Penghapus Dosa – Ustadz Chandra Aditya, M.A. – 5 Menit yang Menginspirasi

Penghapus dosa banyak sekali jumlahnya, mulai dari ranting berduri yang menghalangi jalan dan Anda singkirkan hingga memberi makan Kucing yang kelaparan… Dan terkait penghapus dosa besar terdapat riwayat yang menyebutkannya, seperti puasa Arafah dan semisalnya. Inilah petunjuk dalam kebaikan saat kegelapan berkecamuk dalam terang, senantiasa untuk ikuti keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu menutupinya.

Berbuat baik jangan pernah menunggu untuk dibalas budi. Dalam hal ini telah dijelaskan dalam keutamaan menuntut ilmu, bahwasanya seorang yang rajin membaca Al-Qur’an, ia tak lepas dari mengamalkan apa yang tersebut dalam keutamaan membaca AlQuran. Dan seorang muslim menerapkan contoh akhlak yang baik dalam muamalahnya. Ia sematkan akhlak karimah saat berjual beli maupun saat bersama rekan sepekerjaan. Ini menunjukkan bahwa hadits tentang akhlak yang baik, semestinya untuk dipraktekkan.

Memahami macam macam akhlak terpuji, memberikan pilihan kepada kita: apa yang mesti dilakukan dan dipilih selanjutnya. Ustadz Candra Aditya hafizahullah memberikan contoh dari macam macam amal shaleh yang dapat menggugurkan dosa. Berbuat baiklah, karena berbuat baik itu mudah. Salah satu penggugur dosa yang mudah dilakukan ialah menyuguhi tamu minuman atau hidangan. Dan terdapat atsar tentang penyakit penggugur dosa seseorang, dan ini salah satu tanda bahwa Allah mencintainya. Riwayat terkait sakit penggugur dosa hadits ini sudah sangat populer, jadi tidak perlu kita detailkan takhrijul haditsnya (terlebih ini bukan kajian yang dimaksud).

Dan ada yang namanya penggugur dosa dalam hitungan menit, seperti berjabat tangan dengan seseorang saat berjumpa. Kajian ini termasuk muhasabah yang sering dilupa. Muhasabah adalah introspeksi atas kelalaian dari amal kebajikan. Lalu adanya hasungan untuk kembali taubat nasuha dan memperbanyak istighfar dari waktu ke waktu. Di antara amalan penghapus dosa lainnya ialah Jumat ke Jumat yang dilakukan seorang muslim dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, keduanya termasuk amalan pelebur dosa.