Penyejuk Hati Orang-Orang Bertauhid: Takut Pada Kesyirikan – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA
Bab II. Takut Kepada Kesyirikan / Harus Takut Kepada Kesyirikan.
Sahabat hudhoifah bertanya tentang keburukan. Tentang bahayanya keburukan. Mengetahui keburukan untuk ditinggalkan.
Dalil 1.
Surat Annisa ayat 48.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
Dibawah syirik ada dosa kufur, ada kabair atau dosa besar.
Hubungan ayat dengan judul bab.
Seandainya dosa syirik tidak diampuni Allah maka kita wajib takut dari kesyirikan.
Syarah:
kita tahu Allah maha pengasih, maha penyayang, maha penerima taubat.
akan tetapi untuk kesyirikan berbeda, Allah tidak akan mengampuni. sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas.
tidak ada harapan keselamatan bagi pelaku kesyirikan kecuali jika bertaubat sebelum mati.
Dalil 2:
Surat Ibrahim Ayat 35
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنٗا وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ
(Bahasa Indonesia)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
-Sura Ibrahim, Ayah 35.
Nabi Ibrahim bedoa supaya dijauhkan dari kesyirikan. Selayaknya kita lebih takut lagi kepada kesyirikan.
Kesimpulan:
Nabi Ibrahim dengan kesempurnaan imannya takut syirik. Maka kita lebih layak untuk takut pada pada kesyirikan.
Al Adzkiya, manusia-manusia yang cerdas banyak yang terjerumus lada kesyirikan.
Semakin kuat tauhid seseorang maka perasaan takut untuk terjerumus dalam kesyirikan semakin besar. Dan sebaliknya.
Nabi Ibrahim takut syirik karena berhala-berhala telah menyesatkan banyak manusia.
Memohon dan berdoa kepada Allah agar tetap dalam agama islam sampai menghadap kepada Allah dalam keadaan bertauhid.
Dalil 3:
Hadits *sesuatu yang paling aku takutkan pada kalian adalah syirik kecil. Nabi ditanya apa itu syirik kecil? Beliau menjawab riya*
Saat itu yang ditakutkan atas para sahabat adalah riya. para sahabat yang sudah dijamin surga saja dikuatirkan terkena syirik. apalagi kita.
Kesimpulan:
Nabi kuatir para sahabat terjerumus pada syirik. Padahal iman mereka sangat kuat. Maka kita harus lebih kuatir.
Syarah:
Bagaimana orang yang tidak ada apa-apanya dibandingkan para sahabat dalam ilmu dan amalan dan kita tidak takut pada kesyirikan.
Nabi sudah mengabarkan bahwa umat islam akan terjerumus dalam kesyirikan. Nabi bersabda akan ada umatmu sebagian dari mereka menyembah berhala dan bergabung dengan kaum musyrikin.
Dan realita yang kita lihat benar adanya.
padahal ayat al quran yang melarang syirik sangat banyak.
Bisa jadi karena ayat dan hadits tentang bahaya kesyirikan hanya dibawakan secara global tanpa penjelasan.
Dalil 4:
Barang siapa yang mati, dalam keadaan berbuat syirik maka dia akan masuk neraka. HR Bukhori.
Syirik membatalkan keikhlasan atau kemurnian ibadah.
Dalil 5:
Dari Jabir, Rasulullah bersabda: Barangsiapa bertemu dengam Allah dalam keadaan tidak berbuat syirik apapun, sedikitpun pasti masuk surga. Dan barangsiapa yang menghadap Allah dan berbuat syirik pasti masuk neraka. Walaupun syiriknya sedikit.
Allah akan ampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki.
Pasti masuk surga dipahami, ada yang langsung masuk surga atau masuk surga setelah diadzab dulu dalam neraka.
Kesimpulan:
Barangsiapa meninggal dalam keadaan syirik akan masuk neraka sehingga kita harus takut pada kesyirikan.
Penulis berpendapat bahwa syirik kecil akan diampuni. Apabila ditimbang masih kalah dengan amal kebaikan.
Tidak dipahami bahwa hal ini bukan mengandalkan hanya meninggalkan syirik tanpa beribadah.
Pemateri: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA














