Ustadz Syubhat? – Ustadz Maududi Abdullah, Lc. – Konsultasi Syariah

Hadits tentang menuntut ilmu mengajarkan kepada kita bahwa seorang muslim hendaknya mendahulukan dalil naqli daripada dalil aqli. Jika ia telah mengetahuinya maka kebenaran akan menyapanya. Kebenaran adalah apa-apa yang datang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, keduanya termasuk sumber kebenaran ilmiah yang tidak bisa diganggu gugat. Hal ini diketahui dari bab keutamaan menuntut ilmu. Mengapa kami beri judul Ustadz Syubhat? Mengingat pertanyaan tentang ustadz ini dan ustadz itu. Akan tetapi kami memberikan jawaban berupa kaidah umum, apabila seseorang telah mengetahui kebenaran, maka dengan sendirinya ia akan mengetahui siapa yang berjalan di atasnya.

Jika Anda dapati artikel yang mengupas daftar ustadz Syubhat, maka diskipp saja, sebab yang demikian kurang berfaidah. (Dan terdapat bahasan ilmiah dalam hal ini yakni al Jarh wa Ta’dil yakni suatu kajian dalam ilmu rawi, dan bukan di sini uraiannya). Seorang penuntut ilmu mengamalkan hadits tentang sabar untuk dirinya, ia terus senantiasa menapakinya dan menjadikan dalil tentang sabar selalu di pelupuk mata. Tahukah Anda bahwa menuntut ilmu dalam Islam membuahkan iman dan ketenangan hati? Pentingnya menuntut ilmu disebutkan dalam kitab Hilyah Thalibil Ilmi dalam beberapa atsar para ulama.

Ketenangan hati yang didamba bakal menjelma dalam suasana bak majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya. Saat seseorang membahas ilmu, ia lupa beban hidupnya. Ilmu adalah sumber ketenangan, mengapa? Karena sayap Malaikat menaungi para penuntutnya. Mengapa manusia wajib menuntut ilmu? Karena ia adalah petunjuk yang akan membimbing penuntutnya ke jalan yang diberkati, jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Para pemirsa Yufid, barakallahu fikum, bolehkah memilih ustadz? Apakah tindakan tersebut ada salafnya? Kembali apa yang kami sampaikan dimuka, cara memiilih ustadz yang benar ialah dengan mengetahui hakikat kebenaran. Maka hal ini bisa dijadikan landasan saat mencari tips memilih ustadz. Hendaknya Ustadz tersebut berada di atas kebenaran; kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman sahabat Nabi. Jika sudah demikian, otomatis akan lahir orang-orang yang menjaga adab kepada Allah, ia mengamalkan ilmunya karena fadhilah menuntut ilmu yang besar. Simaklah penjelasan lebih lanjut dari Ustadz Maududi Abdullah hafizahullah ini.