Antara Taqwa dan Sabar – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Taqwa dan sabar adalah dua sifat mulia yang mestinya kita lestarikan. Bahkan taqwa dan sabar merupakan sifat para Nabi dan Rasul yang mulia. Tahukah anda apa keistimewaan bertaqwa dan bersabar? Yuk simak nasihat Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA berikut ini.

Taqwa dan sabar sering kali digandengkan dalam al quran.

Surat Yusuf ayat 90:

قَالُوٓا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

qālū a innaka la`anta yụsuf, qāla ana yụsufu wa hāżā akhī qad mannallāhu ‘alainā, innahụ may yattaqi wa yaṣbir fa innallāha lā yuḍī’u ajral-muḥsinīn

Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?”. Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan mengapa menggabungkan antara sabar dan takwa.
Kita di dunia menghadapi perintah, takdir dan larangan Allah. Untuk menghadapi ketiga hal tersebut diatas membutuhkan modal takwa dan sabar.