Di antara amalan yang perlu digiatkan oleh seorang muslim yaitu membaca al-Qur’an dan menadaburkannya. Membaca al-Qur’an adalah amalan yang istimewa. Akan tetapi dengan tadabur al-Qur’an, seorang muslim akan semakin baik kualitas keimanannya. Bagaimana cara melawan malas membaca dan menadaburkan al-Qur’an?

Beberapa faktor yang dapat membantu seseorang untuk mentadaburi al-Quran:
(1) MEMFOKUSKAN HATINYA dan (2) MEMAKSA DIRINYA untuk menghayati dan mentadaburi al-Quran,
serta (3) MENGESAMPINGKAN KESIBUKAN-KESIBUKAN dan segala hal yang dapat melalaikannya
dari tadabur dan penghayatan al-Quran.
Ini bukanlah perkara mudah!
Dia perlu menekan hawa nafsunya dengan kuat!
Perhatikan, Saudara-saudara!
Saat kita berada dalam kondisi yang memerlukan hati yang fokus, kita pasti mengalami banyak kesulitan!
Sebagai contoh, saat salat,
Saat orang sedang salat, berapa kadar ia dapat fokus dalam salatnya?
Berapa banyak lamunan dan pikiran lain yang singgah ke dalam hati kita saat salat?
Dalam ibadah-ibadah agung ini, manusia dalam usaha besar melawan hawa nafsunya,
dan melawan setan,
serta menghadapi kesibukan, pikiran, dan perkara duniawi—betapa banyak hal-hal ini! Allahul musta’an—
Namun, jika seseorang menjalankan sebab-sebab untuk meraihnya,
dan sebelum itu ia memohon pertolongan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berdoa agar Allah membuka hatinya,
dan menolongnya,
semoga Allah membukakan pintu ini baginya,
dan memberinya pertolongan.
Perkara-perkara besar pasti membutuhkan usaha yang besar!
Oleh sebab itu, Tsabit al-Bunani rahimahullah—beliau murid Anas bin Malik—berkata,
“Aku bersungguh-sungguh melatih diriku, untuk mentadaburi al-Quran selama 20 tahun, …
… maka aku dapat merasakan nikmatnya selama 20 tahun berikutnya.”
Dalam al-Quran terdapat kenikmatan, wahai Saudara-saudara!
Terdapat pula kebahagiaan dalam hati dan jiwa.
Akan tetapi, kenikmatan itu tidak dapat diraih hanya dengan keinginan dan angan-angan.
Namun, dibutuhkan usaha besar yang sedemikian itu,
yang dilakukan oleh seorang tabi’in yang mulia tersebut—semoga Allah Ta’ala merahmatinya—
Apabila seseorang memiliki iktikad yang baik,
dan berusaha untuk meraih tujuan yang agung ini,
serta memohon pertolongan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka semoga Allah akan menolongnya,
sehingga ia dapat merasakan manisnya al-Quran
yang manusia di setiap zaman sangat membutuhkan manisnya al-Quran ini,
terlebih lagi di zaman ini.
Apabila manusia telah merasakan nikmat dan manisnya al-Quran,
maka hatinya akan tenang,
jiwanya akan tentram,
tauhid dan imannya akan kuat,
begitu juga dengan keyakinannya kepada Rabbnya Subhanahu wa bihamdihi.

***

وَمِنَ الْأُمُورِ الْمُعِينَةِ عَلَى تَدَبُّرِ الْقُرْآنِ
أَنْ يُجْمِعَ الْإِنْسَانُ قَلْبَهُ وَيُجَاهِدَ نَفْسَهُ فِي تَأَمُّلِهِ وَتَدَبُّرِهِ
وَيَطْرُدَ الْمَشَاغِلَ وَالْأُمُورَ الَّتِي تُلْهِيْهِ وَتُشْغِلُهُ
عَنْ تَدَبُّرِ وَتَأَمُّلِ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَهَذَا أَمْرٌ لَيْسَ بِسَهْلٍ
وَيَحْتَاجُ إِلَى مُجَاهِدَةٍ لِلنَّفْسِ مَرِيرَةً
وَتَلْحَظُوْنَ يَا إِخْوَانُ
أَنَّنَا فِي الْأُمُورِ الَّتِي تَحْتَاجُ إِلَى حُضُوْرِ الْقَلْبِ نُقَاسِي وَنُعَانِي كَثِيرًا
وَخُذُوا مَثَلًا الصَّلَاةَ
فَإِنَّ الْإِنْسَانَ يُصَلِّي صَلَاةً فَمَاذَا عَقَلَ مِنْ صَلَاتِهِ؟
وَكَمْ مِنَ الْخَوَاطِرِ وَالْأَفْكَارِ تَرِدُ عَلَى قَلْبِ الْوَاحِدِ مِنَّا وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ
وَالْإِنْسَانُ فِي هَذِهِ الْعِبَادَاتِ الْكَبِيرَةِ فِي جِهَادٍ كَبِيرٍ مَعَ نَفْسِهِ
وَمَعَ الشَّيْطَانِ
وَمَع مُشْغِلَاتِ الدُّنْيَا وَهُمُومِهَا وَشُؤُونِهَا وَمَا أَكْثَرَهَا فِي هَذَا الزَّمَانِ وَاللهُ الْمُسْتَعَانُ
لَكِنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا فَعَلَ الْأَسْبَابَ
وَقَبْلَ ذَلِكَ اسْتَعَانَ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَدَعَا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَفْتَحَ عَلَى قَلْبِهِ
وَأَن يُعِيْنَهُ فِي هَذَا الْأَمْرِ
فَلَعَلَّ اللهَ أَنْ يَفْتَحَ لَهُ هَذَا الْبَابَ
وَيُعِيْنَهُ عَلَيْهِ
وَالْأُمُورُ الْكَبِيرَةُ تَحْتَاجُ إِلَى جِهَادٍ كَبِيرٍ
وَلِهَذَا قَالَ ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ رَحِمَهُ اللهُ صَاحِبُ أَنَسٍ
جَاهَدْتُ نَفْسِي عَلَى الْقُرْآنِ عِشْرِينَ سَنَةً
وَوَجَدْتُ لَذَّتَهُ عِشْرِينَ سَنَةً
لِكِتَابِ اللهِ لَذَّةٌ يَا إِخْوَانُ
وَمُتْعَةٌ فِي الْقَلْبِ وَفِي النَّفْسِ
لَكِنَّهَا لَا تُوجَدُ بِمُجَرَّدِ الشَّهْوَةِ وَالْأُمْنِيَةِ
وَإِنَّمَا تَحْتَاجُ إِلَى مِثْلِ هَذَا الْجِهَادِ
الَّذِي حَصَلَ مِنْ هَذَا التَّابِعِيِّ الْجَلِيلِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى
لَكِنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا أَحْسَنَ الْقَصْدَ
وَاجْتَهَدَ فِي طَلَبِ هَذَا الْمَقْصَدِ الْكَبِيرِ
وَاسْتَعَانَ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَلَعَلَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يُعِينَهُ
فَيَجِدُ حَلَاوَةَ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
وَالَّتِي النَّاسُ أَحْوَجُ مَا يَكُونُونَ إِلَيْهَا فِي كُلِّ زَمَانٍ
وَفِي هَذَا الزَّمَانِ بِخَاصَّةٍ
فَإِنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا وَجَدَ لَذَّةَ كِتَابِ اللهِ وَحَلَاوَتَهُ
اِطْمَأَنَّ قَلْبُهُ
وَارْتَاحَتْ نَفْسُهُ
وَقَوِيَ تَوْحِيدُهُ وَإِيْمَانُهُ
وَثِقَتُهُ بِرَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ