Ruqyah adalah salah satu metode pengobatan yang telah dikenal sejak lama oleh umat Islam. Ruqyah ada yang syar’i dan ada pula ruqyah tang terlarang. Apa bacaan ruqyah syar’i yang mudah dihafal?

Penulis rahimahullah menyebutkan hadits yang agung ini, yaitu hadits riwayat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,
tentang kisah sekelompok sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
yang sedang safar dan melewati suatu kaum, lalu mereka meminta agar dapat singgah bertamu pada kaum itu, tetapi mereka menolak.
Lalu pemuka kaum itu tersengat hewan berbisa,
sehingga kaum itu mengejar para sahabat Nabi yang mulia ‘alaihis shalatu wassalam,
dan menceritakan bahwa pemimpin mereka tersengat, dan telah menempuh segala cara untuk mengobatinya,
akan tetapi, itu semua tidak dapat menyembuhkannya.
Karena itu, mereka mendatangi para sahabat Nabi tersebut, dan meminta jikalau mereka memiliki obat,
maka seorang dari mereka berkata, “Ya, demi Allah, aku adalah peruqyah; aku dapat meruqyah.”
Demi Allah aku dapat meruqyah. Namun, kami telah meminta kalian agar kami dapat bertamu, tetapi kalian enggan menerima kami.
Pada akhirnya, seorang sahabat itu meruqyahnya dengan bacaan surat al-Fatihah saja,
lalu pemimpin kaum itu dapat terbangun, seakan-akan terlepas dari ikatan, dan tidak tertimpa sesuatu apa pun.
Lihatlah kesembuhan yang cepat ini!
Dengan wasilah pengobatan ini, yang sebenarnya racun hewan yang mengalir di tubuhnya itu dapat menyebabkan
seseorang meninggal dunia.
dapat menjadikannya meninggal dunia.
Racunnya dapat mengalir ke jantung, sehingga itu dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Pemimpin kaum itu dapat berdiri, seakan-akan ia terlepas dari ikatan.
Seakan-akan ia terlepas dari ikatan.
Sahabat ini meruqyahnya dengan surat al-Fatihah saja.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan tahukah kamu bahwa itu adalah ruqyah?!”
Ini menunjukkan bahwa ruqyah dengan bacaan al-Fatihah adalah hal yang paling agung untuk
pengobatan bermacam-macam penyakit.
Oleh sebab itu, surat al-Fatihah disebut juga dengan asy-Syafiyah (penyembuh) atau asy-Syifa’ (kesembuhan), berdasarkan hadits yang agung ini. Demikian.

***

ذَكَرَ رَحِمَهُ اللهُ هَذَا الْحَدِيثَ الْعَظِيْمَ حَدِيثَ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
فِي قِصَّةِ النَّفَرِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَالَّذِينَ مَرُّوا بِقَوْمٍ وَطَلَبُوا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ فَأَبَوْا
ثُمَّ لُدِغَ سَيِّدُ الْقَوْمِ
ثُمَّ لَحِقُوا بِهَؤُلَاءِ النّفَرِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ الْكَرِيمِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
وَذَكَرُوا لَهُمْ أَنَّ سَيِّدَهُمْ لُدِغَ وَأَنَّهُم سَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
لَا يَنْفَعُهُ شَيْءٌ
فَأَتَوْا إِلَى هَؤُلَاءِ وَطَلَبُوا مِنْهُمْ إِنْ كَانَ عِنْدَهُمْ شَيْءٌ
فَقَالَ بَعْضُهُمْ نَعَمْ وَاللهِ إِنِّي لَرَاقٍ أَرْقِي
وَاللهِ إِنِّي لَأَرْقِي وَلَكِنْ لَقَدِ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا
الْحَاصِلُ أَنَّهُ رَقَاهُ بِالْفَاتِحَةِ فَقَطْ
فَقَامَ كَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ وَمَا بِهِ قَلَبَةٌ يَعْنِي مَا يَشْتَكِي مِنْ شَيْءٍ
فَانْظُرِ الشِّفَاءَ الْعَاجِلَ
مِنْ هَذَا الدَّوَاءِ الَّذِي قَدْ يُفْضِي سَرَيَانِ سُمِّ ذَوَاتِ السُّمُومِ
إِلَى أَنْ يَمُوتَ الْإِنْسَانُ
إِلَى أَنْ يَمُوتَ
يَسْرِي السُّمُّ إِلَى أَنْ يَصِلَ الْقَلْبَ وَقَدْ يَمُوتُ الْإِنْسَانُ بِسَبَبِهِ
فَقَامَ كَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ
كَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ
فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَقَطْ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ
وَهَذَا فِيهِ أَنَّ الرُّقْيَةَ بِالْفَاتِحَةِ مِنْ أَعْظَمِ مَا يَكُونُ فِي بَابِ
الِْاسْتِشْفَاءِ لِلْأَمْرَاضِ الْمُتَنَوِّعَةِ
وَلِهَذَا تُسَمَّى الشَّافِيَةَ أَوِ الشِّفَاءَ أَخْذًا مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ الْعَظِيمِ نَعَمْ