Setiap orang membutuhkan kebahagiaan. Dan setiap orang mencari sesuatu yang ia anggap akan membawa kebahagiaan bagi dirinya. Namun, mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa kebahagiaan itu letaknya di dalam hati. Dan hati tidak akan bahagia jika ia selalu dirundung kegelisahan. Maka hati membutuhkan yang namanya ketenangan dan ketenteraman.

Wahai saudara-saudaraku, al-Quran memberi ketenangan dan ketentraman bagi orang yang membacanya,
dan itulah yang dicari seluruh manusia.
Salah satu saudara kita bercerita kepadaku,
dan dia adalah seorang psikiater.
Dia pernah menghadiri seminar di salah satu negara asing,
yang mengadakan seminar ini adalah non-Muslim, tidak beragama.
Orang itu berkata kepadanya, “Sejak 40 tahun lalu, aku menemui orang yang mendatangiku di klinik, …
… dari orang-orang yang menderita masalah psikologis.”
Dia melanjutkan, “… Dan mereka seragam dalam satu soal, …”—tentu saja, mereka bukan muslim—
… “Soal atau permintaan ini adalah, …
… kami ingin satu buku, …
… yang tidak mengandung keraguan di dalamnya. …
… Kami ingin buku yang dapat kami percaya.”
Mereka membaca buku-buku karangan manusia, yang berisi “Katanya” dan “Katanya” (yaitu teori-teori buatan manusia)
Namun, mereka ingin satu buku yang dapat mereka percaya sepenuhnya.
Maka jawabannya, aku katakan, “Tidak akan ada yang seperti itu, kecuali kitab Tuhan kita, yaitu al-Quran al-Azhim ini.”
Oleh karena itu, wahai saudara-saudara, barang siapa yang mencari ketentraman, maka hendaklah ia mencarinya di dalam al-Quran.
Allah Ta’ala berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. …
… Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Di sana, hati akan menjadi tentram,
dan jiwa juga akan tentram,
dan orang itu akan merasakan ketenangan, wahai saudara-saudara,
bahkan merasakan kebahagiaan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai jiwa yang tenang, …
… kembalilah kepada Tuhanmu, dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (QS. Al-Fajr: 27 – 28)
Rahasia dan sebab ketentraman jiwa adalah
hubungannya dengan al-Quran al-Azhim ini.
Dan hubungan jiwa dengan al-Quran al-Azhim ini adalah bentuk munajat kepada Allah Tuhan semesta alam.
Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka, bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu.” (QS. Ar-Ra’d: 36)
Allah juga berfirman, “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu, pelajaran dari Tuhanmu, …
… dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman.” …
… “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, …
… hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 57 – 58)
Umar radhiallahu ‘anhu pernah pergi memberi tanda pada unta sedekah,
yakni memberi tanda padanya dengan besi panas.
Dan ketika itu, Umar bersama pembantunya. Saat pembantu itu melihat unta-unta itu, ia takjub karena unta itu begitu banyak dan bagus-bagus.
Maka pembantu itu berseru, “Ini adalah karunia dan rahmat Allah!”
Maka Umar radhiallahu ‘anhu berkata, “Kamu keliru! …
… Karunia dan rahmat Allah adalah al-Quran.”
Lalu Umar membaca ayat, “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira, …” (QS. Yunus: 58)
Dan makna كَذَبْتَ (Kadzabta) dalam bahasa penduduk negeri Hijaz saat itu adalah “Kamu keliru!”.

***

هَذَا الْكِتَابُ يُورِثُ أَهْلَهُ يَا إِخْوَانِي السَّكِينَةَ وَالطُّمَأْنِينَةَ
وَالَّتِي هِيَ مَطْلَبٌ لِلْبَشَرِ جَمِيعًا
حَدَّثَنِي أَحَدُ الْإِخْوَةِ
وَهُوَ طَبِيْبٌ نَفْسِيٌّ
أَنَّهُ حَضَرَ مُؤْتَمَرًا فِي بَعْضِ الدُّوَلِ الأَجْنَبِيَّةِ
كَانَ الْقَائِمُ عَلَى الْمُؤْتَمَرِ غَيْرَ مُسْلِمٍ لَا دِيْنَ لَهُ
وَقَالَ إِنِّي مُنْذُ أَرْبَعِينَ سَنَةً وَأَنَا وَأُقَابِلُ مَنْ يَنْشُدُوْنَهُ فِي عِيَادَتِهِ
مِمَّنْ يُعَانُونَ مِنْ مَشَاكِلَ نَفْسِيَّةٍ
وَقَالَ وَهُمْ يَتَّفِقُونَ عَلَى سُؤَالٍ وَاحِدٍ طَبْعًا هُمْ غَيْرُ مُسْلِمِينَ
هَذَا السُّؤَالُ أَوْ هَذَا الطَّلَبُ
نُرِيْدُ كِتَابًا
لَيْسَ فِيهِ شَكٌّ
نُرِيدُ كِتَابًا نَثِقُ بِهِ
يَقْرَءُونَ كُتُبَ الْبَشَرِ وَقِيْلَ هُمْ وَقَالَ هُمْ
وَلَكِنْ يُرِيدُونَ كِتَابًا يَثِقُوْنَ بِهِ تَمَامَ الثِّقَةِ
فَقُلْتُ هَذَا لَا يُوجَدُ إِلَّا فِي كِتَابِ رَبِّنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
وَلِهَذَا يَا إِخْوَانُ مَنْ يَنْشُدُ الطُّمَأْنِينَةَ فَلْيَتَلَمَّسْهَا فِي الْقُرْآنِ
قَالَ تَعَالَى الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ
أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
هُنَاكَ يَطْمَئِنُّ الْقَلْبُ
وَتَطْمَئِنُّ النَّفْسُ
وَيُحِسُّ الْإِنْسَانُ يَا إِخْوَانِي بِالرَّاحَةِ
بَلْ بِالْفَرَحِ
قَالَ عَزَّ وَجَلَّ يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
سِرُّ طُمَأْنِيْنَتِهَا وَسَبَبُهُ
هُوَ اتِّصَالُهَا بِهَذَا الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
وَفِي اتِّصَالِهَا بِهَذَا الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ مُنَاجَاةٌ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
قَالَ تَعَالَى وَالَّذِيْنَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ
وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ
وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ
فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
خَرَجَ عُمَرُ يَسِمُ إِبْلَ صَدَقَةٍ
يَعْنِي يَضَعُ عَلَيْهَا وَسْمًا الْوَسْمَ الْمَعْرُوفَ
وَكَانَ مَعَهُ غُلَامٌ لَهُ فَلَمَّا رَآهَا هَالَتْهُ لِكَثْرَتِهَا وَحُسْنِ مَنْظَرِهَا
فَقَالَ الْغُلَامُ هَذَا فَضْلُ اللهِ وَرَحْمَتُهُ
قَالَ عُمَرُ كَذَبْتَ
فَضْلُ اللهِ وَرَحْمَتُهُ الْقُرْآنُ
وَقَرَأَ الْآيَةَ قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
وَمَعْنَى كَذَبْتَ فِي لُغَةِ أَهْلِ الْحِجَازِ فِي ذَاكَ الْوَقْتِ يَعْنِي أَخْطَأْتَ