Banyak orang mencari amalan besar yang berat pahalanya tetapi sering lupa ada satu amalan yang ringan di lisan namun berat di timbangan amal, yaitu zikir. Berzikir tak harus tempat khusus, tak perlu banyak waktu, dan tak memerlukan tenaga besar. Namun, zikir memiliki dampak positif luar biasa. Zikir bisa menenangkan hati, menguatkan jiwa, dan mengundang cinta Allah.

Saudara-saudari sekalian, masih tersisa satu pertanyaan dari saudara Walid, wahai Syaikh kami.
Ia bertanya tentang zikir sebelum tidur.
Bolehkah membaca zikir sebelum tidur dalam keadaan junub?
Zikir sebelum tidur terbagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama adalah zikir yang bukan ayat-ayat Al-Quran,
seperti zikir-zikir dan doa-doa biasanya.
Seperti ucapanmu:
WADHO’TU JANBII LILLAAH
(Aku baringkan tubuhku karena Allah).
dan ucapanmu:
ALLAAHUMMA QINII ‘ADZAABAKA YAUMA TAB-‘ATSU ‘IBAADAK
(Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan para hamba-Mu).
Zikir seperti ini boleh diucapkan oleh seseorang meskipun dalam keadaan junub.
Adapun jenis kedua, yaitu zikir yang merupakan ayat-ayat Al-Quran,
maka ayat-ayat Al-Quran tidak boleh bagi orang yang junub untuk membacanya.
Diriwayatkan dalam hadis bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat-ayat dari Al-Quran,
lalu beliau bersabda: “Membaca Al-Quran seperti ini boleh bagi orang yang tidak junub…
Adapun orang yang junub, maka tidak boleh membaca satu ayat pun dari Al-Quran.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam Musnad-nya).
Oleh karena itu, tidak sah bagi orang yang junub untuk membaca ayat-ayat dari Al-Quran.
Ada perbedaan pendapat di antara para ulama fikih tentang hukum orang junub, apakah ia boleh tidur dalam keadaan junub?
Adapun orang yang junub itu mandi terlebih dulu,
atau berwudhu untuk meringankan hadas junubnya,
maka ia boleh tidur setelah itu.
Namun jika ia dalam keadaan junub dan ingin tidur sebelum berwudhu atau mandi junub,
apakah dibolehkan?
Sebagian ulama fikih melarangnya.
Sedangkan ulama lainnya membolehkannya.
Ulama yang melarang itu berlandaskan dalil yang disebutkan dalam hadis,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya: “Apakah orang yang junub boleh tidur?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya boleh, jika ia berwudhu terlebih dahulu.” (HR. Bukhari).
Ini menunjukkan bahwa jika ia belum berwudhu, ia tidak boleh tidur dalam keadaan junub.
Namun, dalam hadis Aisyah yang diriwayatkan dalam kitab As-Sunan,
disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu berhubungan badan dengan istrinya,
lalu tidur sebelum menyentuh air sedikit pun (yaitu belum berwudhu atau belum mandi junub).
Meskipun ada beberapa ulama yang mempermasalahkan sanad hadis ini.

***

الْإِخْوَةُ وَالْأَخَوَاتُ جَمِيعًا بَقِيَ سُؤَالُ الْأَخِ وَلِيْدٍ شَيْخَنَا
يَسْأَلُ عَنْ أَذْكَارِ النَّوْمِ
هَلْ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَقْرَأَ أَذْكَارَ النَّوْمِ وَهُوَ عَلَى جَنَابَةٍ؟
أَذْكَارُ النَّوْمِ عَلَى نَوْعَيْنِ
النَّوْعِ الْأَوَّلِ مَا لَيْسَ آيَاتٍ قُرْآنِيَّةً
مِثْلَ الْأَذْكَارِ وَالْأَدْعِيَةِ
كَقَوْلِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي لِلَّهِ
وَقَوْلِكَ اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَومَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
فَيَجُوزُ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَقُولَهُ وَلَوْ كَانَ عَلَى الْجُنُبِ
النَّوْعِ الثَّانِي مَا كَانَ مِنَ الْأَذْكَارِ آيَاتٌ قُرْآنِيَّةٌ
فَالْآيَاتُ الْقُرْآنِيَّةُ لَا يَجُوزُ لِلْجُنُبِ أَنْ يَقْرَأَهَا
وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ آيَاتٍ مِنَ الْقُرْآنِ
ثُمَّ قَالَ هَكَذَا لِمَنْ لَمْ يَكُنْ جُنُبًا
فَأَمَّا الْجُنُبُ فَلَا آيَةً كَمَا رَوَاهُ أَبُو يَعْلَى فِي مُسْنَدِهِ
وَمِنْ هُنَا فَلَا يَصِحُّ لِلْجُنُبِ أَنْ يَقْرَأَ آيَاتٍ مِنَ الْقُرْآنِ
قَدْ وَقَعَ اخْتِلَافٌ بَيْنَ الْفُقَهَاءِ فِي الْجُنُبِ هَلْ يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَنَامَ
وَإِذَا اغْتَسَلَ الْجُنُبُ
أَوْ تَوَضَّأَ وَخَفَّفَ الْجَنَابَةَ
جَازَ لَهُ أَنْ يَنَامَ
وَلَكِنْ إِذَا أَجْنَبَ وَأَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ وَقَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ
فَهَلْ يَجُوزُ لَهُ ذَلِكَ؟
حَيْثُ إِنَّ بَعْضَ الْفُقَهَاءِ رَأَى مَنْعَ هَذَا
وَرَأَى آخَرُوْنَ إِجَازَتَهُ
وَمَنْ مَنَعَ اسْتَدَلَّ بِمَا وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيَنَامُ الْجُنُبُ؟
قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ
فَدَلَّ هَذَا عَلَى أَنَّهُ إِذَا لَمْ يَتَوَضَّأْ لَمْ يَنَمْ
وَعَلَى كُلٍّ قَدْ وَرَدَ فِي حَدِيثِ عَائِشَةَ فِي السُّنَنِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْتِي أَهْلَهُ
ثُمَّ يَنَامُ وَلَا يَمَسُّ مَاءً
وَإِنْ كَانَ لِبَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ كَلَامُهُ فِي إِسْنَادِ هَذَا

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)