Jangan Marah! Ada Bidadari Untukmu – Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid #NasehatUlama
Siapa yang tidak pernah marah? Mungkin sebagian besar dari kita pernah marah? Terkadang seseorang menjumpai situasi yang memancing amarah sehingga ia pun lepas kendali dan melampiaskan amarahnya. Namun tahukah anda, menahan amarah itu jauh lebih baik? Bahkan ada pahala besar di balik menahan amarah. Yuk simak nasihat Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid berikut ini.
Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu untuk meluapkannya, …
… maka Allah ‘azza wa jalla akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat …
… kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari sesuka hatinya.
Hadis riwayat oleh Abu Dawud, Tirmizi, dan Ibnu Majah dan ini adalah hadis hasan.
Dan dalam riwayat Ibnu Majah, “Tidak ada tegukan yang lebih besar pahalanya di sisi Allah …
… dari pada tegukan amarah yang ditahan oleh seorang hamba karena mengharap wajah Allah.” (HR. Ibnu Majah)
Ketika engkau marah, tenangkan dirimu dan tahanlah amarahmu,
serta tetap perhatikan ucapanmu dan pendengaranmu!
Cukuplah menjadi kemuliaan dengan sejenak perenunganmu
yang karenanya Tuhan rida kepadamu dan mengangkat derajatmu.
Al-Hasan al-Bashri -semoga Allah merahmati beliau- berkata
Tidak ada tegukan yang diteguk oleh seorang hamba yang lebih Allah cintai…
… daripada tegukan musibah yang diteguk seorang hamba dengan baiknya kesabaran dan ketabahan …
… dan tegukan amarah yang diteguk seorang hamba dengan kelembutan dan maaf.
Dua tegukan; tegukan musibah dan tegukan amarah.
Dan di sisi Allah, menahan dua perkara ini adalah perkara yang teramat agung.
Dan ketika ada seseorang berkata kepada Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, “Nasihatilah aku…”
Nabi menjawabnya berulang kali, “Jangan marah!” Beberapa kali berkata, “Jangan marah!”
Orang ini meriwayatkan, “Kemudian aku memikirkan apa yang Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam ucapkan, …
… dan barulah aku sadari bahwa amarah adalah pangkal semua keburukan.” (HR. Malik)
Oleh sebab itulah, ditanyakan kepada Abdullah bin Mubarak,
“Berikanlah kepada kami satu kalimat…”
“… Berikanlah kepada kami satu kalimat yang mencakup semua akhlak mulia.”
Beliau menjawab, “Jangan marah…”
***
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ
دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَةَ وَهُوَ حَدِيثٌ حَسَنٌ
وَعِنْدَ ابْنِ مَاجَةَ: مَا مِنْ جُرْعَةٍ أَعْظَمُ أَجْرًا عِنْدَ اللهِ
مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا عَبْدٌ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ – رَوَاهُ ابْنُ مَاجِةَ
وَإِذَا غَضِبْتَ فَكُنْ وَقُورًا كَاظِمًا لِلْغَيْظِ
تُبْصِرُ مَا تَقُوْلُ وَتَسْمَعُ
فَكَفَى بِهِ شَرَفًا تَبَصُّرُ سَاعَةٍ
يَرْضَى بِهَا عَنْكَ الْإِلَهُ وَيَرْفَعُكَ
الْحَسَنُ رَحِمَهُ اللهُ الْبَصْرِيُّ قَالَ
مَا مِنْ جَرْعَتَيْنِ يَتَجَرَّعُهُمَا الْعَبْدُ أَحَبُّ إِلَى اللهِ
مِنْ جَرْعَةِ مُصِيبَةٍ يَتَجَرَّعُهَا الْعَبْدُ بِحُسْنِ صَبْرٍ وَحُسْنِ عَزَاءٍ
وَجَرْعَةِ غَيْظٍ يَتَجَرَّعُهَا الْعَبْدُ بِحِلْمٍ وَعَفْوٍ
جَرْعَتَانِ جَرْعَةُ الْمُصِيْبَةِ وَجَرْعَةُ الْغَيْظِ
لَكِنْ عِنْدَ اللهِ كَتْمُ هَذَيْنِ شَيْئٌ عَظِيمٌ
النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَالَ الرَّجُلُ لَمَّا قَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَوْصِنِيْ
وَكَرّرَ ذَلِكَ قَالَ: لَا تَغْضَبْ. مِرَارًا: لَا تَغْضَبْ
قَالَ الرَّجُلُ: فَفَكَّرْتُ حِينَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ
فَإِذَا الْغَضَبُ يَجْمَعُ الشَّرَّ كُلَّهُ- رَوَاهُ مَالِكٌ
وَلِذَلِكَ قِيْلَ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ الْمُبَارَكِ
اجْمَعْ لَنَا كَلِمَةً
اِجْمَعْ لَنَا حُسْنَ الْخُلُقِ فِي كَلِمَةٍ
قَالَ: تَرْكُ الْغَضَبِ














