Untuk apa manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’alaa? Sebagai seorang muslim mungkin pernah terbesit di dalam benak kita pertanyaan semacam itu. Allah subhanahu wata’alaa menciptakan manusia tentu memiliki suatu tujuan yang memiliki hikmah besar di baliknya. Kita diciptakan untuk beribadah beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata’alaa.
Ia bertanya, “Apa hikmah di balik penciptaan manusia, jika Allah tidak membutuhkan mereka?”
Kita sepakati bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, ini yang pertama.
Salah satu Nama Allah adalah al-Ghani (Mahakaya)
Dia Subhanahu wa Ta’ala Mahakaya, tidak butuh kepada siapa pun, baik itu kepada manusia, malaikat, atau lainnya.
Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala suka untuk dipuji dan disembah.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56), karena Allah suka itu, bukan karena Allah butuh.
Itu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala suka untuk disembah.
***
طَبْعًا هُوَ اللهُ تَبَارَكَ يَقُولُ مَا الْحِكْمَةُ مِنْ خَلْقِ الْبَشَرِ إِذَا كَانَ اللهُ لَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِمْ؟
وَلْنَتَّفِقْ أَنَّهُ لَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِمْ أَوَّلُ شَيْءٍ
وَمِنْ أَسْمَاءِ اللهِ تَبَارَكَ الْغَنِيُّ
هُوَ الْغَنِيُّ عَنْ كُلِّ أَحَدٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى لَا إِلَى الْبَشَرِ وَلَا إِلَى الْمَلَائِكَةِ وَلَا غَيْرِهِمْ
وَلَكِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يُحْمَدَ يُحِبُّ أَنْ يُعْبَدَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ لِمَحَبَّتِهِ لِذَلِكَ لَا لِحَاجَتِهِ
وَإِنَّمَا يُحِبُّ أَنْ يُعْبَدَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى














