Berbicara tentang sahabat nabi tidak lengkap rasanya kalau melewatkan sosok Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah sosok yang dicintai, dihormati, dan dimuliakan oleh umat Islam. Bagaimana tidak, sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berada di barisan orang-orang yang awal masuk Islam atau assabiqunal awwalun. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq melebihi keutamaan-keutamaan para sahabat lainnya.

Sebagaimana yang dikatakan sebagian Salaf:
“Abu Bakar mengungguli orang-orang bukan karena banyak salat,
puasa, tidak pula sedekahnya,
melainkan karena sesuatu yang ada di dalam hatinya.”
Karena sesuatu yang ada di dalam hatinya.
Maksud saya, ketika Anda perhatikan Abu Bakar as-Siddiq—semoga Allah meridainya—
berapa banyak hadis yang dia riwayatkan?
Hadis yang beliau riwayatkan sedikit sekali,
dan masa kekhalifahannya hanya 2,5 tahun.
Beliau melakukan beberapa penaklukan dan membukakan jalan.
Namun, bandingkan dengan zaman Umar bin Khattab,
betapa banyak wilayah-wilayah ditaklukkan oleh Islam,
dan Islam tersebar luas. Namun as-Siddiq tetaplah as-Siddiq.
Abu Bakar tetap menjadi sahabat yang paling utama,
dan beliau makhluk terbaik—semoga Allah meridainya—setelah para Nabi.
Kenapa?
Jika ditimbang, iman Abu Bakar diletakkan di satu sisi timbangan
dan iman semua penduduk bumi di sisi lain,
sungguh iman Abu Bakar akan lebih berat daripada iman mereka,
karena kejujuran dalam hatinya,
cintanya kepada Allah, dan cintanya dalam berbuat baik untuk hamba-hamba-Nya.

***

كَمَا قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ
مَا سَبَقَهُمْ أَبُو بَكْرٍ بِكَثْرَةِ صَلَاةٍ
وَلَا صِيَامٍ وَلَا صَدَقَةٍ
وَلَكِنْ بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي قَلْبِهِ
بِشَيْءٍ وَقَرَ فِي قَلْبِهِ
يَعْنِي عِنْدَمَا تَنْظُرُ إِلَى الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
كَمْ رَوَى مِنَ الْأَحَادِيثِ؟
أَحَادِيثُ يَسِيرَةٌ جِدًّا
وَسَنَةُ خِلَافَتِهِ سَنَتَيْنِ وَالنِّصْفَ
فَتَحَ بَعْضَ الْفُتُوحِ مَهَّدَ الطَّرِيقَ
لَكِنْ انْظُرْ فِي زَمَنِ عُمَرَ
كَيْفَ افْتُتِحَتِ الْبِلَادُ الْإِسْلَامِيَّةُ
وَانْتَشَرَ الْإِسْلَامُ وَلَكِنَّ الصِّدِّيقَ يَبْقَى الصِّدِّيقُ
يَبْقَى أَنَّهُ أَفْضَلُ الصَّحَابَةِ
وَهُوَ أَفْضَلُ الْخَلْقِ بَعْدَ الْأَنْبِيَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
لِمَاذَا؟
لَوْ وُزِنَ وُضِعَ إِيمَانُ أَبِي بَكْرٍ فِي كِفَّةٍ
وَإِيمَانُ أَهْلِ الْأَرْضِ فِي كِفَّةٍ
لَرَجَحَ بِهِ إِيمَانُ أَبِي بَكْرٍ
الصِّدْقِيَّةُ الَّتِي فِي قَلْبِهِ
مَحَبَّةُ اللهِ وَمَحَبَّةُ خَيْرٍ لِعِبَادِ اللهِ