Di dalam Islam, kita diajarkan supaya bersikap jujur baik dalam ucapan maupun perbuatan. Kejujuran dalam berucap merupakan keharusan dan salah satu bentuk menjaga lisan. Sebaliknya, bohong atau dusta menjadi lawan dari kejujuran. Islam melarang kita dari berkata bohong. Sekali orang berbohong maka ia memiliki kecenderungan berbohong di kesempatan yang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hendaklah kalian selalu berkata jujur, karena kejujuran akan menuntun kepada kebaikan.
Dan kebaikan akan menuntun menuju surga.
Seseorang akan senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur, hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (ṣiddīq).
Sebaliknya, jauhilah dusta, karena dusta menuntun kepada kefasikan,
dan sungguh kefasikan menuntun menuju neraka.
Seseorang akan terus berdusta dan berupaya untuk berdusta,
hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari & Muslim).
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah,
dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur!” (QS. At-Taubah: 119).
Kejujuran yang sempurna itu, wahai Syaikh Nashir, terwujud dengan tiga perkara:
Jujur dalam ucapan, perbuatan, dan niatnya.
Jika tiga jenis kejujuran ini terkumpul pada seseorang, semoga Allah mencatatnya sebagai orang-orang yang jujur.
Ketika Allah menyebutkan para laki-laki dan perempuan yang jujur,
Allah berfirman: “Allah menyiapkan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).
Kejujuran ini termasuk dalam deretan sifat-sifat yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan yang beriman.
Ketika Allah menyebut penghuni surga dan sifat-sifat mereka, Dia berfirman:
“Yaitu orang-orang yang sabar dan benar (jujur).” (QS. Ali Imran: 17).
Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman:
“Allah berfirman: Ini adalah hari ketika kebenaran (kejujuran) bermanfaat bagi orang-orang yang benar.” (QS. Al-Maidah: 119).
Maka, seorang muslim sangat dianjurkan, bahkan wajib untuk senantiasa menjaga kejujuran dalam seluruh keadaan dan urusannya,
serta menjauhi dusta, bahkan dalam perkara yang tampak sepele.
Seperti yang dikatakan seorang wanita kepada anak kecil, “Kemarilah, aku beri sesuatu!”
Nabi bertanya, “Apa yang akan kamu berikan?”
Ia menjawab, “Kurma.”
Nabi bersabda, “Kalau kamu tidak memberinya, niscaya dicatat atasmu satu kedustaan.”
Hari ini, banyak orang yang meremehkan kedustaan, mereka menganggapnya sepele, bahkan sampai bersumpah atasnya.
Sedangkan wanita dalam kisah tadi tidak bersumpah, tapi hanya berjanji kepada anak kecil itu.
Namun, jika ia tidak menepati janji, maka ia dianggap sebagai pendusta.
Jika dalam kondisi biasa saja seseorang wajib berkata jujur, meskipun tidak diiringi dengan sumpah,
maka bagaimana jika kejujuran itu diiringi dengan sumpah, saudara-saudara? Tentu lebih wajib baginya untuk jujur.
Karena jika ia tidak jujur, maka ia telah—na’udzubillah—menggabungkan dua dosa: berdusta kepada manusia,
dan juga berdusta dalam sumpahnya, wahai saudara-saudara sekalian.

***

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ،
وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ،
وَلَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا.
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ،
وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ،
وَلَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ،
حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا». (رواه البخاري ومسلم).
قَالَ تَعَالَى:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ﴾ [التوبة: 119].
وَتَمَامُ الصِّدْقِ يَا شَيْخُ نَاصِرُ فِي ثَلَاثَةِ أُمُورٍ:
فِي قَوْلِهِ، وَفِعْلِهِ، وَفِي إِرَادَتِهِ وَمَقْصَدِهِ.
تَجْتَمِعُ هَذِهِ الْأَنْوَاعُ الثَّلَاثَةُ، فَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَكْتُبَ الْعَبْدَ فِي الصَّادِقِينَ.
وَلَمَّا ذَكَرَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ قَالَ:
﴿أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا﴾ [الأحزاب: 35].
وَلَمَّا ذَكَرَ أَهْلَ الْجَنَّةِ وَأَوْصَافَهُمْ قَالَ:
﴿الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ﴾ [آل عمران: 17].
وَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ:
﴿قَالَ اللَّهُ هَذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِيْنَ صِدْقُهُمْ﴾ [المائدة: 119].
فَيَتَأَكَّدُ عَلَى الْمُسْلِمِ، بَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَتَحَرَّى الصِّدْقَ فِي كُلِّ أَحْوَالِهِ وَأُمُورِهِ،
وَأَنْ يَتَجَنَّبَ الْكَذِبَ حَتَّى فِي الْأُمُورِ الْيَسِيرَةِ.
كَمَا قَالَتْ امْرَأَةٌ لِصَبِيٍّ: «تَعَالَ أُعْطِيكَ».
قَالَ: «مَاذَا تُعْطِيهِ؟» قَالَتْ: «أُعْطِيهِ تَمْرَةً».
قَالَ: «أَمَّا لَمْ تُعْطِهِ كُتِبَتْ عَلَيْكِ كَذْبَةٌ».
الْيَوْمَ يَتَسَارَعُ النَّاسُ وَيَتَسَاهَلُونَ بِالْكَذِبِ، بَلْ يَحْلِفُونَ عَلَيْهِ.
مَعَ أَنَّهَا مَا حَلَفَتْ، وَلَكِنْ وَعَدَتْهُ، فَلَوْ لَمْ تَفِ لَاعْتُبِرَتْ كَاذِبَةً.
فَإِذَا كَانَ الصِّدْقُ وَاجِبًا، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ يَمِينٌ،
فَكَيْفَ إِذَا كَانَ مَعَهُ يَمِينٌ؟ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَصْدُقَ.
لِأَنَّهُ إِذَا لَمْ يَصْدُقْ جَمَعَ –عِيَاذًا بِاللَّهِ– بَيْنَ الْكَذِبِ عَلَى النَّاسِ،
وَالْكَذِبِ فِي يَمِينِهِ.

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)