Setiap orang memiliki impian yang ingin dicapai. Dan secara umum, impian yang dimaksud adalah hidup bahagia dan terbebas dari persoalan-persoalan. Namun realitasnya kehidupan ini tidak luput dari yang namanya cobaan. Jika seseorang ingin kaya kemudian ia beramal ketaatan, mengapa doanya tak kunjung dikabulkan?

Di antara adab berdoa,
bahkan termasuk adab terpenting dalam berdoa,
adalah makanan yang halal,
demikian juga minuman dan pakaiannya,
di mana seseorang harus menghindari penghasilan yang buruk
dan pendapatan yang haram,
seperti hasil riba, judi,
memakan harta orang dengan batil, dan lain sebagainya.
Nabi Ṣallallāhu ʿalaihi wa Sallam bersabda
mengisahkan tentang seseorang yang melakukan perjalanan panjang
hingga kusut rambutnya,
lalu mengangkat kedua tangannya ke langit,
“Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!”
Padahal makanannya haram,
minumannya haram,
pakaiannya juga haram,
dan diberi asupan dari yang haram,
lantas bagaimana doanya akan terkabul?” (HR. Muslim)
Bagaimana mungkin terkabul doa dari orang seperti ini
yang tidak halal makanannya?
Jadi, seseorang harus memakan makanan yang halal,
demi terkabulkannya doanya dan demi hal-hal agung dan penting lainnya,
dengan menghindari yang haram,
karena yang haram tidak ada kebaikan padanya,
karena daging yang tumbuh dari nafkah yang haram atau yang buruk,
maka neraka lebih pantas baginya.
Semoga Allah Melindungi kami dan kalian dari hal tersebut.

***

وَمِنْ آدَابِ الدُّعَاءِ
وَمِنْ أَهَمِّ آدَابِ الدُّعَاءِ
طِيبُ الْمَأْكَلِ
وَالْمَشْرَبِ وَالْمَلْبَسِ
بِحَيْثُ يَتَجَنَّبُ الْإِنْسَانُ الْمَكَاسِبَ الرَّدِيئَةَ
وَالْمَكَاسِبَ الْمُحَرَّمَةَ
مِنْ رِبًا وَقِمَارٍ
وَأَكْلِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَقَدْ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ
أَشْعَثَ أَغْبَرَ
يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ
يَا رَبِّ يَا رَبِّ
وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ
وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ
وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ
وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ
فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟
كَيْفَ يُسْتَجَابُ لِمِثْلِ هَذَا
الَّذِي لَمْ يُطِبْ مَأْكَلَهُ؟
فَيَحْرِصُ الْإِنْسَانُ عَلَى طِيبِ الْمَأْكَلِ
لِإِجَابَةِ الدُّعَاءِ وَلِأُمُورٍ عَظِيمَةٍ وَكَبِيرَةٍ أَيْضًا
يَجْتَنِبُ الْحَرَامَ
إِذِ الْحَرَامُ وَلَا خَيْرَ فِيهِ
وَلَحْمٌ نَبَتَ عَلَى حَرَامٍ أَوْ سُحْتٍ
فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
أَعَاذَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنْ ذَلِكَ