Lapang Dada yang didamba – Ustadz Afifi Abdul Wadud

Lapang dada yang didamba dengan menjalankan syariat Islam yang mulia. Lapang dada artinya perasaan yang damai lagi tenang dengan apa yang diyakini dan diamalkan. Berlapang dada dengan keimanan yang ia rasakan terpatri dalam relung jiwanya yang terdalam. Ustadz Afifi Abdul Wadud hafizahullah memaparkan 10 sebab kelapangan dada. Yang pertama, menyerahkan seluruh urusan kepada Allah saja. Tawakal adalah bagian dari usaha, bahkan usaha yang paling utama untuk meraih keberhasilan.

Dari sini kita dituntun untuk memperdalam hadits tentang sabar dan syukur. Lalu yang kedua, berprasangka baik kepada Allah atau yang biasa disebut husnuzan. Husnuzan adalah sifat berbaik sangka terhadap sesuatu. Contoh husnuzan kepada Allah ialah ia menerima sepenuh jiwa ketetapan Allah yang menimpa dirinya dan mengurangi keluh kesah pada dirinya. Yang ketiga, menuntut ilmu. Ketahuilah bahwa bodoh adalah sumber celaka, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits tentang menuntut ilmu. Dan betapa banyak keutamaan menuntut ilmu yang menyebutkannya.

Keempat, senantiasa berdzikir dan yang kelima, meninggalkan maksiat. Maksiat adalah penyakit yang mematikan hati seseorang, ia dapat berhenti total dengan bertaubat dan ia memenuhi syarat taubat atas dosa dosa yang dilakukannya. Keenam, menjalankan kewajiban beragama. Bahasan ini mengupayakan pengertian taat dalam Islam (taat yang bagaimana dan kepada siapa kita taat dalam beribadah), khususnya shalat. Keutamaan shalat lima waktu dapat melapangkan dada seorang muslim. Lalu yang ketujuh, duduk bergaul dan mencintai orang shalih. Sebab, mereka adalah sebaik-baik teman.

Sebab yang kedelapan, rajin membaca Al Quran, hal ini dapat ditingkatkan saat seseorang memahami keutamaan membaca AlQuran. Kesembilan, berakhlak dengan akhlak yang baik. Mari kita kutip contoh akhlak yang baik di sini: seseorang berwajah cerah saat bertemu dan mengucapkan salam kepada saudaranya baik yang dikenal maupun tidak, inilah teladan yang mulia. Akhlak karimah selalu dijunjung oleh setiap muslim di mana saja. Dan yang kesepuluh memiliki hati yang bersih lagi selamat. Ia mengenal penyakit hati dalam Islam bukan dalam rangka untuk mengotorinya melainkan waspada darinya. Ia jaga qolbun salim yang ada di hatinya dan ia berusaha ikhlas dalam menjalankan agama. Dengan 10 sebab ini, semoga teraih sebab kelapangan dada pada diri seorang muslim dan muslimah. Barakallahu fikum.