh Allah subhanahu wa taala.

inilah tujuan kita diciptakan oleh Allah dengan definisi ibadah diatas. Tauhid dengan definisi diatas.

Apa yang ada dimuka bumi ini Allah. ciptakan untuk. kita sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah. bertauhid hanya kepada Allah. Jangan sampai sarana menyibukan tujuan beribadah kepada Allah.

Ayat yang kedua, an nahl 63.

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul). – Sura An-Nahl, Ayah 36

Tauhid adalah tujuan utama diutusnya para rosul.

Pemateri: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA
Lokasi: Masjid Imam Ahmad Bin Hambal