Idul Adha adalah hari raya Islam yang dilangsungkan pada hari kesepuluh di bulan Dzulhijjah. Di hari yang mulia itu, umat Islam bersuka cita dan mengagungkan Allah subhanahu wata’alaa. Idul Adha juga dikenal dengan sebutan hari raya kurban. Sebab umat Islam disyariatkan menyembelih hewan kurban setelah melaksanakan salat Id.

Lihatlah Nabi Ibrahim! Beliau diperintahkan untuk menyembelih anaknya, tapi beliau tidak ragu sama sekali.
Karena itu, mengherankan orang yang diperintahkan untuk menyembelih domba
tapi kamu mendapatinya merasa ragu, pelit, dan bertanya, “Berapa harganya?” dan seterusnya.
Padahal seandainya kamu memperhatikan kesehariannya, kamu dapati dia mengeluarkan banyak uang
untuk urusan-urusan tersier, untuk hiburan,
atau untuk bepergian.
Namun, ketika datang waktu berkurban, dia mulai merasa ragu
dan berkata, “Harga hewan kurban mahal!”
dan ia mulai berusaha menghindar dari pelaksanaan syiar ini.
Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, diperintahkan untuk menyembelih anaknya,
lalu beliau segera melaksanakan perintah Tuhannya ‘Azza wa Jalla.
Karena itu hendaklah seorang muslim berusaha untuk melaksanakan syiar ini.

***

اُنْظُرْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ أُمِرَ بِذَبْحِ ابْنِهِ فَلَمْ يَتَرَدَّدْ
فَالْعَجَبُ مِمَّنْ يُؤْمَرُ بِذَبْحِ شَاةٍ
وَتَجِدُهُ يَتَرَدَّدُ وَيَبْخَلُ وَيَقُولُ كَمِ الثَّمَنُ وَ
مَعَ أَنَّهُ لَوْ تَأَمَّلْتَ فِي وَاقِعِهِ تَجِدُ أَنَّهُ يُنْفِقُ الْأَمْوَالَ الْكَثِيرَةَ
فِي أُمُورٍ فِي كَمَالِيَّاتٍ أَوْ فِي لَهْوٍ
أَوْ فِي السَّفَرِيَّاتِ
لَكِنْ إِذَا أَتَتْ الْأُضْحِيَّةُ بَدَأَ يَتَرَدَّدُ
وَبَدَأَ يَقُولُ إِنَّ الْأَسْعَارَ مُرْتَفِعَةٌ
وَبَدَأَ يُحَاوِلُ يَعْنِي التَّمَلُّصَ مِنْ إِقَامَةِ هَذِهِ الشَّعِيرَةِ
فَانْظُرْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أُمِرَ بِذَبْحِ ابْنِهِ
فَامْتَثَلَ أَمْرَ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ
فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَحْرِصَ عَلَى إِقَامَةِ هَذِهِ الشَّعِيْرَةِ