Seorang muslim sejatinya terbiasa bangun pagi karena ada tuntutan kewajiban, yaitu salat Subuh. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang merasa berat untuk membuka mata dan beranjak dari tidur. Rasa malas, lelah, dan kebiasaan begadang sering menjadi penghalang yang berulang. Lantas, apa sebenarnya penyebab sebagian orang merasa berat bangun pagi meski mengetahui kewajiban yang menanti?

Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang dari kalian ketika ia tidur dengan tiga ikatan,
sambil membisikkan, ‘Malam masih panjang, maka tidurlah kembali.’
Apabila ia bangun lalu berzikir kepada Allah, terlepas satu ikatan.
Apabila ia berwudhu, terlepas satu ikatan lainnya.
Dan apabila ia mendirikan shalat, terlepas ikatan yang terakhir.
Sehingga ia bangun dengan segar dan jiwa yang bersemangat.
Namun jika tidak demikian, ia bangun dengan jiwa yang keruh dan malas.”
Ini adalah kabar dari Nabi yang jujur dan terpercaya, shallallahu ‘alaihi wa sallam,
bahwa ketika seseorang tidur, setan mengikatnya dengan tiga ikatan tersebut.
Ikatan itu berada di tengkuknya, yakni di bagian belakang kepala, sebanyak tiga ikatan.
Ikatan ini tidak kita ketahui hakikatnya seperti apa,
tapi kita mengimaninya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkannya.
Ucapan, “Malam masih panjang, maka tidurlah kembali,” bermakna bahwa setan membuat shalat terasa berat bagi manusia,
baik Shalat malam maupun Shalat Subuh.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan cara melepaskan ketiga ikatan tersebut.
Beliau bersabda, “Apabila ia bangun lalu berzikir kepada Allah, terlepas satu ikatan.”
Yakni ketika seseorang terbangun dari tidurnya dan berzikir, ikatan yang pertama terlepas.
Dalam hadis lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa terbangun di malam hari,” yakni terjaga dari tidurnya,
lalu ia mengucapkan: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir,
alhamdulillaah, wasubhanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula wa laa quwwata illaa billaah,
lalu jika ia berdoa, niscaya doanya dikabulkan.
Dan jika ia mendirikan shalat, shalatnya diterima.” (HR. Bukhari).
Ini menunjukkan bahwa waktu itu merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Dengan demikian, inilah cara pertama untuk melepaskan ikatan yang pertama, yaitu berzikir kepada Allah.
Cara kedua, beliau bersabda, “Apabila ia berwudhu, terlepas satu ikatan.”
Jika ia bangun tidur dan berwudhu, maka terlepas ikatan yang kedua.
Cara ketiga, “Apabila ia mendirikan shalat,” yaitu melaksanakan shalat apa pun, meskipun hanya dua rakaat,
maka ikatan yang ketiga pun terlepas.
Sehingga ia bangun dalam keadaan segar dan jiwanya bersemangat.
Pada dirinya tampak rasa bahagia, gembira, dan penuh optimisme,
karena ikatan-ikatan tersebut telah terlepas darinya.
Namun jika ia kembali tidur, maka ia akan bangun dengan jiwa yang keruh dan malas.
Yakni apabila ia tidak berzikir kepada Allah, tidak berwudhu, dan tidak mendirikan shalat,
maka ia bangun dengan jiwa yang keruh dan malas.
Padanya tampak tanda-tanda futur, malas, berat, dan kurang bersemangat,
akibat ikatan-ikatan yang dipasang setan tersebut.
Ini merupakan kabar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur dan terpercaya, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu,
bahwa setan mengikat manusia dengan tiga ikatan ketika ia tidur.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi tuntunan untuk mengurainya dengan perkara-perkara yang mudah,
yaitu berzikir kepada Allah, berwudhu, dan mendirikan shalat sesuai kemampuan.

***

جَاءَ فِي الصَّحِيحَيْنِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ
عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ
فَإِنْ هُوَ قَامَ وَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ
وَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ
وَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ
فَقَامَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ
وَإِلَّا قَامَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
هَذَا خَبَرٌ مِنَ الصَّادِقِ الْمَصْدُوقِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِأَنَّ الْإِنْسَانَ إِذَا نَامَ يَعْقِدُ عَلَيْهِ الشَّيْطَانُ هَذِهِ الْعُقَدَ الثَّلَاثَ
عَلَى قَافِيَتِهِ يَعْنِي مُؤَخِّرَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ
هَذِهِ الْعُقَدُ لَا نَعْلَمُ حَقِيقَتَهَا
لَكِنْ نُؤْمِنُ بِذَلِكَ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَ بِهَذَا
عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ يَعْنِي الشَّيْطَانُ يُثَقِّلُ الصَّلَاةَ عَلَى الْإِنْسَانِ
سَوَاءٌ أَكَانَتْ صَلَاةَ اللَّيْلِ أَوْ حَتَّى صَلَاةَ الْفَجْرِ
ثُمَّ أَخْبَرَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِمَا تُحَلُّ بِهِ هَذِهِ الْعُقَدُ الثَّلَاثُ
قَالَ فَإِنْ هُوَ قَامَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ
إِذَا قَامَ الإِنْسَانُ اسْتَيْقَظَ مِنْ نَوْمِهِ تَنْحَلُّ الْعُقْدَةُ الْأُولَى
قَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الْآخَرِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
قَالَ مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ يَعْنِي اسْتَيْقَظَ مِنَ النَّوْمِ
فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
فَإِنْ دَعَا اُسْتُجِيبَ لَهُ
وَإِنْ صَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ
وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ هَذَا الْمَوْضِعَ مَوْضِعُ اسْتِجَابَةٍ لِلدُّعَاءِ
إِذًا هَذَا هُوَ الْأَمْرُ الْأَوَّلُ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقْدَةُ الْأُولَى وَهُوَ أَنْ يَذْكُرَ اللَّهَ
الْأَمْرُ الثَّانِي قَالَ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ
إِنْ هُوَ قَامَ وَتَوَضَّأَ انْحَلَّتْ الْعُقْدَةُ الثَّانِيَةُ
الْأَمْرُ الثَّالِثُ إِنْ صَلَّى إِنْ صَلَّى أَيَّ صَلَاةٍ حَتَّى وَلَوْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ
انْحَلَّتْ الْعُقْدَةُ الثَّالِثَةُ
فَقَامَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ
يَظْهَرُ عَلَى نَفْسِهِ السُّرُورُ وَالْفَرَحُ وَالِاسْتِبْشَارُ
لِأَنَّ هَذِهِ الْعُقَدَ قَدْ انْحَلَّتْ عَنْهُ
وَإِنْ نَامَ قَامَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
يَعْنِي إِنْ لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَلَمْ يُصَلِّ
يَقُومُ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
يَظْهَرُ عَلَيْهِ أَثَرُ الْفُتُورِ وَالْكَسَلِ وَالثِّقَلِ وَالتَّرَاخِي
بِسَبَبِ هَذِهِ الْعُقَدِ الَّتِي يَعْقِدُهَا الشَّيْطَانُ
فَهَذَا خَبَرٌ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّادِقِ الْمَصْدُوقِ مَنْ لَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى
بِأَنَّ الشَّيْطَانَ يَعْقِدُ عَلَى الْإِنْسَانِ إِذَا نَامَ هَذِهِ الْعُقَدَ الثَّلَاثَ
وَقَدْ أَرْشَدَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِلَى حَلِّهَا بِأُمُورٍ سَهْلَةٍ
بِأَنْ يَذْكُرَ اللَّهَ وَيَتَوَضَّأَ وَيُصَلِّي مَا تَيَسَّرَ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)